Jawa Kok Hanya Turun Tipis?
PENJUALAN sepeda motor di Indonesia pada rentang Januari-Agustus 2012 anjlok 13%. Bertolak belakang dengan penjualan mobil yang justeru melonjak sekitar 23%. Hal yang jarang terjadi.
Tapi, sekalipun secara nasional terjadi penurunan tajam, khusus untuk di pulau Jawa, hanya turun tipis. Di wilayah ini, penjualan anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi) justeru melonjak 3,33%. Ada apakah gerangan?
Pasti banyak alasannya. Sebelum sampai sana, coba lihat tren tiga tahun terakhir pasar motor di Jawa, khususnya untuk periode delapan bulan.
Tahun ini merupakan yang terbaik untuk periode tersebut. Maklum, tahun sebelumnya, pasar Jawa justeru melesu. Bila pada Januari-Agustus 2010 terjual sekitar 2,9 juta unit, pada 2011, justeru turun tipis menjadi 2,8 juta unit. Nah, tahun ini juga turun, tapi lebih tipis yakni hanya 3,33%. Jawa masih bertahan.
Melemahnya pasar Jawa tak bisa ditahan sekalipun sang pemimpin pasar, yakni Honda mampu menaikkan volume penjualan sekitar 8,3%. Pada periode delapan bulan 2012, Honda mencatat penjualan 1,68 juta unit.
Untuk menyegarkan ingatan kita semua, pangsa pasar Honda di Jawa menyentuh angka 62,19% per akhir Agustus 2012. Raihan itu merupakan yang tertinggi sepanjang tiga tahun terakhir. Pada 2010 dan 2011, masing-masing hanya sebesar 49% dan 55,98%.
Selain Honda, tiga anggota Aisi lainnya pun menorehkan penjualan positif. Hanya saja, penguasa pangsa pasar terbesar kedua yaitu Yamaha, justeru merosot sekitar 23,18% menjadi 830 ribuan unit.
Sebenarnya, lonjakan terbesar pada delapan bulan 2012 dicatat oleh Kawasaki. Produsen itu melonjak hingga 76%. Dahsyat kan? Hanya saja, volume penjualan Kawasaki masih kecil, yaitu sekitar 43 ribuan unit. Karena itu, tidak terlalu signifikan mendorong pasar di Jawa.
Suzuki juga melonjak. Bahkan, lebih besar dibandingkan Honda, yakni sekitar 58,42%. Lagi-lagi, karena volume penjualan Suzuki hanya sekitar 151 ribuan unit, imbasnya tak terlalu gede untuk mendorong pasar Jawa. Oh ya, Suzuki hanya menguasai sekitar 5,57% pasar Jawa. Jauh di bawah Yamaha yang sekitar 30,56%.
Faktor Pemicu
Lantas, kenapa pasar sepeda motor di Jawa bisa melonjak pada Januari-Agustus 2012? Sampai-sampai, kontribusi Jawa membengkak yaitu dari 51,15% menjadi 57,05% terhadap penjualan pasar Indonesia.
Secara umum bisa disebutkan beberapa faktor pendukung tingginya penjualan motor di Jawa. Sebut saja misalnya, daya beli konsumen yang relatif stabil. Bandingkan dengan wilayah di luar Jawa seperti Kalimantan dan Sumatera yang digadang-gadang amat terpaku oleh fluktuasi harga komoditas.
Selain itu, gaya hidup masyarakat perkotaan di Jawa membutuhkan sepeda motor sebagai alternatif. Maklum, transportasi umum massal masih dianggap belum aman, nyaman, selamat, tepat waktu, dan terjangkau. Atau, jangan-jangan gaya hidup masyarakat perkotaan yang individualistis sehingga lebih suka jenis kendaraan yang individual seperti motor ketimbang naik angkutan kota (angkot).
Di sisi lain, bisa jadi gaya hidup gonta-ganti kendaraan mengikuti ritme produsen yang gemar meluncurkan produk anyar. Ada pameo, setiap tiga tahun ganti motor. Tiga tahun adalah rentang waktu atau tenor kredit motor. Atau, tiga tahun adalah rentang waktu kualitas prima sang kuda besi. Ada anggapan, ketika melewati tiga tahun, jika mau menjual sepeda motor bekas, harganya bakal melorot. Akh ada-ada saja.(edo rusyanto)






Punya motor adalah keharusan.
(lha yg punya blog aja pake motor)
Hehehe
Saat ini masih menjadi alternatif transportasi.
jakarta masuk jawa nggak mbah? siul2
transportasi masal yang benar2 gagall bikin masyarakat berbondong2 pake motor:(
Ya. Jakarta butuh transportasi massal umum yg aman, nyaman, aman, selamat, dan terjangkau.
setujuh ./.
Saya sangat setuju dengan statement eyang “gaya hidup masyarakat perkotaan di Jawa membutuhkan sepeda motor sebagai alternatif. Maklum, transportasi umum massal masih dianggap belum aman, nyaman, selamat, tepat waktu, dan terjangkau”
Iya nih, di jogja saja kini makin padat jalanannya. Dipenuhi kendaraan yang bejubel, apalagi jam berangkat dan pulang kantor. Macet…