Skip to content

Catatan dari Kecelakaan Ninik

29 Januari 2013

laka ninik banyumas metrotv

AKHIRNYA kasus kecelakaan lalu lintas jalan yang menimpa Ninik Setyowati (45) berujung perdamaian. Status Ninik sebagai tersangka dicabut oleh Kepolisian Resor Banyumas, Jawa Tengah. Ninik dan keluarga merasa lega.

Dari kasus kecelakaan yang menimpa Ninik kita bisa mendapat pembelajaran, kecelakaan berdampak luas. Tak sekadar menimbulkan luka, kerusakan barang, dampak ekonomi, dan kehilangan nyawa. Tapi, kecelakaan juga bisa berekses pada aspek hukum. Banyak contoh sudah terjadi di negeri kita tercinta, Republik Indonesia.
Kita para pengguna jalan tentu tak ingin celaka. Apalagi, sudah jatuh tertimpa tangga pula, diseret ke pengadilan. Ikhtiar yang kita bisa lakukan hanya berdoa dan berkendara dengan waspada serta penuh konsentrasi.

Berdasarkan pemberitaan berbagai media massa, kronologis kecelakaan yang menimpa Ninik adalah sebagai berikut:

Kamis, 6 Agustus 2012:

Sekira pukul 18.45 WIB, sepeda motor baru melaju beberapa meter dengan kecepatan rendah, berserempetan dengan truk gandeng di Jl Supriyadi, Purwokerto, Jawa Tengah. Ninik terluka di kaki kanan hingga lumpuh, sedangkan puterinya, Kumaratih Sekar Hanifah (11), meninggal dunia. Truk berpelat nomor AE 8379UB bermuatan tepung terigu, sedangkan Ninik mengendarai sepeda motor motor Honda Revo berpelat R 2120 TA.

Rabu, 9 Januari 2013:

Suami Ninik meminta kasus kecelakaan diproses secara hukum demi kepastian.

Jumat, 11 Januari 2013:

Petugas Satuan Lalu Lintas Polres Banyumas mendatangi Ninik yang masih terbaring di rumahnya, Jln Mahoni V, Perumahan Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan, untuk melakukan pemeriksaan.

Selasa, 15 Januari 2013:

Ninik diminta menandatangani berita acara pemeriksaan (BAP) dengan status tersangka. Ninik dituding lalai sehingga menyebabkan kecelakaan yang merenggut nyawa seseorang. Dia dibidik Pasal 310 Ayat (4) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Kamis, 24 Januari 2013:

Polres Banyumas, Jawa Tengah menerima permohonan mediasi dari kedua pihak, yaitu keluarga Ninik dan sopir truk yang terlibat dalam kecelakaan. Polisi mengabulkan permohonan mediasi tersebut.

Jumat, 25 Januari 2013:

Wakil Ketua Komisi Yudisial Imam Anshori Saleh mengunjungi rumah Ninik di Purwokerto. Dia mengatakan, siap mengawal kasus ini jika perkara tersebut sampai ke pengadilan. Dilihat dari kronologi kasus, kata dia, seorang ibu yang memboncengkan anaknya tentu akan berhati-hati. Dengan demikian, tidak ada niat untuk menghilangkan nyawa sama sekali. Dia melihat sebagai musibah. Polisi dan jaksa harus cari terobosan. Jangan sampai hanya yuridis formal, tetapi juga bicara keadilan yang hakiki.

Sabtu, 26 Januari 2013:

Pihak Ninik dan sopir truk, Suparman (60), warga Ngawi, Jawa Timur sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan dan tidak akan saling menuntut di kemudian hari. Kepolisian Resor Banyumas, Jawa Tengah mencabut status tersangka Ninik.
Kepala Kepolisian Resor (Polres) Banyumas Ajun Komisaris Besar Dwiyono mengatakan, penghentian penyidikan mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan rasa keadilan di masyarakat. Selain itu, didasari atas kesepakatan pengemudi truk dan Ninik yang berkomitmen tak akan saling menuntut di kemudian hari di pengadilan. (edo rusyanto)

About these ads
8 Komentar leave one →
  1. 29 Januari 2013 00:32

    Ngeri juga ya

  2. Sponge Bob permalink
    29 Januari 2013 07:45

    derita rakyat kecil…
    coba kalo yg berbuat rakyat besar (pejabat, anak pejabat, dll) pasti kasusnya adem ayem aja. malah sengaja ditutup-tutupi.

  3. funboy permalink
    29 Januari 2013 08:04

    ada nenek mengambil 3 kakao yang nilainya ENAM RIBUAN dituntut 2 tahun penjara..
    dan ada calon nenek korupsi RATUSAN MILYAR dihukum 4,6 tahun penjara…

  4. pam permalink
    29 Januari 2013 14:48

    sdh byk kejadian spt ini.. mengadu k polisi sbg korban malah jd trsangka.. trs dperas sm polisi tsb..

  5. Brodjo permalink
    29 Januari 2013 17:31

    Selalu menjadi korban itu ya orang yang tidak bersalah.. hukum indonesia membleee

  6. 29 Januari 2013 21:09

    nah,
    kasus Rasyid Rajassa gimana nih?
    kok ilang ketutup banjir sama kasusnya Rapi Amat?
    :D

    • KSap permalink
      30 Januari 2013 11:36

      kasus ninik yang abu2 salahnya siapa bisa lebih cepat jadi prosesnya jadi tersangka dari pada Rasyid Rajasa yang udah jelas2 tanpa abu2 :D howw come lha …

  7. 4 Februari 2013 23:31

    Kadang saya juga terheran heran terhadap masyarakat pengguna jalan pada umumnya, sebenarnya kita semua tahu resiko saat kita berada dijalan raya negeri ini dimana hampir semua penggunanya lupa/tidak tahu/tidak peduli akan keselamatan diri. tertabrak, ditabrak atau terjatuh… akibat yang ditimbulkan pastinya kita juga cukup pintar untuk memahaminya. tetapi faktanya kita sering mengabaikan akan dampak kecelakaan baik bagi diri sendiri ataupun oranglain. berharap pemerintah mau mengerti kondisi masyarakat yang seperti ini mungkin hanya angan angan saja. cek list saja…. yang mesti dilakukan adalah ajakan, ajakan dan ajakan untuk safety riding. sharing info soal safety riding silahkan klik di https://www.facebook.com/pages/Safety-Riding-Indonesia-Jawa-Tengah/206245769403541?ref=hl

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.371 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: