Waspada Kondisi Jalan
Belakangan saya menjumpai galian jalan untuk pipa air minum. Jalan Jakarta digali untuk pemasangan pipa air. Prosedurnya cukup standar. Lubang yang digali diberi tanda dan usai pekerjaan, lubang ditutup aspal. Walau tak sempurna.
Persoalannya adalah saat penggalian yang menimbulkan lubang dan jalan licin. Kita pemotor harus waspada. Memang, belum mendengar kasus kecelakaan akibat hal itu. Tapi, pernah terjadi hal tersebut beberapa waktu lalu. Kejadian yang membuat insiden kecelakaan terjadi di jalan Sudirman, jantung kota Jakarta. Galian membahayakan.
Kita pemotor harus super waspada terhadap kondisi jalan. Kita tahu, faktor jalan bisa memicu kecelakaan.
Data Korlantas Mabes Polri menyebutkan, pada 2011, faktor jalan menjadi kontributor kedua terbesar, yaitu 28,17%.
Faktor manusia masih teratas. Tahun lalu, ada 127 ribuan kasus kecelakaan. Sebanyak 86 korban tewas setiap hari.
Menurut data Korps Lantas Mabes Polri faktor jalan memiliki delapan aspek yang bisa memicu kecelakaan. Salah satunya, jalan rusak.
Soal jalan rusak dan perbaikannya, ada berita menarik di koran Investor Daily, edi Selasa (18/9/2012).
Anggaran pemda untuk pembangunan infrastruktur jalan dinilai belum mampu mengimbangi pertumbuhan kendaraan bermotor.
Ujungnya, kualitas jalan nasional maupun jalan provinsi semakin buruk. Ini bahaya dan bisa memicu kecelakaan. Kata Ekonom Senior dari Bank Dunia, paskakrisis ekonomi pada 1998, investasi infrastruktur, terutama jalan, meningkat. Tapi, kualitas jalan tidak membaik. Kualitas infrastruktur jalan terus menurun sehingga biaya transportasi meningkat.
Bank Dunia bilang, penurunan kualitas jalan membuat waktu tempuh perjalanan menjadi lebih lama. Contohnya, di Indonesia untuk menempuh jarak 100 kilometer, rata-rata butuh 2,7 jam. Bandingkan dengan di Cina yang hanya membutuhkan 1,2 jam dan Thailand 1,3 jam untuk jarak tempuh yang sama.
Daan bilang, selama ini kita banyak membuang waktu dan biaya tinggi di jalan. Kita jadi ‘tua’ di jalan.
Pemda cenderung memilih membangun jalan ketimbang memperbaiki dan merawat jalan yang ada. Kebijakan itu berdampak hanya 43% jalan di kabupaten/kota yang berada dalam kondisi baik dan sedang.
Jalan nasional yg hanya 38.570 kilometer atau 8,8% dari total jalan di Indonesia, kondisi jalannya lebih baik. Sekitar 86% jalan nasional dalam kondisi baik. Ada ketimpangan antara kondisi jalan nasional dan jalan kabupaten/kota.
Ke depan, kata Daan, kebijakan yang harus ditempuh adalah perbaikan kualitas jalan guna meningkatkan utilitasnya.
Alokasi pemerintah provinsi, kabupaten/kota untuk perawatan dan perbaikan jalan rata-rata Rp 14,9 triliun per tahun. Padahal, perhitungan Bank Dunia, setidaknya diperlukan anggaran Rp 32,5 triliun untuk perawatan jalan. Jalan rusak juga bikin biaya logistik lebih besar. Ujungnya, bikin ekonomi biaya tinggi. Indonesia masih kalah bersaing di kancah dunia.
Pemerintah diminta memperketat pengawasan guna mencegah korupsi anggaran infrastruktur dan penggunaan dana untuk kepentingan birokrasi.
Komite Pemantau Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) menilai, masih banyak praktik korupsi di daerah yang memicu makin rendahnya kualitas infrastruktur. Peneliti KPPOD Ratnawati Muyanto bilang, hasil penelitian 2007-2010, anggaran infrastruktur terus meningkat, tetapi kualitas infrastruktur justru memburuk.
Praktik korupsi dinilai menjadi salah satu penyebab buruknya kualitas infrastruktur di Tanah Air. Dari catatan KPK, masih ada 70% penyalahgunaan belanja pemerintah yang dilakukan di daerah. Pada 2010, sebanyak 17 gubernur & 13 bupati/walikota jadi tersangka korupsi. Hal itu sekaligus mengindikasikan masalah korupsi telah mempengaruhi kualitas infrastruktur jalan.
Periode 2007-2011, anggaran belanja pemda kabupaten/kota untuk infrastruktur berkisar 11-13%. Namun , peningkatan anggaran tidak secara signifikan memicu kenaikan kualitas infrastruktur
Kalau begitu, tak heran jika kita melihat jalan berlubang atau bergelombang. Bahkan, tidak dilengkapi marka dan rambu jalan. Atau kondisinya rusak.
Padahal, kita tahu, pada 2011, marka rusak atau tak ada marka berkontribusi 15,74% terhadap faktor jalan. Jalan berlubang berkontribusi 15,10% atau keempat terbesar. Kondisi ini lebih berbahaya kala tertutup genangan air.
Sedangkan jalan rusak, berkontribusi 11,18% atau kelima terbesar di antara unsur faktor jalan. Memang faktor jalan yang paling besar adalah tikungan tajam. Ini paling dominan, yaitu 25,32%. Jgn paksakan diri mendahului di tikungan ini. Apalagi melibas garis lurus menyambung dan tidak memperhatikan kendaraan dari arah berlawanan. Jalan yang licin menjadi aspek ketiga, yakni menyumbang 15,42%. Hindari rem mendadak di jalan licin.
UU No 22/2009 ttg Lalu Lintas & Angkutan Jalan memberi sanksi bagi penyelenggara jalan yg lalai. Penyelenggara jalan wajib segera dan patut untuk memperbaiki jalan rusak yang dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Jika belum diperbaiki, jalan yang rusak wajib diberi tanda atau rambu untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Jalan rusak yang mengakibatkan kecelakaan, menimbulkan korban luka ringan, bisa menyeret penyelenggara jalan dipenjara maks enam bulan atau denda maks Rp 12 juta.
Tapi, kalau kecelakaannya bikin korban luka berat, penyelenggara jalan bisa dipidana maks satu tahun atau denda maks Rp 24 juta. Bikin korban tewas sanksinya maks lima tahun atau denda paling banyak Rp 120 juta.
Nah, penyelenggara jalan yang tidak memberi tanda atau rambu pada jalan yang rusak dan belum diperbaiki bisa dipidana penjara maks 6 bulan atau denda maks Rp 1,5 juta. Semoga faktor jalan tidak banyak memicu jalan, kuncinya, kepedulian penyelenggara jalan untuk terus memperbaiki jalan yang rusak. (edo rusyanto)







smoga perawatan jalan bs jd prioritas utama..
3 Besar ga ya?
2
3 hari yg lalu ane kena lubang eyang,.
Lubang di jalan mana? Kondisi bgm?
di jl. jend. sudirman Tangerang eyang.. tepatnya di turunan fly over PLN Cipondoh,..di ats flyover pun jalanannya kurang bagus padahal termasuk baru.
dulu pernah ada yg jatuh kena lubang di situ,..dan sempet diaspal yang berlubangnya tapi kmaren ane kena lubang itu mungkin tambalannya gak bagus jd berlubang lagi
.
http://aaikhwan.wordpress.com/2012/02/15/fly-over-tangerang-memakan-korban/
Jalanan khususnya di Jakarta sangat mengkhawatirkan banyak sekali kendalanya kalau tidak jalanan rusak ya banyak sekali ranjau paku bertebaran di jalan
yg parah tu ada lubang tapi tidak dikasih tanda,,,sehingga waktu mlm banyk memakan korban
ijin menyimak dan nitip tulisan mas
http://temonsoejadi.wordpress.com/2012/09/22/kenapa-engkau-mengeluh/
terima kasih