Lamaan ke Bandaranya
YA. Waktu tempuh yang dibutuhkan untuk menuju bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Cengkareng, lebih lama ketimbang penerbangan, Jakarta-Denpasar. Bayangkan, saya butuh dua jam untuk mencapai bandara yang sedangkan ditingkatkan kapasitasnya menjadi 60 juta orang per tahun itu. Sedangkan waktu tempuh penerbangan, hanya sekitar satu setengah jam. Tuh kan?!
Oppsss… waktu tempuh dua jam itu untuk jarak sekitar 50 kilometeran, yakni dari Cibubur, Jakarta Timur menuju Cengkareng, Jakarta. Itu pun dengan catatan lalu lintas jalan dalam kondisi normal di siang hari serta menggunakan angkutan umum ojek plus bus Damri khusus ke bandara Soetta.
Bagaimana jika kondisi tidak normal? Ternyata, butuh waktu empat jam. Itu untuk rute dari bandara Soetta ke Cibubur, pada petang hari, sekitar pukul 17.30 WIB. Dahsyat kan?! Empat jam!!
Perjalanan darat dari Cibubur ke Cengkareng pada Rabu (12/9/2012) siang cukup lancar. Setelah berganti ojek dengan bus Damri di terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, bus merayap ke luar terminal. Memasuki jalan tol Jagorawi hingga tol dalam kota Jakarta situasi juga normal. Bahkan, hingga memasuki tol Bandara Soetta, situasi lebih lancar. Waktu tempuh dari terminal Kampung Rambutan ke Bandara Soetta sekitar 1 jam, 48 menit. Wow!
Padahal, waktu yang dibutuhkan untuk penerbangan dari Jakarta-Denpasar, hanya sekitar satu setengah jam. Begitu juga saat penerbangan dari Denpasar-Jakarta yang menggunakan Garuda A330-300. Butuh waktu sekitar 90 menit.
Sebaliknya, waktu tempuh dari Bandara Soetta-Cibubur, butuh waktu sekitar empat jam. Perjalanan Jumat (14/9/2012) sekitar 17.30 WIB dari Bandara melalui jalan tol Sedyatmo menuju tol lingkar luar Jakarta sebenarnya cukup lancar. Tapi, saat memasuki tol lingkar luar Jakarta, yakni yang mengarah ke Cawang, ketersendatan sudah terasa dari GT Gedong Panjang.
Padahal, waktu tempuh empat jam itu sudah cukup untuk bolak balik Jakarta-Denpasar. Ya. Begitulah transportasi darat di Jakarta. Mesti siap menikmati kemacetan yang ada. (edo rusyanto)





kayak dah “wajar”
atasi macet dengan kerja keras ( superrrrrrrrrrrrr )
Siapapun gubernurnya, rasanya sulit menghapus kemacetan lalu lintas jalan di Jakarta
seremnya jakarta
gak boleh gitu Mbah…, Menyerah sebelum perang…
bandara mungkin ada 2x supaya tdk tertumpuk pd 1 tmpt,ane saranin di daerah cikarang aja dkt kawasan industri