Langsung ke isi

Duka Bukit Soeharto dan Sibolga

2 Oktober 2012

MULUSNYA jalan aspal Balikpapan-Samarinda, Kalimantan Timur bisa melenakan pengemudi. Lengah sedikit, bisa ‘ciuman’ berujung maut. Kepolisian setempat menyebutkan, setidaknya ada tiga titik di kawasan tersebut yang dikenal rawan kecelakaan lalu lintas jalan.
Di penghujung September 2012, kita sodori kabar tewasnya sembilan pengguna jalan akibat tabrakan dua mobil. Peristiwa itu terjadi di KM 56 kawasan Tahura Bukit Soeharto itu, Jumat (28/9/2012) pagi berkisar pukul 07.00-00.08 waktu Indonesia tengah (WITA). Tabrakan terjadi adu banteng antara truk dan minibus Daihatsu Xenia. Sopir truk diduga terlalu ke kanan hingga melewati marka jalan dan akhirnya bertabrakan dengan Xenia tersebut. Sembilan orang yang tewas adalah penumpang dan pengemudi Xenia. Sedangkan sopir dan dua kernet truk selamat.
Sang sopir truk, seperti dikutip dari http://ntmc-korlantaspolri.blogspot.com/, Sandi (26 tahun), belakangan ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat pasal 310 ayat 4 UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAT). Sang sopir terancam sanksi penjara maksimal enam tahun dengan denda maksimal Rp 12 juta.
Duka anak negeri yang cukup menyita perhatian lainnya adalah kasus di Jalan Barus-Sibolga Km 12, Kelurahan Sosorgadong, Kecamatan Sosorgadong, Tapteng, Selasa (18/9/2012) sekira pukul 13.30 waktu Indonesia bagian barat (WIB).
Dua sepeda motor bertabrakan adu banteng. Empat orang tewas seketika. Situs http://www.metrosiantar.com menyebutkan, peristiwa bermula ketika Jhon Piter, pengendara sepedamotor APP KTM bermaksud hendak memotong mobil di depannya. Namun, karena jalan agak bergelombang dan diduga tidak melihat ada kendaraan di depannya, sepeda motor yang ditunggangi Jhon bertabrakan dengan sepedamotor Alimudin. Kedua pengendara sepedamotor berikut yang duduk di boncengan masing-masing pun terpelanting ke aspal jalan. Tewas.

Peristiwa di Sibolga itu menyodorkan fakta bagaimana faktor jalan dan faktor manusia demikian dominan. Ketika hendak mendahului, kita sebagai pemotor mesti memastikan kondisi dari arah berlawanan cukup aman. Namun, soal faktor jalan, di luar kuasa kita. Jalan bergelombang atau jalan berlubang tanggung jawab penyelenggara jalan, yakni kementerian pekerjaan umum atau pemerintah daerah.
Hanya saja, sebagai pemotor, kita terus dituntut waspada. Penuh konsentrasi saat berkendara. Sebagai aspek melihat dan terlihat, kita dituntut melihat medan di depan sebagai jalan yang hendak dilewati. Melepas sejauh mungkin pandangan di depan kita untuk bekal mengambil keputusan. Cukup amankah untuk mendahului? Atau, tahan sesaat. Lebih baik terlambat beberapa saat, daripada hilang dalam sekejap.
Sedangkan jalan aspal yang mulus dan lurus jangan dianggap remeh. Biasanya jalan seperti itu melenakan kita. Bisa-bisa malah mengantuk. Konsentrasi mutlak. Bukan tak mungkin ada pengguna jalan yang lengah dan membahayakan kita.
Ikhtiar dan ikhtiar. Cuma itu yang kita bisa lakukan ketika di jalan. Semaksimal mungkin menerapkan pola berkendara yang aman dan selamat. (edo rusyanto)

About these ads
10 Komentar leave one →
  1. 2 Oktober 2012 06:47

    Innalilahi… semoga mjd pelajaran bagi kita dlm berkendara

  2. 2 Oktober 2012 12:52

    miris. jlnan sungguh ironis, disaat jln udah bagus, pemakainya yg ngawur n sebaliknya.

    • 2 Oktober 2012 13:19

      Faktor manusia ternyata kuncinya ada diseputar konsentrasi berkendara. Yuk terus fokus saat berkendara. Salam.

  3. 2 Oktober 2012 14:48

    Huffr……. duwit pada dikorupsi…Rakyat jelata yg jadi korbanya….

  4. aryanto permalink
    2 Oktober 2012 15:51

    betul poros samarinda-balikpapan sampai KM 60 udah 3 kecelakaan dalam 3 minggu ini. pertama truck keluar jalur, terguling, trailer kontainer tergling, taxi argo keluar jalur, dan trakir xenia-DT yg menelan 9 korban….ngeri belum keitung yang motor.

  5. fitready permalink
    3 Oktober 2012 05:45

    makanya kalo lewat balikpapan – samarinda mampir dulu di RM. Thu Smdg, lebih baik keenakan diperut daripada kelengahan dijalan,
    “Salam satu tahu”

    • 3 Oktober 2012 08:34

      Saya pernah mampir juga tuh disitu. Masih ada gak yah?

  6. fitready permalink
    3 Oktober 2012 15:45

    wah,, tambah rame tuh pak, malah ada cabang yg sama besarnya di jalan antara samarinda – bontang.
    “Salam Surveyor”

  7. 3 Oktober 2012 16:05

    ngeri jika adu bannteng…hmmm serem

    nitip artikel mas
    [tanyai diri kamu, untuk apa hidupmu selama ini?]
    http://temonsoejadi.wordpress.com/2012/10/03/hidupmu-untuk-apa-saja/

    terima kasih

Lacak Balik

  1. Polisi Aceh pecahkan rekor MURI | ambangbatas

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.239 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: