Ini Kata Foke Soal ERP
WAJAH Fauzi Bowo tampak ceria. Sang Gubernur DKI Jakarta itu, baru saja menunaikan sholat Dzuhur. Tampil sederhana dengan mengenakan baju batik warna coklat, Fauzi ‘Foke’ Bowo, Kamis (9/8/2012) siang, Foke bicara banyak soal kemacetan lalu lintas jalan di Jakarta.
“Dulu orang bicara soal banjir sebagai topik utama, kini soal banjir jadi nomor dua, topik bergeser ke soal kemacetan,” tutur pria berkumis itu.
Dia mau bercerita bahwa soal banjir sudah ‘dapat diatasi’ sehingga tidak menjadi bahasan utama. Soal kemacetanlah yang masih mewarnai kehidupan warga DKI Jakarta. Kota dengan penduduk 9,7 juta jiwa itu, harus bergelut dengan kemacetan yang digadang-gadang menimbulkan kerugian hingga Rp 12,5 triliun per tahun.
Bagaimana tidak macet jika jumlah populasi kendaraan begitu meruyak. Sedikitnya ada sekitar 9,7 juta sepeda motor dan sekitar 2,5 juta unit mobil. Rata-rata pertumbuhan sepeda motor sekitar 11% sepanjang lima tahun terakhir. “Belum lagi masuknya 750 ribu sepeda motor dari penduduk di komuter Jakarta,” sergah Foke.
Kecepatan rata-rata waktu tempuh bersepeda motor pun tak melebihi 22 kilometer per jam (kpj). Itu saking padatnya jalan-jalan di Ibu Kota yang berumur 484 tahun tersebut.
Ironisnya, sekalipun kemacetan selalu menghiasi wajah Jakarta, kecelakaan lalu lintas jalan masih terus terjadi. Sedikitnya 22 kasus kecelakaan setiap hari di Jakarta. Kecelakaan itu rata-rata menewaskan tiga orang setiap harinya. Duka anak negeri.
Sang Gubernur pun mengaku menyiapkan konsep untuk memindahkan pengguna kendaraan pribadi ke angkutan umum. Sayangnya, angkutan umum yang ada belum dianggap nyaman, aman, dan selamat. Apalagi tepat waktu dan terjangkau secara akses dan finansial. “Saat ini, APBD DKI Jakarta baru sanggup menyediakan angkutan umum bus, kelak kami bangun MRT dan berbasis kereta,” tutur dia.
Nah, soal pengaturan angkutan umum, lanjutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang merancang peraturan daerah (perda) soal batas usia angkutan umum. Kemungkinan besar batas usia maksimal adalah tujuh tahun. Artinya, setelah memasuki usia tujuh tahun, kendaraan angkutan umum sudah dianggap tidak layak.
Regulasi lainnya, kata Foke, sedang disusun perda untuk pungutan electronic road pricing (ERP). Jurus yang satu ini untuk mengurangi mobilitas kendaraan. Caranya, setiap kendaraan atau mobil yang melintas di rute tertentu bakal dikenai pungutan dalam jumlah tertentu. “Tapi, sampai sekarang aturan dari kementerian keuangan soal wewenang memungut iuran oleh pemda masih belum ada,” jelas Foke.
ERP dan pembatasan kendaraan dimungkinkan jika melihat Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Tujuannya agar beban jalan suatu kota tidak terlalu berlebihan akibat tingginya jumlah kendaraan. Saat ini, kita tahu, Jakarta sudah terlalu penuh oleh kendaraan. Selain milik warga kota Jakarta, tapi juga serbuan dari warga komuter di sekeliling Jakarta. Lantas, kenapa sulit sekali sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Ternyata, memang mahal yang namanya sinergi di negeri ini. (edo rusyanto)





Semakin mahal hidup di Jakarta..
FOKE YOU ini sudah tak layak memimpin jakarta.
ganti dengan JOKOWI!
sebenarnya saya sebagai warga (sementara) solo ndak rela jokowi ke jakarta hahahahaha_
katanya sih biang kemacetannya adalah sepeda motor… upps.. keceplosan
sistem ERP lebih cocok diterapkan di kota Solo… upps salah deh
foke?
http://pertamax7.wordpress.com/2012/08/10/minerva-katanya-bukan-mocin-tapi-tetep-dianggap-mocin-motor-china-bingung-gan-d/
Kok ceria? Biasanya wajahnya tampak galak.
kemacetan.. bukan hanya di Jakarta koq..
Tangerang Selatan juga diprediksi tahun depan akan mampet sperti jakarta
foke….dasar gemblung…
http://extraordinaryperson.wordpress.com
hmmm, bisa dilaksanakan ?
Untuk mengurangi mobilitas jangan malah cari tambahan mis, kumis kalau ngomong kagak mikir. kalau mau kasih insentif pajak yang bawa mobil ngak lebih dari 10.000 km per tahun bebas PKB berani ngak ente pak kumis.
Nih ide kalau menghilangkan kemacetan tetnu sulit tapi mengurangi kemacetan seperti masih banyak celah
1. Tri in one di smua jalan jakarta
2. Insentif buat pengguna mobil yang mau pindah ke transportasi publik atau naik motor (motor karena karena deminsi kecil masih seharusnya di prioritaskan)
3. Jalan gang kecil yang bermuara jalan besar jangan diberik akses belok kanan ( ini memotong arus) diarahkan belok kiri dulu baru di kasih putaran balik.
4. Perempatan atau pertigaan dibuat arus memutar seperti air mengalir sehingga arus dari bergbagai arah tidak bertubrukan.
1 . 3in one semua jalan jakarta? ketauan lu cuman pake motor cuy!
2.supaya lo bisa rampok pas kita org pake transportasi publik?!!!
3.puter balik malah tambah macet goblok!lu itung waktu aja waktu puter balik ama motong jalan lamaan mana?!
4.ga perlu gw comment yg pedes lg kan? lu mikir aja
emang goblok lu,
Tiap ari gw juga bawa xenia tapi gw mikir gw terlalu egois sendirian dalam mobil, sangat kasihan orang yang pake motor bahkan berboncengan. lo nya aja otaknya otak udang mau enak sendiri.
ERP = 1 mobil 1 penumpang… asal kuat bayar 20ribu.
ERP = penghilangan hak publik atas jalan raya yg harusnya GRATISSSS
ERP = bukan solusi atasi kemacetan, tapi solusi utk bikin proyek pengadaan alat scanning barcode ERP. sistem tilang utk pelanggar yg nerobos ERP dgn token/pulsa = NOL rupiah.
ERP = sistem kastanisasi gaya baru untuk menciptakan jurang sosial antara yg mampu dgn yg tidak mampu.
ERP ….Eee Rakus Pisann yaaaa…tiap jengkal tanah mau dijadikan lahan DUIT.
di Indo ERP bs disalah gunakan jd alat Perahan neh..
bahaya…
perlu rencan jangka panjang n strategis..
mari tiinggalkan kebiasaan lama,,jg hanya mudah menyalahkan, kalau masing2 berbuat baik pasti semua baik,begitu jg dg kepemimpinan,kalau pemimpinya baik rakyatnya juga baik maka yg tidak baik mudah ketahuan..ayooo..kamu ketahuan…
vote jokowi
Tapi ane memprediksi cuma sampai putaran kedua aja foke menjabat orang nomor satu DKI,setelah itu foke jadi warga biasa.
Lo jangan banyak cincong..kerja lbh giat gi deh..keerja..kerja..’KErja! Lo kami bayar pake pakaj mahal tau….
Lo jangan banyak cincong..kerja lbh giat gi deh..keerja..kerja..’KErja! Lo kami bayar pake pajak mahal tau….
Sekarang loe nyolok sapa ??? kalo nyolok Jokowi mah bangun di Solo aja sono…
Tak pantas seorang pejabat berkata seperti itu…