Langsung ke isi

Ini Kata Foke Soal ERP

10 Agustus 2012

WAJAH Fauzi Bowo tampak ceria. Sang Gubernur DKI Jakarta itu, baru saja menunaikan sholat Dzuhur. Tampil sederhana dengan mengenakan baju batik warna coklat, Fauzi ‘Foke’ Bowo, Kamis (9/8/2012) siang, Foke bicara banyak soal kemacetan lalu lintas jalan di Jakarta.
“Dulu orang bicara soal banjir sebagai topik utama, kini soal banjir jadi nomor dua, topik bergeser ke soal kemacetan,” tutur pria berkumis itu.
Dia mau bercerita bahwa soal banjir sudah ‘dapat diatasi’ sehingga tidak menjadi bahasan utama. Soal kemacetanlah yang masih mewarnai kehidupan warga DKI Jakarta. Kota dengan penduduk 9,7 juta jiwa itu, harus bergelut dengan kemacetan yang digadang-gadang menimbulkan kerugian hingga Rp 12,5 triliun per tahun.
Bagaimana tidak macet jika jumlah populasi kendaraan begitu meruyak. Sedikitnya ada sekitar 9,7 juta sepeda motor dan sekitar 2,5 juta unit mobil. Rata-rata pertumbuhan sepeda motor sekitar 11% sepanjang lima tahun terakhir. “Belum lagi masuknya 750 ribu sepeda motor dari penduduk di komuter Jakarta,” sergah Foke.
Kecepatan rata-rata waktu tempuh bersepeda motor pun tak melebihi 22 kilometer per jam (kpj). Itu saking padatnya jalan-jalan di Ibu Kota yang berumur 484 tahun tersebut.
Ironisnya, sekalipun kemacetan selalu menghiasi wajah Jakarta, kecelakaan lalu lintas jalan masih terus terjadi. Sedikitnya 22 kasus kecelakaan setiap hari di Jakarta. Kecelakaan itu rata-rata menewaskan tiga orang setiap harinya. Duka anak negeri.
Sang Gubernur pun mengaku menyiapkan konsep untuk memindahkan pengguna kendaraan pribadi ke angkutan umum. Sayangnya, angkutan umum yang ada belum dianggap nyaman, aman, dan selamat. Apalagi tepat waktu dan terjangkau secara akses dan finansial. “Saat ini, APBD DKI Jakarta baru sanggup menyediakan angkutan umum bus, kelak kami bangun MRT dan berbasis kereta,” tutur dia.
Nah, soal pengaturan angkutan umum, lanjutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang merancang peraturan daerah (perda) soal batas usia angkutan umum. Kemungkinan besar batas usia maksimal adalah tujuh tahun. Artinya, setelah memasuki usia tujuh tahun, kendaraan angkutan umum sudah dianggap tidak layak.
Regulasi lainnya, kata Foke, sedang disusun perda untuk pungutan electronic road pricing (ERP). Jurus yang satu ini untuk mengurangi mobilitas kendaraan. Caranya, setiap kendaraan atau mobil yang melintas di rute tertentu bakal dikenai pungutan dalam jumlah tertentu. “Tapi, sampai sekarang aturan dari kementerian keuangan soal wewenang memungut iuran oleh pemda masih belum ada,” jelas Foke.
ERP dan pembatasan kendaraan dimungkinkan jika melihat Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Tujuannya agar beban jalan suatu kota tidak terlalu berlebihan akibat tingginya jumlah kendaraan. Saat ini, kita tahu, Jakarta sudah terlalu penuh oleh kendaraan. Selain milik warga kota Jakarta, tapi juga serbuan dari warga komuter di sekeliling Jakarta. Lantas, kenapa sulit sekali sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Ternyata, memang mahal yang namanya sinergi di negeri ini. (edo rusyanto)

About these ads
21 Komentar leave one →
  1. nubi permalink
    10 Agustus 2012 01:46

    Semakin mahal hidup di Jakarta..

    • 10 Agustus 2012 10:08

      FOKE YOU ini sudah tak layak memimpin jakarta.
      ganti dengan JOKOWI!

      • 10 Agustus 2012 15:59

        sebenarnya saya sebagai warga (sementara) solo ndak rela jokowi ke jakarta hahahahaha_

  2. sponge bob permalink
    10 Agustus 2012 04:26

    katanya sih biang kemacetannya adalah sepeda motor… upps.. keceplosan

  3. sponge bob permalink
    10 Agustus 2012 04:29

    sistem ERP lebih cocok diterapkan di kota Solo… upps salah deh

  4. 10 Agustus 2012 04:35

    foke? :D
    http://pertamax7.wordpress.com/2012/08/10/minerva-katanya-bukan-mocin-tapi-tetep-dianggap-mocin-motor-china-bingung-gan-d/

  5. Joko permalink
    10 Agustus 2012 06:07

    Kok ceria? Biasanya wajahnya tampak galak.

  6. apand permalink
    10 Agustus 2012 09:24

    kemacetan.. bukan hanya di Jakarta koq..
    Tangerang Selatan juga diprediksi tahun depan akan mampet sperti jakarta

  7. 10 Agustus 2012 09:49

    foke….dasar gemblung…

    http://extraordinaryperson.wordpress.com

  8. 10 Agustus 2012 10:39

    hmmm, bisa dilaksanakan ?

  9. 10 Agustus 2012 12:51

    Untuk mengurangi mobilitas jangan malah cari tambahan mis, kumis kalau ngomong kagak mikir. kalau mau kasih insentif pajak yang bawa mobil ngak lebih dari 10.000 km per tahun bebas PKB berani ngak ente pak kumis.

    Nih ide kalau menghilangkan kemacetan tetnu sulit tapi mengurangi kemacetan seperti masih banyak celah

    1. Tri in one di smua jalan jakarta
    2. Insentif buat pengguna mobil yang mau pindah ke transportasi publik atau naik motor (motor karena karena deminsi kecil masih seharusnya di prioritaskan)
    3. Jalan gang kecil yang bermuara jalan besar jangan diberik akses belok kanan ( ini memotong arus) diarahkan belok kiri dulu baru di kasih putaran balik.
    4. Perempatan atau pertigaan dibuat arus memutar seperti air mengalir sehingga arus dari bergbagai arah tidak bertubrukan.

    • goblok lu permalink
      11 Agustus 2012 10:34

      1 . 3in one semua jalan jakarta? ketauan lu cuman pake motor cuy!
      2.supaya lo bisa rampok pas kita org pake transportasi publik?!!!
      3.puter balik malah tambah macet goblok!lu itung waktu aja waktu puter balik ama motong jalan lamaan mana?!
      4.ga perlu gw comment yg pedes lg kan? lu mikir aja

      • 12 Agustus 2012 20:15

        emang goblok lu,

        Tiap ari gw juga bawa xenia tapi gw mikir gw terlalu egois sendirian dalam mobil, sangat kasihan orang yang pake motor bahkan berboncengan. lo nya aja otaknya otak udang mau enak sendiri.

  10. 10 Agustus 2012 14:10

    ERP = 1 mobil 1 penumpang… asal kuat bayar 20ribu.
    ERP = penghilangan hak publik atas jalan raya yg harusnya GRATISSSS
    ERP = bukan solusi atasi kemacetan, tapi solusi utk bikin proyek pengadaan alat scanning barcode ERP. sistem tilang utk pelanggar yg nerobos ERP dgn token/pulsa = NOL rupiah.
    ERP = sistem kastanisasi gaya baru untuk menciptakan jurang sosial antara yg mampu dgn yg tidak mampu.

    ERP ….Eee Rakus Pisann yaaaa…tiap jengkal tanah mau dijadikan lahan DUIT.

  11. 10 Agustus 2012 14:58

    di Indo ERP bs disalah gunakan jd alat Perahan neh..
    bahaya…
    perlu rencan jangka panjang n strategis..

  12. 10 Agustus 2012 15:03

    mari tiinggalkan kebiasaan lama,,jg hanya mudah menyalahkan, kalau masing2 berbuat baik pasti semua baik,begitu jg dg kepemimpinan,kalau pemimpinya baik rakyatnya juga baik maka yg tidak baik mudah ketahuan..ayooo..kamu ketahuan…

  13. 10 Agustus 2012 15:06

    vote jokowi

  14. 10 Agustus 2012 21:38

    Tapi ane memprediksi cuma sampai putaran kedua aja foke menjabat orang nomor satu DKI,setelah itu foke jadi warga biasa.

  15. diyah permalink
    11 Agustus 2012 11:34

    Lo jangan banyak cincong..kerja lbh giat gi deh..keerja..kerja..’KErja! Lo kami bayar pake pakaj mahal tau….

  16. diyah permalink
    11 Agustus 2012 11:34

    Lo jangan banyak cincong..kerja lbh giat gi deh..keerja..kerja..’KErja! Lo kami bayar pake pajak mahal tau….

  17. 12 Agustus 2012 20:50

    Sekarang loe nyolok sapa ??? kalo nyolok Jokowi mah bangun di Solo aja sono…
    Tak pantas seorang pejabat berkata seperti itu…

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.239 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: