Acungin Jempol Buat yang Ini
SUATU pagi nuansa sekitar Cawang, Jakarta Timur ada yang beda. Saya lihatnya lewat siaran televisi swasta, RCTI.
Penasaran. Saya pantengin terus tuh siaran pagi hari.
“Naik sepeda motor mesti pakai helm,” kata sang host, Denny Cagur, dalam siaran pada Desember 2012 tersebut.
Penggalan kalimat itu yang memincut perhatian saya pada siaran langsung pagi itu. Jarang-jarang nih, di sela acara musik ada ‘kampanye’ keselamatan jalan.
Denny tak sendiri. Dia didampingi host wanita yang memakai topeng. Pagi itu, rupanya mereka sedang ‘kampanye’ pentingnya memamakai helm saat bersepeda motor. Fokus mereka pada fungsi helm dalam mengurangi fatalitas jika pesepeda motor terlibat kecelakaan lalu lintas.
Program ‘selipan’ di tengah acara musik tersebut, bagi saya, cukup menarik. Terlepas dari kejelian produsen helm melihat potensi pemirsa yang cukup besar di acara itu, materi soal helm dan keselamatan jalan, patut diacungi jempol.
Bagaimana tidak, di tengah meruyaknya adegan bersepeda motor yang tidak memakai helm di acara-acara televisi, materi yang dibawakan Denny Cagur bak oase. Menyejukan di tengah teriknya padang pasir program abai keselamatan jalan.
Denny Cagur dalam program tersebut memang tak menyinggung lebih jauh. Kita tahu, Undang Undang (UU) No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) mewajibkan para pengendara sepeda motor untuk memakai helm. Bahkan, ada sanksi bagi pelanggar aturan tersebut. Tinggal pilih, mau sanksi denda yang maksimalnya Rp 250 ribu, atau sanksi pidana maksimal penjara satu bulan.
Pagi itu pada Desember 2012, sang pembawa acara juga membagikan helm kepada pengguna jalan di Cawang, Jakarta Timur. Tak ayal pesepeda motor yang mendapat helm sumringah.
“Dipakai dong helm barunya,” kata sang host wanita.
Iya mbak, supaya mengurangi risiko mesti pakai helm. Setuju? (edo rusyanto)





pak, kalo mau lihat undang-undang transportasi dimana ya?
Bisa ke situs Kemenhub. Salam.
iklan di tipi juga ada yg perlu dikasih jempol ajiib eyang
betapa bahaya nya berkendara sambil berponsel …
mari jadikan keselamatan bersama menjadi suatu kebutuhan bersama
Maaf eyang saya mau nanya kalau biyaya balik nama sama mutasi kendaran R2 kira2 berapaya? Antar dari bandung ke garut terimakasih sblmnya
salut harus lebih banyak yang seperti ini
http://belitong.wordpress.com/2013/01/03/opini-fitur-nggak-bisa-dilawan-dengan-warna/
ada anggapan anjuran memakai helm itu aturan basic bagi pengguna sepeda motor yg anak TK aja tahu, tp apa kita mau jadi anak TK meski tahu tapi enggan mengaplikasikan.
Tetap semangat Eyang, tulis dan kampanyekan
itu kan anggapan orang yang sudah melek aturan dan informasi…sedang yang masih belajar meninterpretasikan aturan itu ya wajib terus diingatkan…anak TK tau tapi belum tentu bisa menginterpretasi…bukan implementasi yaa.. Just my opninion ajah..
keep movin….terus mengingatkan itu penting….masih banyak kok yang dableg….biar panas telinga diingetin lebih baik…..sekali lagi keep movin…
pengaruh media terutama TV memang sangat besar.
harusnya pesan2 seperti acara di atas lebih sering ditampilkan biar lebih dimengerti semua orang..
iya… mantap…
) udah mulai makai helm… tapi alasannya biar gaul… semisal pakai merk ink warna ungu biar keliatan unyu gitu… tapi tak apalah… sementara biar gaul dulu… lama lama juga ngerti pentingnya helm…
Kalo sekarang kayanya remaja (seperti saya
mantap mbah, semoga banyak yang concern ke keselamatan jalan, ditunggu gebrakan RSA selanjutnya!
untuk UU 22 bisa juga diunduh dari scribd saya di sini: http://www.scribd.com/doc/100793683/Law-no-22-year-2009-on-Road-Traffic-Bahasa-Indonesia
sip,,, menarik sekali
makin banyak yang sadar