Langsung ke isi

Begini Cara Operator Seluler Dukung Kampanye Road Safety

11 Agustus 2012

SUASANA ruang Serba Guna gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dipadati sejumlah orang. Pakaian mereka necis dan rapih. Tentu bukan orang sembarang. Setidaknya, mereka dari kalangan berpendidikan.
Mereka adalah sejumlah direksi para operator telekomunikasi, lembaga penyiaran, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), dan tentu saja para petinggi Kemkominfo, termasuk sang Menteri, Tifatul Sembiring. Kehadiran saya di pertemuan berlabel breakfast meeting, pada 16 Juli 2012 itu, atas undangan Kabag Humas Kemkominfo Gatot S Dewa Broto. ”Siapa tahu ada pertanyaan dari Pak Menteri soal keselamatan jalan dan aktifitas berponsel,” sergah dia, saat mengundang saya.
Dalam pertemuan itu, Tifatul membeberkan pentingnya para operator telekomunikasi berperan aktif dalam mensosialisasikan soal keselamatan jalan. Khususnya, terkait perilaku berponsel saat berkendara. ”Tren peningkatan kasusnya tinggi, hampir 1.200-an persen pada 2010 untuk kawasan Jakarta,” kata Tifatul.
Menurut dia, aktifitas berponsel bisa mengganggu konsentrasi yang tak menutup kemungkinan berbuah pada kecelakaan. Dari segi kontribusi, prosentase berponsel dalam memicu kecelakaan pada faktor manusia sekitar 2%. Sekalipun kecil, dampaknya bisa fatal.
”Justeru selagi masih kecil, harus dikampanyekan lebih aktif agar mengecil. Jangan menjadi besar, baru kampanye,” tegas Sarwoto Atmosutarno, ketua umum Asosiasi Telekomuniasi Seluler Indonesia (ATSI), saat menjadi pembicara dalam seminar ”Setop Berponsel Sambil Berkendara”, di ruang yang sama, namun pada waktu yang berbeda, yakni Senin, 6 Agustus 2012.


Sarwoto Atmosutarno, dua dari kiri. (dok sukj)

Dia prihatin dengan aktifitas berponsel yang dilakukan oleh para pengemudi. Tak hanya mereka yang mengendarai mobil, tapi juga para pengendara sepeda motor. ”Saat ini ada 281 juta pengguna seluler, mayoritas ada di segmen menengah dan bawah, untuk itu, kampanye hendaknya digencarkan ke sana,” sergah mantan Direktur Utama PT Telkomsel, operator seluler terbesar di Indonesia.
Para operator memang baru saja mendapat surat edaran dari Menkominfo Tifatul Sembiring yang dikeluarkan pada 30 Juli 2012. Sang Menteri menelorkan empat point penting dalam mendukung kampanye keselamatan jalan. Salah satunya adalah meminta operator untuk mensosialisasikan bahaya berponsel sambil berkendara melalui SMS broadcast. Mengirim SMS ke seluruh para pelanggan operator.

”Kami sudah menyiapkan SMS dan animasi video soal itu,” tutur Public Relations Manager at PT XL Axiata Tbk Henry Wijayanto, sambil menunjukan animasi tersebut kepada saya, di Jakarta, Senin (6/8/2012) pagi.
Menurut dia, pihaknya juga mulai mengirim SMS broadcast sejak H-1 Lebaran tahun 2012.
Sedangkan Edo Sumbada, dari regulatory PT Indosat Tbk menunjukan SMS broadcast yang sudah dilakukan pihaknya sejak Senin itu. Begitu juga operator Smartfren dan Telkomsel. Mereka semua mendukung kampanye road safety via pengiriman SMS broadcast. Mengingatkan soal bahayanya berponsel sambil berkendara.
Langkah kampanye yang menurut saya patut diapresiasi. Di tengah masih minimnya gerakan stakeholder keselamatan jalan, segmen industri telekomunikasi menjadi kelompok yang menyegarkan. Di sektor otomotif, boleh jadi sudah lebih peduli karena mereka memang terkait langsung. Kendaraan sepeda motor dan mobil merupakan alat transportasi jalan yang memang menjadi pelaku utama kecelakaan lalu lintas jalan.
Dalam dokumen Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Jalan yang diterbitkan pemerintah pada 2011, meminta seluruh lapisan masyarakat berperan aktif. Termasuk, tentu saja kalangan industri telekomunikasi, khususnya para operator seluler. Dengan sumber daya yang memadai dan memiliki keterkaitan langsung terhadap para pengguna jalan, rasanya keterlibatan operator seluler patut diacungi jempol.

Apalah artinya secuil dana yang digelontorkan untuk berkampanye. Anggap saja corporate social responsibility (CSR). Amat kecil dana yang dipakai untuk kampanye jika dibandingkan pendapatan para operator telekomunikasi. Pada 2011, tak kurang dari Rp 121 triliun pendapatan yang diraup para operator itu. Data tersebut baru yang berasal dari perusahaan atau emiten yang tercatat di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI).
”Sektor telekomunikasi masih bagus, tahun 2012 ini, kami menargetkan bisa meraih pendaptan Rp 20 triliun,” kata Hasnul Suhaimi, dirut PT XL Axiata Tbk, saat berbincang dengan saya, suatu ketika di Jakarta.
XL Axiata merupakan operator telekomunikasi dengan pendapatan terbesar ketiga di Indonesia. Dalam lima tahun terakhir, rata-rata pendapatan operator itu mencapai sekitar Rp 15,9 triliun. Luar biasa!
Pemain telekomunikasi berpendapatan terbesar pertama dan kedua adalah Telkom (termasuk di dalamnya Telkomsel) dan Indosat (lihat grafik). Ya. Bisnis telekomunikasi nyaris tak pernah tidur. Dia terus bergerak. Bertumbuh. Bahkan, kata Sarwoto, memengaruhi gaya hidup masyarakat. “Kami akan mengampanyekan banyak hal terkait perilaku berkomunikasi yang aman, selamat, dan efisien. Intinya, memanfaatkan komunikasi terlebih yang berbasis data, secara efisien dan mencerahkan hidup,” kata Sarwoto. Setuju Pak! (edo rusyanto)

About these ads
2 Komentar leave one →
  1. 11 Agustus 2012 07:33

    korban sudah banyak jatuh om..ni contohnya
    http://setia1heri.wordpress.com/2012/05/21/akibat-nyetir-mainan-hape/

  2. 18 Agustus 2012 11:19

    Kami menawarkan space untuk BTS
    di 3 wilayah. selengkapnya di
    http://towerprovider.tk

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.296 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: