Pasar Motor Sumatera Rontok 24%
CUKUP telak. Volume penjualan sepeda motor di Sumatera pada semester pertama 2012 rontok 24,38%. Catatan itu khusus untuk para anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi).
Dalam laporan Aisi terlihat bahwa pada semester pertama 2012, total volume distribusi sepeda motor di Sumatera sekitar 836 ribuan unit. Padahal, pada periode sama 2011, pasar Sumatera masih menyerap sekitar 1,1 juta unit.
Anjloknya penjualan sepeda motor di Sumatera tak terlepas dari merosotnya penjualan para raksasa industri sepeda motor. Sebut saja misalnya, Honda atau PT Astra Honda Motor (AHM). Sang pemimpin pasar motor di Indonesia itu, pada Januari-Juni 2012 harus puas mencatat penurunan hingga 15,25%. Per akhir Juni 2012, AHM mendistribusikan sekitar 463 ribuan unit, padahal periode sama 2011, masih sekitar 546 ribuan unit.
Sekalipun melorot volume penjualannya, AHM masih mampu memimpin penguasaan pangsa pasar, yakni sekitar 55,40%. Bahkan, raihan semester pertama 2012 itu, merupakan rekor tertinggi sepanjang tiga tahun terakhir. Maklum, pada periode sama 2010 dan 2011, AHM hanya menorehkan market share masing-masing, 46,58% dan 49,43%.
Kemampuan AHM mendongkrak pangsa pasar tak terlepas dari anjloknya volume penjualan para kompetitor. Pemain nomor dua terbesar, yakni Yamaha atau PT Yamaha Indonesia Motor Manufaktur (YIMM), harus puas menorehkan penurunan penjualan hingga 33,98%. Bila pada semester pertama 2011 masih sekitar 476 ribuan unit, kini tinggal 314 ribuan unit.
Yamaha tampaknya harus kerja keras untuk mengembalikan penguasaan pangsa pasar hingga 45,15% seperti pada semester pertama 2010. Saat itu menjadi titik tertinggi market share Yamaha dalam rentang tiga tahun terakhir. Maklum, setelah itu, pangsa pasarnya terus melorot. Pada semester pertama 2011, turun menjadi 43,08% dan kini anjlok menjadi 37,61%.
Dari lima anggota Aisi yang bermain di Sumatera, hanya Kawasaki atau PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) yang tahan banting. Pada semester pertama 2012, Kawasaki justru mengatrol volume penjualan hingga 25,69% menjadi 14 ribuan unit. Kemampuan Kawasaki tersebut memperbaiki market share dari 1,03% menjadi 1,72%. Sayangnya, prestasi Kawasaki tak mampu membendung perunan pasar Sumatera.
Oh ya, pada semester pertama 2012, Sumatera berkontribusi sekitar 22,35% terhadap total pasar motor di Indonesia. Namun, angka itu menurun drastic dibandingkan periode sama yang masih bercokol di angka 27,15%. Ada apa dengan Sumatera? (edo rusyanto)






waduh,..yang mungutin rontoknya siape eyang?
motor non aisi kayaknya
Waduh, di mana -mana yamaha selallu menyumbagngkan angka penurunan tertinggi. Kalau sinyalemen para FBY selama ini benar, bahwa konsumen yamahalah yang melek informsi, berarti orang Sumatera pun semakin jauh dari internet, dari dunia informasi, dong? Aneh, benar-benar aneh.
wekekekek ….kalo iklan BC di TV kan mahal harganya , makanya si yamaha mending sewa vendor digital yang murah meriah untuk BC produk2 Honda di dunia maya …….sebenarnya yamaha ini tidak belajar pada kasus jokowi yang di BC tapi malah mendapat simpatik orang jakarta
sales ya kerjaan nya kayak gini. brosur habis berapa dus kulkas 2 pintu yg di sebar hari ini?
L-)
apa karena harganya Operprett..??
mnim fitur.. walaupun pake teknologi canggih tp masyarakat kan liatnya harga murah n fiturnya banyak
mobil aja
http://pertamax7.wordpress.com/2012/07/25/ban-cacing-diyakini-menambah-performa-sepeda-motor-walau-dengan-konsekwensi-semakin-cepat-ke-kuburan-syerem/
yamaha harganya semakin gila2an sih.
Pertarungan tetap di domisili oleh AHM sama YM
Penurunan penjualan sepeda motor di Sumatera disebabkan oleh naiknya Dp kredit, penetrasi distribusi sepeda motor non jepang, dan melemahnya daya beli.
Makasih ya atas infonya…
Ku harap anda kunjungi balik ya dan like video kami…
merosot nya penjualan motor mungkin karena naik nya uang muka yang di tentukan oleh pemerintah,cukup mengurangi jumlah motor sih ide pemerintah tersebut…