Lanjut ke konten

Kampanye vs Safety Riding

16 Maret 2009

MULAI hari ini, (Senin, 16/3), jalan-jalan di kota besar Indonesia bakal dipadati konvoy simpatisan partai politik. Ratusan bahkan ribuan pengendara sepeda motor dan mobil, termasuk bus, berseliweran di jalan raya. Maklum, pemilu 2009 diikuti oleh 36 parpol.

Ada aroma arogansi. Makin menyemut konvoy, makin eksis sebuah parpol. Kita tak mempermasalahkan hal itu selama berlangsung damai.

Kampanye terbuka yang melahirkan konvoy itu, juga menyajikan pemandangan mengiris hati. Terdapat peserta konvoy bermotor yang tidak menggunakan helm. Sekalipun menggunakan, bukan helm standar. Pemandangan seperti itu terlihat di Jl KH Mas Mansyur, Jakarta Pusat, Senin siang. Simpatisan salah satu parpol itu, bahkan memasang bendera di bagian belakang motor mereka dengan ukuran yang lebih besar dari sepeda motornya. Ironis.

Pada sisi lain, stasiun televisi menyajikan gambar konvoy simpatisan di Jakarta dan Makassar.

Memang belum dijumpai kasus pelanggaran marka jalan dan aksi terabas lampu merah maupun naik trotoar jalan.

Simpatisan parpol yang mengendarai sepeda motor tanpa helm, bukan saja berpotensi mencelakakan dirinya sendiri. Tapi juga bakal merugikan keluarga mereka. Kecelakaan yang menimbulkan korban luka, apalagi korban jiwa, tentu bakal menyedot biaya tidak sedikit. Pada tingkat yang lebih fatal, sumber pendapatan keluarga bisa hilang sama sekali ketika korban kecelakaan meninggal dunia. Kecelakaan memiskinkan rakyat.

Lantas, dapat apa sang simpatisan dari parpol yang didukungnya? (ed)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: