Impresi Pertama Naik Bombardier Kanada
Menjajal sesuatu yang baru biasanya menyenangkan. Rasa ingin tahu dan penasaran berbaur. Perasaan tersebut baru lunas kalau kita sudah mencobanya. Mirip-mirip pertamakali pacaran deh.
Perasaan penasaran saat menjelang test ride kuda besi ternyata beda dengan burung besi. Apalagi saat dikait-kaitkan dengan peristiwa Gunung Salak. Ampun deh.
Kali ini, menjadi pengalaman pertama ‘test ride’ Bombardier seri CRJ1000 NextGen. Burung besi besutan Bombardier Inc, Kanada, itu cukup menyenangkan. Tampilannya ramping jika dibandingkan Boeing 737-900 ER. Ya iyalah, jet yang satu ini hanya berkapasitas 96 kursi, sedangkan si boeing tadi bisa ratusan orang.
Saat menjajal dari Jakarta ke Makassar, Jumat (12/10/2012) pagi, awak Garuda Indonesia tampak ceria. Pramugari berseragam oranye dan hijau tosca membuat kesegaran tersendiri di dalam burung besi seharga US$ 36 juta per unit itu. Mereka melayani dengan penuh antusias. Barangkali karena ini adalah pesawat pertama yang dibeli Garuda dari Kanada. Perusahaan pelat merah ini sudah meneken perjanjian jual beli 18 unit Bombardier pada Februari 2012. Pesawat yang kami jajal kali ini merupakan yang pertama. Garuda bakal menerima secara bertahap. Pada Oktober 2012 sebanyak dua unit dan seterusnya hingga akhir 2012 total sebanyak lima unit. Perjalanan dua jam dengan pesawat berkode PK-GRA dari Jakarta ke Makassar menjadi cukup menyenangkan. Walau, lazimnya pesawat jet berkapasitas di bawah 100 penumpang, suasana di dalam kabin terasa sempit. Tentu saja jika kita membandingkan dengan pesawat berbadan lebar. Bombardier CRJ1000 Nex Gen ditata dua kursi di kanan dan dua kursi di kiri. Garuda membagi dua kelompok, ada kelas bisnis dan kelas ekonomi.
Saat ini, di Indonesia beredar pesawat-pesawat buatan asing. Mayoritas adalah besutan Boeing (Amerika Serikat) dan Airbus (Eropa). Tapi ada juga MA buatan Cina atau CN 235 buatan Indonesia. Nah, kehadiran bombardier di Garuda merupakan kali pertama besutan Kanada di maskapai komersial Indonesia.
Setelah dua jam mengudara sekitar pukul 10.30 WITA pesawat mendarat di Bandara Sultan Hasanudin, Makassar. Ada goyangan sedikit. "Biasa ini," kata bro Haryo.
Para penumpang bertepuk tangan sebagai apresiasi rampungnya penerbangan perdana. Menteri Perhubungan EE Mangidaan dan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar bergegas turun untuk melakukan peresmian tanda diterimanya pesawat tersebut. (edo rusyanto)
- rps20121012 111018
- rps20121012 111049
- rps20121012 111131
- rps20121012 111156
- rps20121012 111235
- rps20121012 111352










ajib eyang
Asyik juga. Seru.
Cakep.
Yang oranye
Aha!
wow, pesawat londo
Kanada persisnya
xixixx, josssssss
bedanya kelas bisis ama ekonomi apa mbah?
737-900ER antar seat nya lumayan sempit,eyang…
Lion yg ekonomi disetting seperti itu bro.
mantep mas, sya jadi kepengen hehe
nitip jemuran mas
http://temonsoejadi.wordpress.com/2012/10/11/siapa-yang-berani-menjamin-hidupmu/
terima kasih
Kalau ditulis secara literair akan lain hasilnya, kita kan ikut merasakan naik dst. Mangap kini wartawan males menulis deskriptif naratif?
belum pernah naik pesawat T.T