Kang JJ Terkesima Disiplin Lalin Jepang
PENGELANA bersepeda motor, asal Indonesia, Jeffrey Polnaja, punya kesan tersendiri soal Jepang. Pria yang menunggang sepeda motor BMW R1150GS bernopol B 5010 JP itu, menaklukan aspal Jepang sepanjang 3.000 kilometer selama dua pekan.
Perjalanan di Jepang adalah rangkaian dari perjalanan keliling dunia yang diberi tajuk Ride for Peace. Kali ini merupakan penjelajahan keliling dunia seorang diri yang kedua dengan sepeda motor. Sebelumnya, 2006-2008, Jeffrey telah menaklukkan 72 negara mulai dari Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Eropa.
“Masyarakat Jepang sungguh ramah. Mereka dengan ringan tangan siap membantu siapapun yang membutuhkan,” kenang Jeffrey yang kondang disapa Kang JJ, dalam publikasinya yang saya terima, Selasa (18/9/2011). Saat publikasi ini dikeluarkan, Kang JJ sudah ada di Busan, Korea Selatan.
Jepang dijelajah pria asal Bandung, Jawa Barat itu, setelah menaklukkan kawasan liar Siberia di Rusia. Menggunakan angkutan penyeberangan laut dari Sakhalin, Rusia, Jeffrey mendarat di pelabuhan Wakkanai, Hokkaido, di utara Jepang pada 31 Agustus 2012. Dari situ, selama dua pekan, pengelana kelahiran Bandung, Jawa Barat, ini menjelajah hingga daerah Shimonosheki di selatan Jepang.
“Menurut saya masyarakat Indonesia perlu belajar dari kedisiplinan dan sikap tenggang rasa penduduk Jepang. Dulu masyarakat kita terkenal ramah, namun belakangan ini kesan itu terasa jauh,” kata dia.
Jeffrey kesengsem atas budaya masyarakat di Jepang yang tertib dan disiplin dalam berlalu lintas. Tidak hanya Indonesia, kata dia, bangsa Eropa juga pantas belajar dari cara orang-orang Jepang berlalu lintas. Dia mengaku, saat menunggang sepeda motor selalu diperhatikan oleh setiap pengguna mobil, bus, dan truk di Jepang. “Saya diberikan jalan ketika mereka melihat ada saya di belakang,” katanya.
Ketika berada di Jepang Jeffrey ditemani seorang penjelajah lokal bernama Shoichi Saga yang ditemuinya di Siberia. Bersama Saga, Jeffrey dikenalkan banyak sisi menarik dari Jepang yang tak banyak diketahui wisatawan. Salah satunya adalah pemandian air panas Komanoyu atau Bear Hot Spring yang terdapat di daerah Hokkaido.
Pengalaman istimewa lain yang diterima Jeffrey saat menjelajah di Jepang adalah memenuhi undangan Festival Indonesia 2012 yang diselenggarakan Kedutaan Besar Indonesia di Tokyo pada 8-9 September 2012.
Selamat berpetualang Kang JJ. Semoga lancar kembali ke Tanah Air. (edo rusyanto)





Jepang emang patus jd panutan soal kedisiplinannya..
semoga bisa nular ke Indonesia tenggang rasa di jalan-nya…..
orang Indonesia harus berkaca pada orang Jepang..secara fisik orang Jepang dan Indo ga jauh beda tapi secara mental jauuuuh bgt.
dalam pekerjaan di kantor saya dikenalkan dengan program 5S dan Kaizen… luar biasa efeknya, mudah2an bisa juga mengaplikasikan disiplin dijalan ala Jepang..
“Menurut saya masyarakat Indonesia perlu belajar dari kedisiplinan dan sikap tenggang rasa penduduk Jepang. Dulu masyarakat kita terkenal ramah, namun belakangan ini kesan itu terasa jauh,” kata dia.
kenapa yah mbah bisa gtu…..
Saya pernah lihat video di youtube, bahkan ketika tsunami datang, mobil2 yg ditinggalkan di jalan bisa berderet rapi sesuai lajur, nggak ada yg melewati marka. Itu dalam kondisi darurat dan panik lho, jadi bisa dibayangkan bagaimana tertibnya mereka ketika kondisi normal. Sangat patut ditiru
dalam segala hal, bangsa Indonesia harus belajar banyak dr Jepang. Kedisiplinannya, semangatnya, keuletannya, keramahannya, kejujurannya n juga ketahanan mentalnya sangat luar biasa….
KLo menurut pengalaman saya juga selama di JAPAN, khususnya di sekitar HIMEJI Station, Nagasaki, N KOBE. Memang di sana lebih tertib. Tetapi ada faktor yang sangat terlihat dan membedakan. Volume kendaraan di sana tidak sebanyak di Indo. N Infrastruktur pun di sana lebih aman dan nyaman.
Semangat Om.!!