Skip to content

2012, Fatalitas Kecelakaan di Jakarta Turun 9,25%

1 Maret 2013

bbm dirlantas polda

SEPENGGAL informasi saya peroleh. Fatalitas kecelakaan lalu lintas jalan di wilayah Polda Metro Jaya, atau Jakarta dan sekitarnya, menurun 9,25% pada 2012. Sebuah kabar yang melegakan.
Oh ya, wilayah Polda Metro Jaya setahu saya mencakup DKI Jakarta, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Depok.
Bila fatalitas kecelakaan menurun pada tahun lalu, menunjukan kian baiknya kesadaran berkendara yang aman dan selamat? Jawabnya bisa ya, tapi juga bisa tidak. Secara jujur sih, saya berharap jawabannya adalah ya.
Fatalitas kecelakaan di wilayah Polda Metro Jaya pada 2012 menurun sekitar 9,25% dari 1.005 jiwa pada 2011 menjadi 912 jiwa. Sedangkan untuk kasus kecelakaannya turun tipis, 1,16% menjadi sekitar 8.020 kasus.
Jakarta dan sekitarnya memiliki problem lalu lintas yang tidak mudah. Jalan-jalan disesaki kendaraan. Maklum, tak kurang dari 9,8 juta sepeda motor dan sekitar 3,4 juta unit mobil.
Tingginya populasi kendaraan dan jumlah jalan yang tidak seimbang, membuat lalu lintas jalan kian stagnan pada jam-jam sibuk. Di sisi lain, kecelakaan lalu lintas jalan menjadi pemandangan sehari-hari. Setidaknya, pada 2012, setiap hari ada 22 kasus kecelakaan yang merenggut rata-rata sekitar 2,5 jiwa per hari.
Saat saya tanyakan data-data itu kepada Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Chryshnanda Dwi Laksana membenarkan. “Ya, itu data tahun 2012,” kata dia, dalam pesan black berry messenger (BBM), di Jakarta, Kamis (28/2/2013).
Bahkan, lanjutnya, untuk ke depan, Ditlantas Polda Metro Jaya sedang membenahi sistem pendataan kecelakaan lalu lintas. Selain itu, pihaknya membangun program-program safety sesuai rencana umum nasional keselamatan (RUNK) Jalan. “Dan kami ada sistem-sistem terpadu antar pemangku kepentingan,” jelas Chryshnanda.
Bagi kita para pengguna jalan, khususnya para pesepeda motor, suka tidak suka, mau tidak mau, harus terus focus dan waspada berkendara. Meningkatkan keterampilan berkendara menjadi mutlak, namun berperilaku yang santun dan taat aturan jalan menjadi prioritas.
Di sisi lain, para pemangku kepentingan mesti serius meningkatkan sinergi dan memenuhi tanggung jawabnya secara serius. Mulai dari penyediaan infrastruktur jalan, moda transportasi, hingga penegakan hukum yang konsisten, tegas, kredibel, transparan, dan tidak pandang bulu. Saya yakin, tanpa kesemua itu, mustahil kita bisa menekan fatalitas kecelakaan di jalan. (edo rusyanto)

About these ads
One Comment leave one →
  1. Brodjo permalink
    5 Maret 2013 17:40

    Woww.. congrats.. semoga semakin turun ! berkat sosialisasi eyang juga nih ttg safety riding :D

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.502 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: