Skip to content

Jangan Anggap Remeh Dehidrasi Saat Turing

27 Januari 2013

S/W Ver: 85.98.90R

DULU sempat bertanya-tanya, apa gerangan yang di punggung para pebalap MotoGP? Ada selang kecil khusus yang tersambung ke mulut sang pebalap. Ternyata cadangan air minum.

Ajang balap sepeda motor seperti MotoGP menguras energi. Tubuh membutuhkan cairan pengganti. Maklum, pebalap harus mengitari dua puluhan kali sirkuit. Satu putaran sedikitnya tiga kilometer.

Tubuh yang dibalut jaket ketat. Lalu, helm di kepala yang berbentuk menutup wajah, praktis menguras cairan tubuh. Udara panas membuat tubuh berkeringat. Disitulah air minum ambil peranan.

Nah, saat kita para pemotor menempuh perjalanan jauh alias turing menempuh jarak ratusan kilometer, manajemen perjalanan harus tepat. Ritme istirahat harus sesuai kebutuhan fisik. Maklum, hal ini terkait dengan menjaga konsentrasi berkendara agar tetap prima.

Perjalanan jauh keluar kota, seperti saat turing, tak ubahnya dengan para pebalap di sirkuit. Butuh stamina yang memadai.

Penguapan cairan tubuh yang berlebihan bisa membuat tubuh loyo. Ujungnya, konsentrasi bisa terganggu. Disinilah celah kemungkinan masuknya insiden di jalan raya.

Rasanya tak berlebihan bila pemotor menyiapkan air minum dalam kemasan (AMDK). Air putih dalam kemasan botol berukuran 330 mililiter (ml) atau 600 ml, bisa diselipkan di dalam tas atau boks.

Saat dua jam menempuh perjalanan kita beristirahat, AMDK tadi bisa menjadi penyelamat. Namun, jika kelupaan membawa air minum, tentu bisa membeli di warung-warung bertebaran di seantero Indonesia.

Ciri-ciri Dehidrasi

Sejumlah literatur menyebutkan bahwa dalam kondisi normal, tubuh kita orang Indonesia, membutuhkan air minum sekitar dua liter per hari. Nah, saat kita turing bersepeda motor, dalam perkiraan saya, kondisinya tentu tidak normal. Bayangkan, perjalanan di atas sepeda motor bisa berkisar 5-7 jam untuk menempuh jarak sekitar 300-an kilometer (km), pasti tubuh kita bakal letih. Penguapan akibat memakai jaket yang tebal dan sinar matahari, bisa memicu tubuh kekurangan cairan alias dehidrasi.

Saya pernah membaca sebuah artikel di Bisnis.com, edisi 20 Januari 2012 bahwa ciri-ciri dehidrasi ringan-sedang adalah mulut kering dan lengket, mengantuk dan lelah, haus, urinnya sedikit, air mata kering, sakit kepala, pusing, serta silau melihat sinar.

Sedangkan ciri-ciri dehidrasi berat memiliki efek jangka panjang terhadap kondisi kesehatan seperti konstipasi, batu pada saluran kemih, infeksi saluran kemih, frekuensi berkemih yang berkurang, ganguan fungsi ginjal. Tuh kan.

Tunggu dulu, jangan sembarangan minum. Menurut Ketua Ikatan Dokter Indonesia Prijo Sidipratomo, kalau mengonsumsi air yang tercemar dapat menyebabkan penyakit antara lain diare, tifus, kolera. Kalau mengalami diare yang berat, katanya, juga dapat merusak ginjal bahkan bisa meninggal.

biker minum air

Ciri-ciri air yang akan dikonsumsi adalah tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, tidak mengandung zat berbahaya, tidak mengandung cemaran pestisida, jamur, dan bahan lain yang membahayakan tubuh.

Terkait Konsentrasi

Jika ternyata dehidrasi membuat konsentrasi berkurang, praktis hal ini membuka celah untuk terjadinya insiden atau kecelakaan lalu lintas jalan. Maklum, konsentrasi amat mutlak saat kita bersepeda motor. Tanpa konsentrasi yang maksimal, daya reflek kita terhadap situasi di jalan menjadi lemah. Buntutnya, langkah kita membuat antisipasi menjadi ngawur. Bisa-bisa, gubrak. Terjebak dalam tabrakan.

Saking seriusnya soal konsentrasi, negara mengatur hal itu dalam Undang Undang (UU) No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Pada pasal 106 ayat (1) UU tersebut disebutkan bahwa

setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Dalam penjelasan 106 ayat (1) UU yang diteken Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 29 Juni 2009 itu dipaparkan bahwa yang dimaksud dengan ”penuh konsentrasi” adalah setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan penuh perhatian dan tidak terganggu perhatiannya karena sakit, lelah, mengantuk, menggunakan telepon atau menonton televisi atau video yang terpasang di kendaraan, atau meminum-minuman yang mengandung alkohol atau obat-obatan sehingga memengaruhi kemampuan dalam mengemudikan kendaraan.

Lantas, apa sanksinya? Ini dia, seperti tertera dalam pasal 283 bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 750 ribu. (edo rusyanto)

About these ads
11 Komentar leave one →
  1. blogmotoroda permalink
    27 Januari 2013 01:17

    Makasih pak dah diingatkan. :)

    http://blogmotoroda.blogspot.com/2013/01/alasan-honda-tidak-perlu-mendatangkan-pedrosa-marquez.html

  2. cak pu permalink
    27 Januari 2013 02:36

    Nice info, Matur nuwun mbah

  3. 27 Januari 2013 03:07

    Nice info eyang

  4. 27 Januari 2013 07:49

    selalu sedia air saat ridding

  5. 27 Januari 2013 10:42

    selalu bawa air minum kalau saya mbah, terkait motogp itu, di sini juga udah banyak yang jual model gituan, pake selang kalau touring tinggal sedot :D

  6. yan permalink
    28 Januari 2013 07:36

    waduh… ternyata mengantuk bisa diakibatkan krn dehidrasi…Siap Gan.. makasih infonya…

  7. Brodjo permalink
    28 Januari 2013 13:44

    Nice artikel.. banyak sekali artikel yang eyang share sangat bermanfaat .. bertambah lagi deh ilmu saya

  8. 28 Januari 2013 18:08

    saya pernah merasakan gejala2 itu . saya kira karena tekanan darah rendah

  9. ibrahim touring permalink
    30 Januari 2013 12:34

    siap eyang , rompi mau di modif buat kantong air yg sdh ada selang nya jadi saat riding mudah minum nya tinggal ngemut ujung selang nya yg terbuka klo di gigit ujung tutup karet nya yg berfungsi menutup jalan air saat tdk digunakan

  10. 31 Januari 2013 10:30

    Bener sekali bro, air minum kelihatannya sepele tapi sangat diperlukan saat turing. Saat turing jarak jauh saya lbh sering membawa minuman isotonic seperti pocari sweat utk menghindari dehidrasi. Kalau tdk ada, ya air mineral dlm kemasan.

Trackbacks

  1. Jangan Anggap Remeh Dehidrasi Saat Turing Mujiarto Karuk - Catatan Kecil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.400 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: