Faktor Manusia Masih Dominan
FAKTOR manusia menjadi kunci saat berkendara di jalan raya. Secanggih apa pun kendaraan yang dibuat oleh pabrikan, jika pengemudinya lalai, peluang terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan sangat lebar. Karena itu, mengemudi dengan penuh konsentrasi adalah absolut.
Fakta yang bisa menjadi pijakan adalah peristiwa kecelakaan selama musim mudik dan balik Lebaran 2012. Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri Irjen Pudji Hartanto dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (3/9/2012), menjelaskan, faktor manusia menjadi pemicu paling dominan.
Dia menjelaskan, dari total kasus kecelakaan selama Lebaran 2012, faktor manusia berkontribusi sekitar 3.806 perkara. Angka itu setara dengan sekitar 65,67%. Memprihatinkan.
Ya. Manusia menjadi penentu. Ibarat pisau bedah. Jika pisau di tangan dokter yang professional, bakal bisa menyelematkan banyak nyawa. Namun, jika di tangan bromocorah, bisa bikin korban berdarah-darah.
Banyak aspek yang menyebabkan manusia selaku pengemudi menjadi tidak berkonsentrasi. Kepala Korlantas mengatakan, beberapa unsur di faktor manusia adalah kelelahan, mengantuk, mabuk, berkendara dalam kondisi sakit, melanggar lalu lintas, dan menggunakan telepon seluler (ponsel).
Unsure-unsur tersebut hampir semuanya diatur dalam perundangan yang berlaku saat ini, yakni Undang Undang (UU) No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Sebut saja misalnya soal larangan berkendara sambil berponsel. UU tersebut bakal mengganjar pengemudi yang melanggar dengan sanksi pidana penjara maksimal tiga bulan atau denda maksimal Rp 750 ribu. Maklum, berponsel sambil mengemudi bakal mengganggu konsentrasi yang bisa berujung kecelakaan di jalan.
Kembali soal faktor pemicu kecelakaan saat mudik Lebaran 2012. Di bawah faktor manusia yang mencapai 65,67%, faktor pemicu kecelakaan kedua terbesar adalah faktor prasarana jalan, yakni 12,80%. Kita tahu, prasarana jalan di antaranya adalah rambu, marka, dan alat pengatur informasi lalu lintas seperti lampu merah.
Faktor ketiga terbesar adalah faktor jalan (10,47%), di antaranya adalah jalan berlubang, jalan bergelombang, dan tikungan tajam. Lalu, faktor kendaraan (9,78%) dan faktor alam (1,28%).
Menurut data Korlantas Mabes Polri, pada musim mudik Lebaran 2012, terjadi 5.796 kasus kecelakaan lalu lintas jalan sepanjang 16 hari. Artinya, ada sekitar 362 kasus kecelakaan setiap hari. Sedangkan korban tewas mencapai 908 jiwa atau setara dengan rata-rata sekitar 57 jiwa per hari. (edo rusyanto)






ironis, mestinya safefy riding mulai di tanamkan sejak dini agar anak-anak tidak mengikuti kebiasaan buruk yg skrng.
Setujuuuu
berhati-hati
http://agastatri.wordpress.com/2012/09/12/ban-ini-kenapa-ya/
termasuk pembangunan jalan2 yg asal2an gt kan kesalahan manusia juga,masak jalan raya ada ketika Bumi tercipta??
pastinya kan manusia yg merancang dan membangun,jadi yah ulah manusia juga,
tapi karena pihak2 tertentu gak mau dsalahkan ,ya udah survey d atas kebanyakan pengendara (yg d atas namakan Faktor Manusia) yang dsalahkan,padhal memang benar juga karena Faktor Manusia(<<secara implisit memang benar) ya termasuk yang bkin jalan
human error, hmmmm, solusi2
Reblogged this on Suetoclub's Blog.
Satu lagi : Orang tersebut mungkin lagi galau
karena kecapean dsbnya,,,sya juga mengalami demikian
nitip mas
http://temonsoejadi.wordpress.com/2012/09/15/film-innocence-of-muslim-jelas-penghinaan-terhadap-islam/
bagaimana reaksimu ?
terima kasih