Langsung ke isi

Pasar Motor Sumatera Rontok 24%

26 Juli 2012

CUKUP telak. Volume penjualan sepeda motor di Sumatera pada semester pertama 2012 rontok 24,38%. Catatan itu khusus untuk para anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi).
Dalam laporan Aisi terlihat bahwa pada semester pertama 2012, total volume distribusi sepeda motor di Sumatera sekitar 836 ribuan unit. Padahal, pada periode sama 2011, pasar Sumatera masih menyerap sekitar 1,1 juta unit.
Anjloknya penjualan sepeda motor di Sumatera tak terlepas dari merosotnya penjualan para raksasa industri sepeda motor. Sebut saja misalnya, Honda atau PT Astra Honda Motor (AHM). Sang pemimpin pasar motor di Indonesia itu, pada Januari-Juni 2012 harus puas mencatat penurunan hingga 15,25%. Per akhir Juni 2012, AHM mendistribusikan sekitar 463 ribuan unit, padahal periode sama 2011, masih sekitar 546 ribuan unit.
Sekalipun melorot volume penjualannya, AHM masih mampu memimpin penguasaan pangsa pasar, yakni sekitar 55,40%. Bahkan, raihan semester pertama 2012 itu, merupakan rekor tertinggi sepanjang tiga tahun terakhir. Maklum, pada periode sama 2010 dan 2011, AHM hanya menorehkan market share masing-masing, 46,58% dan 49,43%.
Kemampuan AHM mendongkrak pangsa pasar tak terlepas dari anjloknya volume penjualan para kompetitor. Pemain nomor dua terbesar, yakni Yamaha atau PT Yamaha Indonesia Motor Manufaktur (YIMM), harus puas menorehkan penurunan penjualan hingga 33,98%. Bila pada semester pertama 2011 masih sekitar 476 ribuan unit, kini tinggal 314 ribuan unit.
Yamaha tampaknya harus kerja keras untuk mengembalikan penguasaan pangsa pasar hingga 45,15% seperti pada semester pertama 2010. Saat itu menjadi titik tertinggi market share Yamaha dalam rentang tiga tahun terakhir. Maklum, setelah itu, pangsa pasarnya terus melorot. Pada semester pertama 2011, turun menjadi 43,08% dan kini anjlok menjadi 37,61%.

Dari lima anggota Aisi yang bermain di Sumatera, hanya Kawasaki atau PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) yang tahan banting. Pada semester pertama 2012, Kawasaki justru mengatrol volume penjualan hingga 25,69% menjadi 14 ribuan unit. Kemampuan Kawasaki tersebut memperbaiki market share dari 1,03% menjadi 1,72%. Sayangnya, prestasi Kawasaki tak mampu membendung perunan pasar Sumatera.
Oh ya, pada semester pertama 2012, Sumatera berkontribusi sekitar 22,35% terhadap total pasar motor di Indonesia. Namun, angka itu menurun drastic dibandingkan periode sama yang masih bercokol di angka 27,15%. Ada apa dengan Sumatera? (edo rusyanto)

About these ads
12 Komentar leave one →
  1. 26 Juli 2012 15:57

    waduh,..yang mungutin rontoknya siape eyang? :D

    • 26 Juli 2012 16:01

      motor non aisi kayaknya :)

  2. 26 Juli 2012 16:21

    Waduh, di mana -mana yamaha selallu menyumbagngkan angka penurunan tertinggi. Kalau sinyalemen para FBY selama ini benar, bahwa konsumen yamahalah yang melek informsi, berarti orang Sumatera pun semakin jauh dari internet, dari dunia informasi, dong? Aneh, benar-benar aneh.

    • 26 Juli 2012 16:29

      wekekekek ….kalo iklan BC di TV kan mahal harganya , makanya si yamaha mending sewa vendor digital yang murah meriah untuk BC produk2 Honda di dunia maya …….sebenarnya yamaha ini tidak belajar pada kasus jokowi yang di BC tapi malah mendapat simpatik orang jakarta

    • 26 Juli 2012 16:38

      sales ya kerjaan nya kayak gini. brosur habis berapa dus kulkas 2 pintu yg di sebar hari ini? :mrgreen: L-)

  3. sponge bob permalink
    26 Juli 2012 18:53

    apa karena harganya Operprett..??
    mnim fitur.. walaupun pake teknologi canggih tp masyarakat kan liatnya harga murah n fiturnya banyak

  4. 26 Juli 2012 21:28

    mobil aja :D
    http://pertamax7.wordpress.com/2012/07/25/ban-cacing-diyakini-menambah-performa-sepeda-motor-walau-dengan-konsekwensi-semakin-cepat-ke-kuburan-syerem/

  5. EXYBAND permalink
    26 Juli 2012 22:55

    yamaha harganya semakin gila2an sih.

  6. 26 Juli 2012 23:49

    Pertarungan tetap di domisili oleh AHM sama YM

  7. 27 Juli 2012 11:16

    Penurunan penjualan sepeda motor di Sumatera disebabkan oleh naiknya Dp kredit, penetrasi distribusi sepeda motor non jepang, dan melemahnya daya beli.

  8. 27 Juli 2012 15:41

    Makasih ya atas infonya…

    Ku harap anda kunjungi balik ya dan like video kami…

  9. syaffa permalink
    28 Juli 2012 08:42

    merosot nya penjualan motor mungkin karena naik nya uang muka yang di tentukan oleh pemerintah,cukup mengurangi jumlah motor sih ide pemerintah tersebut…

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.239 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: