Langsung ke isi

Mengintip Uji Emisi Mobil

4 Oktober 2012

JUTAAN kendaraan wara-wiri di Jakarta. Maklum, data Polda Metro Jaya menyebutkan, tak kurang dari 13 juta kendaraan beredar di wilayah tersebut. Hampir sekitar 9,8 juta unit adalah sepeda motor, sisanya mobil.
Bayangkan jika kendaraan tersebut bergerak serempak. Bagaimana kemacetan lalu lintas jalan yang ditimbulkan. Atau, seberapa besar polusi udara yang disumbang oleh mereka. Nah loh!
Rabu (3/10/2012) siang, saat melintas di kawasan Gelora Senayan, Jakarta Pusat, saya menemui aktifitas uji emisi di depan Patung Panahan, Senayan. Rasa penasaran mendorong saya untuk berhenti. Berbincang-bincang dan tentu saja potret sana, potret sini.
“Ini kegiatan uji emisi dalam rangka mengevaluasi kualitas udara perkotaan,” ujar Yayat, dari Kantor Lingkungan Hidup, Pemerintah Kota Jakarta Pusat, saat berbincang dengan saya, Rabu siang.
Saya tengok ke sekeliling. Ada empat lajur untuk menguji gas emisi buang kendaraan. Tiga untuk kendaraan berbahan bakar bensin (premium dan pertamax), serta satu lajur untuk kendaraan berbahan bakar solar.
Sejumlah petugas tampak mengatur kendaraan yang lalu lalang. Ada dari kepolisian dan ada dari dinas perhubungan (dishub) pemprov DKI Jakarta. Sedangkan di area pengujian tampak sejumlah tenaga yang memakai baju dengan tulisan dari berbagai produsen mobil.
“Uji emisi yang kami lakukan ini bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup. Mereka biasanya menggelar uji emisi satu kali setahun, sedangkan yang dari kami sebanyak dua kali setahun,” kata Yayat lagi.

Menurut dia, dengan pengujian emisi tersebut diharapkan udara di Jakarta bisa lebih bersih lagi. Selama ini Jakarta dikenal dengan kota yang memiliki tingkat pencemaran udara cukup tinggi. “Mereka yang tidak lulus uji emisi kami minta agar merawat mobilnya dengan baik atau menservisnya ke bengkel,” tutur dia.

Hari itu, uji emisi gratis digelar mulai pukul 08.00 dan berakhir pada 13.00 WIB. Ada sekitar 900-an mobil yang berhasil di uji. “Ada sekitar 150-an mobil berbahan bakar solar yang tidak lulus uji emisi,” tutur seorang wanita yang mencatat pengujian.

Tampaknya kesadaran untuk melakukan uji emisi di kalangan pemobil harus terus ditingkatkan. Selain membuat udara lebih nyaman, polusi yang dikeluarkan juga bisa merusak kesehatan para pengguna jalan. “Saya tadi diminta petugas masuk kesini disuruh untuk uji emisi,” kata seorang sopir mobil boks yang saya temui siang itu. (edo rusyanto)

About these ads
5 Komentar leave one →
  1. 4 Oktober 2012 08:54

    langkah yang bagus untuk belajar tanggung jawab bagi pemilik terhadap kendaraanya, akan tetapi moda transportasi massal (bus, angkot) jarang sekali tersentuh kegiatan seperti ini (imho)

    • 4 Oktober 2012 09:53

      Betul. Saat saya singgah ke uji emisi gratis itu, saya gak melihat angkutan umum seperti angkot atau kopaja.

  2. kong firman permalink
    4 Oktober 2012 11:39

    pernah liat wktu plng dri rawamangun,tp lupa nama daerahnya,eyang..
    Tp kyanya bkan ksadaran pengemudi dah,coz ane liat langsung dijegat polisi tuk masuk ktmpt uji emisi,kebanyakan sie mobil box yg dijegat.. :D

    • 4 Oktober 2012 16:53

      Persis, mobil2 dicegat oleh petugas agar ikut uji emisi.

  3. 4 Oktober 2012 17:18

    go grenn indonesia…maju terus

    nitip mas[renungan bagi yang suka mendhalimi ibunya]
    http://temonsoejadi.wordpress.com/2012/10/04/ingatlah-akan-jasa-ibumu/

    terima kasih

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.297 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: