Bisnis Otomotif Pasca Hadirnya Tata Nano
SAYA tergelitik juga menulis soal industri mobil. Selain menulis di blog, saya juga menyempatkan diri menulis di koran Investor Daily.
Ini yang membuat saya tergelitik. Delapan bulan 2012 menyodorkan fakta mencengangkan. Penjualan mobil melonjak 23,23%, sedangkan penjualan sepeda motor merosot 13,34%.
Penjualan mobil yang menyentuh angka 714.758 unit pada Januari-Agustus 2012, meningkatkan optimisme produsen otomotif. Bagaimana tidak, tiap jam terjual sekitar 122 mobil sepanjang delapan bulan 2012.
Gabungan Industri Kendaraan Indonesia (Gaikindo) bahkan merevisi target dari 800-an ribu unit, menjadi satu juta unit. Target tahun 2012 itu, masih berpeluang direalisasikan dalam empat bulan terakhir.
Para produsen mobil mengaku kenaikan down payment (DP) mobil 25-30% yang berlaku 15 Juni 2012 belum berdampak signifikan terhadap konsumen yang mau membeli mobil.
Gaikindo menyebutkan, efek kebijakan DP mobil diperkirakan bakal tercermin pada angka penjualan September 2012.
Daya beli konsumen di Indonesia hingga kini cukup baik. Selain bisa dilihat dari pertumbuhan penjualan mobil, sektor yang bisa jadi indikator adalah pembelian properti. Tak heran bila produsen mematok target kenaikan penjualan.
Mobil Murah
Bisnis otomotif di Indonesia memang masih legit. Dalam beberapa tahun terakhir angka kenaikannya rata-rata belasan persen.
Total jumlah motor di seluruh Indonesia hingga Agustus 2012 ditaksir sekitar 73 juta unit. Sedangkan total jumlah mobil di seluruh Indonesia mencapai sekitar 11 juta unit.
Artinya, masih terbuka peluang pasar untuk meningkatkan penjualan mobil. Peluang kian menggila manakala proyek-proyek mobil murah seperti yang digarap Daihatsu dan Tata Motor benar-benar bergulir.
Grup Tata Motor, India yang masuk lewat PT Tata Motor Indonesia (TMI), mengisyaratkan bakal segera merangsek pasar Indonesia pada 2012. Mengusung varian Tata Nano, TMI bakal ikut mencicipi gurihnya bisnis otomotif di Indonesia.
Tata Nano adalah kendaraan penumpang 4×2 bermesin 624cc yang di India dilego setara dengan sekitar Rp 20-an juta per unit. Gebrakan merangsek pasar Indonesia tidak mustahil memakai jurus harga yang terjangkau. Kabar beredar, harga yang bakal dipakai berkisar Rp 30-40 juta per unit. Atau, sekalipun dibanderol Rp 50-60 juta per unit, bakal membuat banyak konsumen di Indonesia yang bakal melirik.
Tata Nano memiliki tiga varian yakni Nano LX, Nano CX, dan Nano Standard. Tahun 2012, Tata Nano dibalut mesin 624 cc. Kabarnya TMI bakal membuka pabrik di Indonesia pada 2013. Target produksi sebanyak 50 ribu unit per tahun. Selain Tata Nano, kabarnya, juga bakal berniat merakit mobil niaga seperti Tata Ace.
Bisa saja terjadi pergeseran dari konsumen motor ke mobil. Bayangkan, bila dibanderol sekitar Rp 50 juta per unit, harga itu setara dengan motor Kawasaki Ninja 250. Bukan mustahil menggoda banyak orang untuk membeli. Tentu, jika dirasa pas dari aspek tampilan dan peforma sang mesin.
Kita tahu, mayoritas konsumen Indonesia menyukai mobil murah yang dibanderol di bawah Rp 200 juta per unit. Tahun 2011, dari total sekitar 894 ribuan unit, mayoritasnya, yakni sekitar 265 ribuan unit atau 29,75% mobil yang terjual adalah segmen tersebut, yaitu low multi purpose vehicle (MPV).
Di segmen low MPV rajanya adalah Toyota Avanza yang menguasai sekitar 162 ribuan unit atau 61,04%. Di posisi kedua ada Daihatsu Xenia yakni 66 ribuan unit (25,13%) dan di posisi ketiga Suzuki APV sebanyak 30 ribuan unit (11,31%).
Bisa jadi Tata Nano yang pertama kali diluncurkan pada 2008 di India, mencuri pasar Indonesia. Faktor harga bakal menjadi andalan selain tampilan yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat perkotaan. Tampilannya yang tergolong city car, bisa lebih adaptasi di tengah kemacetan lalu lintas jalan di perkotaan.
Jangan-jangan, para pemotor bergeser ke mobil seperti entry level seperti Tata Nano. Asumsinya, bila merogoh kocek untuk membeli sepeda motor hanya bisa dipakai berdua, membeli mobil bisa dipakai untuk sekeluarga, bertiga atau berempat.
Pada Januari-Agustus 2012, konsumen sepeda motor menyerap sekitar 403 ribuan unit motor yang dibanderol di atas Rp 20 juta per unit. Sekalipun kontribusinya hanya sekitar 8,47% terhadap total penjualan motor, tapi level itu bisa jadi calon konsumen Tata Nano. Calon loh, belum tentu semuanya mempunyai selera dengan tampilan mobil India itu. (edo rusyanto)








mobil murah mantaappppp
barier buat tata :

1. Mobil “murah” gak cocok di kota besar. Market indo itu unik, selera pejabat harga rakyat
2. Sedangkan jika TMI jualan di kota kecil, jaringan belum mapan
3. Brandtrust dan awareness Tata masih tanda tanya
semua itu IMHO yah
buat keluarga muda yg udah punya motor cocok banget, biasanya ego seorang biker akan kalah setelah adanya momongan eyang. . . . rata-rata pasti pada melirik mobil seken ( istilah di koboys mobil tua bangka ) yang harganya dibawah 50 jt . . .
http://sabdho.wordpress.com/2012/04/27/ketika-ego-seorang-biker-dikalahkan/
keep brotherhood,
salam,
Hahahaha Motuba, keren istilahnya
butuh mobil terjangkau
. hari gini masih pakai STROBO?
http://pertamax7.wordpress.com/2012/09/11/kurang-tegasnya-penegak-hukum-dalam-menindak-pengggunaan-lampu-strobo-dan-sirene-menyebabkan-penggunanya-semakin-ramai
pesimis bla tata nano akan jadi fenomenal di roda4.. tp plng ga tata nano mmbuka kran mulai menggeliatnya mobil murah ke pasar tanah air..
dijamin jalanan penuh sesak dengan tata nano , ojek pake tata nano juga wekekek ….di jamin pula jalanan akan stuck
maklum aja negeri kita ini terkenal konsumtif …apalagi ada program kredit dari tata nano ini
tata dado
Mantabz banget mobil murah … ngeharapin pabrikan raksasa untuk bikin mobil dibawah 70jt sampe kiamat pun ga bakal dikabulin
Kadang lucu juga ya baca komentator yang tidak menyukai mobil murah … Emang situ aja yg boleh punya mobil, untuk infra struktur udah ada ahlinya yg digaji setiap bulan untuk mikirin itu (itu juga kalo dipikirin sih)
katanya mau go green … seharusnya yg mobil lama dimusnahkan perlahan-lahan gantinya ya dengan mobil-mobil murah
mobil masa depan mungkin ni penggesan motor
nitip ya mas
http://temonsoejadi.wordpress.com/2012/09/12/masih-adakah-orang-yang-jujur/
terima kasih
betul bos temon
Kalau 30jt bungkus satu tata nano lumayan dari pada beli CBR150&250 KAWASAKi 250 mending TATA NANO mantap kenapa berani bilang gitu ya karena sudah nyobain TATA NANO tentunya
Reblogged this on Suetoclub's Blog.
kalo harga ndak lebih dari 50jt seeh…
cepet2 indent daaah biar ndak kepanasan dan bisa ajak keluarga…
yang sudah berkeluarga pasti beralih.. termasuk saya..
sudah saatnya kita memanjakan keluarga
kalau ane suruh pilih mendingan pakai angkutan umum (angkutan yg nyaman,ada nggak ya?)kita bisa menikmati perjalanan ,ngak repot2…duduk manis bisa istirahat …
alhamdhulilah ada mobil murah dari pada naik motor keluarga keci anak 2 mana bisa coy,ada mobil tata ank ogt ke angkut semue:)
udeh bkin yg bnyk aje….
*hehehehehe…asal murehye…
Kalian jangan pada kecewa yaaa, klo ni mobil harganya diatas 50jeti. Dan saya sangat yakin itu.
Bisa buat naik gunung ngga ya?
mobil pa mobil ya.kcl amat tkut lps ban nya dijln
kalo sy lht mbil sprt it hargany co2k di 30-40 jeti sesuai dgn nmany and desain N interior ny kali
jangan mahal@ 15 jt beli 3 euy
Bakalan banyak yg pindah ke mobi nih pak, hehehehe bagus-bagus perilaku di jalan jadi lebih teratur, semoga saja