Skip to content

Berboncengan yang Aman

5 Januari 2013

megelli boncengan

SAYA pernah dua kali kecelakaan saat berboncengan sepeda motor. Pertama pada 25 tahun lalu dan yang kedua sekitar 11 tahun lalu. Saya terlontar dan terluka.

Sejak kejadian terakhir, saya mulai meyakini soal pentingnya berboncengan motor yang aman dan selamat.

Setelah mencaritahu kesana kemari, sekaligus eksperimen pribadi, akhirnya ketemu juga. Jurus itu pun yang hingga kini coba saya terapkan ketika berboncengan. Baik dalam posisi menyetir atau sebagai pembonceng alias boncenger.

1. ‘Menyatu’ dengan pengendara. Tujuan posisi duduk seperti ini agar ketika terjadi guncangan atau berhenti mendadak, boncenger tidak terlontar. Caranya, boncenger melingkarkan tangan ke bagian pinggang pengendara. Berpegangan erat.

2. Menghadap searah. Posisi duduk mengangkang dan searah dengan pengendara. Tujuannya agar keseimbangan sang pengendara teruss terjaga. Terlebih saat manuver berbelok yang cukup riskan jika pengendara dan boncenger posisinya berlawanan arah, satu ke kanan dan satu ke kiri.

3. Tidak melakukan gerakan tiba-tiba. Boncenger diharapkan tidak melakukan gerakan tiba-tiba yang berdampak terganggunya konsentrasi pengendara.

4. Jangan tertidur. Biasanya jika boncenger tertidur, akan menimbulkan gerakan tiba-tiba. Bisa ke kiri atau ke kanan. Bahkan, lebih fatal lagi, terjatuh dari sepeda motor.

5. Hindari berbincang yang memecah konsentrasi pengendara. Lebih elok berhenti dan menepi untuk bercakap-cakap.

6. Memakai headset atau earphone berdua.
Pemakaian alat bantu dengar musik secara bersamaan juga mengusik konsentrasi. Kabel yang bergelantungan merepotkan pengendara.

Tips di atas merupakan pengalaman yang saya lalui. Tentu tiap pemotor punya pengalaman masing-masing.

Saya menulis ini untuk melawan lupa. Jika suatu ketika lupa, tinggal baca lagi catatan ini. (edo rusyanto)

About these ads
15 Komentar leave one →
  1. 5 Januari 2013 00:23

    “menyatu dengan pengendara”
    sumpah risih banget pak kalo boncenger kayak gini, malah konsentrasi jadi kacau balau…
    pernah tertidur juga, untungnya gak terjatuh :mrgreen:

    • 5 Januari 2013 01:11

      Kita coba meminimalisasi risiko :)

  2. 5 Januari 2013 00:30

    Reblogged this on Suetoclub's Blog.

  3. 5 Januari 2013 00:38

    menyatu dengan berkendara itu cara paling ajib http://brigade15.wordpress.com/2013/01/04/tentang-stang-jepit/

  4. ibrahim touring permalink
    5 Januari 2013 06:10

    pak walikota bupati kudu nya paham nih soal ya ….

    kok malah bikin aturan perempuan dibonceng gak boleh ngangkang kudu miring eh nyamping ….

    hadeuuh ade ade ajee wakil rakyat nooh tuh …

    tulisan yg mengingatkan yg lain juga nih eyang …. Ajiiib surajiib

  5. bitlow permalink
    5 Januari 2013 07:23

    terimakasih infonya Pak, harus disampaikan sama yang bikin aturan nggak boleh mbonceng menghadap searah

    http://belitong.wordpress.com/2013/01/04/derita-bro-mario-nungguin-sparepart-vario-125-seperti-nunggu-bang-toyibbb/

  6. wahyu Jerico permalink
    5 Januari 2013 12:27

    Ijin copas share ya broo.. Tq

  7. AhMaYa permalink
    5 Januari 2013 13:09

    Makasih atas infonya Eyang……

  8. 5 Januari 2013 22:19

    mbah kayaknya ada yang lupa disana. . . ..

  9. bukan fb maho permalink
    7 Januari 2013 11:47

    1. ‘Menyatu’ dengan pengendara. Tujuan posisi duduk seperti ini agar ketika terjadi guncangan atau berhenti mendadak, boncenger tidak terlontar. Caranya, boncenger melingkarkan tangan ke bagian pinggang pengendara. Berpegangan erat.

    statement diatas coba saya tambahin ya Kang Edo.

    “Menyatu” saya rasa bukan hanya pengertian secara fisik saja, tapi ada juga “riding rithme” nya. sbg pengendara, kalo boncengernya kaku kayak balok dan sewaktu kita bermanuver selalu iramanya ngak sejalan sungguh capek.

    Akan lebih baik lagi bila Kang Edo membuat artikel gimana sebaiknya menjadi boncenger, misalnya bila pengendara berbelok ke arah kanan, posisi motor pasti akan jadi miring ke kanan, posisi badan boncenger sebaiknya ikut atau melawan ?. :D

    Bila berboncengan dengan yang sama2 mengerti riding teknikal dan seirama, saat melaju pasti akan lebih aman dan nyaman.

    maju trus kang !

    • 7 Januari 2013 14:03

      makasih inputnya bro, salam.

  10. 7 Januari 2013 12:45

    nomor 3 yang serem. pernah kejadian mw nyalip mobil dari kanan, temen langsung bergerak ke kiri. ampir serempetan ama ntu mobil.

    GPL langsung brenti n ane omelin tuh temen yang gerak tiba2 waktu mw nyalip mobil.
    katanya takut…

    cpd…

    cuma karena takut nyalip mobil langsung bergerak tiba2 bikin hilang keseimbangan, untungnya speed gak lebih dari 60KPJ…

  11. Brodjo permalink
    7 Januari 2013 16:54

    Nice artikel nih.. Tips nya sangat berguna :)

  12. 9 Januari 2013 07:47

    nice inpoooh….
    masih seputaran ngangkang…..

    http://sugimasihada.wordpress.com/2013/01/08/ngangkang/

    • 9 Januari 2013 09:20

      Trims bro, salam.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.509 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: