Ini Dia Alasan Tak Memakai Helm
KERAP kali kita jumpai pemotor tak memakai helm wara-wiri di jalan. Pemandangan seperti itu bakal lebih sering ditemui di sekitar pemukiman. Atau, di area terbatas, misalnya di lingkungan kantor.
Lantas, kenapa mereka enggan memakai helm? Bukankah helm bermanfaat sebagai pelindung kepala dari fatalitas saat terlibat kecelakaan?
Padahal, kita tahu, organ penting tubuh kita di bagian kepala amat penting. Selain ada otak sebagai pusat komando pergerakan tubuh, di bagian kepala juga terdapat organ panca indera penting untuk penglihatan kita.
Tulisan ini bukan hasil penelitian ilmiah. Hanya observasi di sekitar, sedikit tanya sana-sini, dan sedikit pengalaman pribadi.
Hasilnya, ada enam alasan kenapa tidak memakai helm saat bermotor di sekitar tempat tinggal.
Pertama, menganggap tak berisiko. Ada anggapan bersepeda motor di sekitar tempat tinggal tidak berisiko. Jarak dekat diasumsikan tidak berbahaya karena medannya sudah dikenal. Atau, dianggap tidak banyak kendaraan lain.
Kedua, malas. Rasa malas memang abstrak latar belakangnya. Bisa banyak alasannya.
Ketiga, repot. Merasa repot kalau memakai helm untuk jarak pendek. Misal, karena memakai pakaian daerah. Repot saat harus menenteng-nenteng helm.
Keempat, panas. Merasa gerah atau kepanasan. Agak aneh memang, gak rela kegerahaan, tapi ‘siap’ menghadapi fatalitas saat terjebak insiden atau kecelakaan jalan.
Kelima, tidak punya. Mungkin belum sempat beli helm. Mestinya bisa beli helm, maklum harga sepeda motor jauh lebih mahal ketimbang harga satu helm.
Keenam, tidak ditilang. Alasan tidak ada yang bakal menilang banyak dijumpai karena kepatuhan baru muncul saat ada petugas.
Bisa jadi ada alasan lain, misalnya, agar wajah sang pemotor mudah terlihat. Tapi, setidaknya keenam point di atas yang saya temui. Hasil observasi kecil-kecilan di sekeliling tempat tinggal.
Oh ya, saking pentingnya soal helm bagi pemotor, Negara bahkan mengaturnya dalam UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Selain mewajibkan pemotor dan penumpangnya memakai helm, standar helmnya pun diwajibkan yang ber-SNI. Bagi pelanggar aturan itu bakal dibidik sanksi denda maksimal Rp 250 ribu. Pilihan kedua, sanksi kurungan badan maksimal satu bulan. (edo rusyanto)





tidak menghargai pinjaman sang pencipta
http://pertamax7.wordpress.com/2012/04/10/safety-gear-helm-fullface-kyt-rc7/
harusnya ya pake helm biar selamat ya
auuuuuu,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
tambah lagi eyang… kapok beli helm ilang2 terus
http://boerhunt.wordpress.com/2012/10/18/pembatasan-jarak-tempuh-untuk-motor-hmmm/
Hahahaha…menyakitkan memang. Saya pernah kehilangan helm di parkiran. Terpaksa nyarii pinjaman teman di kantor. Apes.
tergantung kesadaran individu,yang…
Satu lg mbah,lebih bagus diletakan dibawah jok motor, khan ada spacy helm-in, jd buat apa pakai helm dikepala, hihiihi
Padahal pakai helm itu basic safety riding
http://irza4627.wordpress.com/2012/10/19/motor-sport-yamaha/
alasannya “halah cuma deket aja kok” itu kbanyakanya..
nitip lapak mas,
[share,penyemangat hidup, inspirasi from sochiro honda]
http://temonsoejadi.wordpress.com/2012/10/20/mengapa-engkau-selalu-ingin-mengeluh/
terima kasih
kepala beton, ckckck
wahhh keren ya gan
baru sadar ternyata itulah yg menyebabkan oran malas memakai helm
helmnya transparan..
Harusnya sadar kalo helm pecah bisa dibeli.. nah kalo kepala pecah.. beli dimana!!! semoga cepat2 sadar deh
Reblogged this on Suetoclub's Blog.