Langsung ke isi

Nyoblos di Pelosok Kampung Jakarta

20 September 2012

PILKADA kali ini adalah yang terberat bagi pasangan Foke-Nara. Pasalnya, pada putaran pertama, pasangan itu tertinggal 8% dari lawannya, Jokowi-Basuki.
Itu adalah pernyataan seorang reporter tv saat siaran langsung jalannya pemilu kepala daerah DKI Jakarta, Kamis (20/9/2012) pagi.
Saya menyaksikan siaran itu seusai mencoblos di tempat pemungutan suara (TPS), Cipayung, Jakarta Timur, sekitar pukul 10.00 WIB. Suasana di TPS cukup ramai oleh warga, maklum sekitar 500-an pemilik hak suara terdaftar di TPS itu.
Cuaca mendung pagi itu. Langkah kaki menuju TPS agak berat, maklum sedang tidak sehat. Mengingat hak suara untuk menentukan kepala daerah setara dengan membuat sejarah, saya coba terus semangat.
Setiba di TPS, tenda tempat bilik suara berdiri sederhana. Di bawahnya berjajar kursi plastik berwarna merah sebagai tempat duduk warga yang menunggu giliran. Para panitia dan saksi terlihat duduk rapih. Meja kayu menjadi tempat berkas kertas suara dan kudapan. Daftar nama pemilih terpampang di papan sebelum masuk areal bilik suara.
Tak lebih dari 10 menit menunggu, saya mendapat giliran mencoblos. Usai mencoblos kertas suara bergambar calon gubernur DKI Jakarta, kertas itu dimasukkan ke kotak suara berlogo Komisi Pemilihan Umum (KPU). Setelah itu, jari tangan diwajibkan dimasukan ke dalam botol tinta berwarna biru pekat. Tinta di jari sebagai bukti telah mencoblos.

Inilah pencoblosan putaran kedua, setelah pada putaran pertama,Rabu (11/7/2012), enam calon gubernur tidak ada yang meraih angka 50% lebih satu. Karena itu, dua peraih angka teratas, harus mengikuti putaran kedua. Cagub Fauzi Bowo-Nachrowi dan Joko Widodo-Basuki Purnama atau A Hok, menjadi dua pasangan yang bersaing di putaran kedua.
Perang urat syaraf dari para pendukung kedua kandidat cukup hangat di media sosial. Bahkan, saat pencoblosan, hampir semua stasiun televisi menyiarkan secara langsung jalannya pemilu kepala daerah. Salah satunya di Indosiar yang menyebutnya dengan acara ‘Kendurian Jakarta’. Acara yang dipandu presenter Tina Talisa itu, menggandeng Lembaga Survey Indonesia (LSI) menggelar hitung cepat. Hasilnya? Hingga sekitar pukul 15.30 WIB, sudah 100% suara yang masuk hitung cepat LSI, pasangan Foke-Nara mengantongi 46,19%, sedangkan Jokowi-Ahok sebesar 53,81%. Sudah bisa diperkirakan siapa yang bakal memenangi pemilu kepala daerah DKI Jakarta. Selamat buat pasangan terpilih. Jangan lupa janji saat kampanye. Saya jadi ingat saat pertemuan dengan Jokowi beberapa waktu lalu. Sekali lagi, selamat dan bangun Jakarta yang lebih manusiawi, termasuk di jalan raya. Kita semua tahu, jalan raya Jakarta tiap hari rata-rata menelan tiga korban jiwa. Setop! Bikin program lebih peduli keselamatan jalan Pak Gubernur. (edo rusyanto)

About these ads
4 Komentar leave one →
  1. 20 September 2012 17:41

    mantab

  2. Vyzex permalink
    20 September 2012 19:16

    Wah..selamat membuat sejarah
    Semoga jakarta lebih baik

    • 20 September 2012 19:20

      Aminnnn…smoga Jakarta kian steril dari kecelakaan lalu lintas yg fatal.

  3. 20 September 2012 23:04

    PILKADA kali ini adalah yang terberat bagi pasangan Foke-Nara.
    ________________________________________________________
    tidak hanya terberat… tapi juga terakhir…

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.295 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: