Begini Sebaran Sepeda Motor di Indonesia
PASAR sepeda motor di Indonesia masih moncer. Sekalipun ada penurunan pada Januari-Agustus 2012 dibandingkan periode sama 2011, ceruk pasarnya masih gemuk. Khusus penjualan di pasar domestik, pada periode itu, pasar sepeda motor melorot sekitar 13,96% menjadi 4,68 juta unit.
Dari total penjualan para anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi) tersebut, Jawa menjadi wilayah yang menyerap paling banyak. Sekali lagi, khusus pasar domestik, Jawa menyerap sekitar 58,01% yakni sekitar 2,71 juta unit.
Volume penjualan di Jawa memang melemah tipis, yakni sekitar 3,33% jika dibandingkan periode sama 2011. Tapi, karena wilayah lain pun mencatat penurunan, konstribusi Jawa masih paling dominan. Bahkan, untuk periode delapan bulan di rentang 2010-2012, kontribusi Jawa merupakan yang tertinggi.
Sumatera sebagai wilayah nomor dua terbesar dalam menyerap penjualan sepeda motor, per akhir Agustus 2012, harus mencatat penurunan. Kontribusinya hampir mendekati raihan pada 2010, yakni sekitar 22%. Dari segi volume, penjualan delapan bulan 2012, tercatat sekitar 30,94%. Cukup dalam memang. Pelemahan harga komoditas dituding ikut andil melemahkan pembelian sepeda motor. Entah benar, entah tidak. Pastinya, hal serupa juga terjadi di pulau ketiga terbesar, yakni Kalimantan.
Di Borneo, penurunan penjualan cukup dalam, yakni sekitar 20,43% menjadi sekitar 412 ribuan unit. Mirip dengan penurunan penjualan di Sulawesi yang sekitar 21,43%.
Sementara itu, pemain terbesar di bisnis sepeda motor pada Januari-Agustus 2012, masih dipegang oleh Honda. Produsen ini menguasai sekitar 62,19% pasar domestik. Dari segi volume, Honda masih tumbuh positif sekitar 8% menjadi sekitar 1,68 juta unit.
Posisi kedua dan ketiga dipegang masing-masing oleh Yamaha (30,56%) dan Suzuki (5,57%).
Oh ya, soal pasar Jawa kenapa masih cukup dominan, pernah saya tulis. Kira-kira seperti ini.
Secara umum bisa disebutkan beberapa faktor pendukung tingginya penjualan motor di Jawa. Sebut saja misalnya, daya beli konsumen yang relatif stabil. Bandingkan dengan wilayah di luar Jawa seperti Kalimantan dan Sumatera yang digadang-gadang amat terpaku oleh fluktuasi harga komoditas.
Selain itu, gaya hidup masyarakat perkotaan di Jawa membutuhkan sepeda motor sebagai alternatif. Maklum, transportasi umum massal masih dianggap belum aman, nyaman, selamat, tepat waktu, dan terjangkau. Atau, jangan-jangan gaya hidup masyarakat perkotaan yang individualistis sehingga lebih suka jenis kendaraan yang individual seperti motor ketimbang naik angkutan kota (angkot).
Di sisi lain, bisa jadi gaya hidup gonta-ganti kendaraan mengikuti ritme produsen yang gemar meluncurkan produk anyar. Ada pameo, setiap tiga tahun ganti motor. Tiga tahun adalah rentang waktu atau tenor kredit motor. Atau, tiga tahun adalah rentang waktu kualitas prima sang kuda besi. Ada anggapan, ketika melewati tiga tahun, jika mau menjual sepeda motor bekas, harganya bakal melorot. Akh ada-ada saja. (edo rusyanto)






Oooo
Yg waras harus punya motor.
Irit waktu, irit biaya.
wah jawa lbh dr 50%
Pantesan AHM belum mau menggebrak di Sulawesi yg hanya punya demeand 6.62% dan membiarkan kompetitornya berjaya di sana.
g bahas perubahan nama dan logo toyota – daihatsu eyang
mugkin bisa2 honda ketularan kn sama2 astra..
Jawa, pulau dengan penduduk terpadat di dunia. Bener-bener sesek deh.
jawa mendominasi mantapp
nitip lapak mas,
[mari bersyukur]
http://temonsoejadi.wordpress.com/2012/09/26/bersyukur-mesti-cuma-10ribu/
Pulau jawa paling mendominasi.. mungkin motor sebagai alternatif transportasi