Skip to content

99% Santunan untuk Korban Kecelakaan Jalan

25 Juli 2012

KORBAN kecelakaan lalu lintas jalan masih mendominasi santunan yang dikeluarkan Jasa Raharja. Pada 2011, dari total santunan Rp 1,42 triliun, sebanyak 99,20% diberikan kepada korban kecelakaan jalan. Ternyata, jalanan lebih berisiko.
Sekadar info, jumlah santunan untuk korban kecelakaan kereta api hanya 0,32%, angkutan laut (0,31%), dan angkutan udara (0,18%).
Kalau mengintip data Korps Lalu Lintas Mabes Polri, pada 2011, total korban kecelakaan jalan mencapai sekitar 177 ribu orang. Sebanyak 31.185 korban atau 17,64% adalah korban tewas.
Oh ya, soal besaran santunan, Jasa Raharja memberi santunan Rp 25 juta untuk korban tewas. Lalu, untuk korban luka-luka maksimal Rp 10 juta, sedangkan untuk korban tewas yang tak punya ahli waris diberi biaya penguburan Rp 2 juta.
Ternyata, jika mengulik data Jasa Raharja, korban kecelakaan lalu lintas jalan yang terbesar menerima santunan adalah pengguna kendaraan pribadi, yakni sekitar Rp 1,39 triliun. Jumlah tersebut setara dengan 98,43% dari total santunan bagi korban kecelakaan jalan. Sedangkan pengguna angkutan umum mendapat santunan sekitar Rp 22,11 miliar.
Tingginya santunan untuk korban kecelakaan jalan menunjukan masih rawannya berkendara di jalan. Korps Lantas Polri menyebutkan hampir 110 ribu kasus kecelakaan pada 2011 atau rata-rata 300 kasus per hari. Ironisnya, 70% kasus tersebut melibatkan sepeda motor. Coba bandingkan dengan jumlah kasus kecelakaan di moda transportasi lain,sebut saja misalnya kecelakan kapal laut, pasti jomplang.

Wilayah yang paling besar menerima santunan kecelakaan jalan adalah Jawa Timur (Jatim). Wilayah tersebut menerima Rp 270,22 miliar atau sekitar 19,13% dari total santunan korban kecelakaan jalan.
Saya jadi ingat data tahun 2010. Jatim merupakan wilayah yang terbesar menyumbang korban kecelakaan. Bisa jadi, jika melongok data Jasa Raharja 2011, Jatim tetap sebagai wilayah paling tinggi kasus kecelakaan lalu lintas jalannya. Miris.

Wilayah kedua terbesar adalah Jawa Tengah (Jateng), yakni memperoleh santunan Rp 236,63 miliar (16,75%). Sedangkan ketiga terbesar adalah Jawa Barat yakni Rp 190,44 miliar (13,48%).
Kota dengan populasi kendaraan terbesar ternyata memiliki risiko kecelakaan lalu lintas jalan yang cukup tinggi. Tiga besar penerima santunan kecelakaan tersebut merupakan wilayah yang memiliki jumlah kendaraan terbesar di Jawa dan di Indonesia pada umumnya.(edo rusyanto)

About these ads
5 Komentar leave one →
  1. 25 Juli 2012 04:28

    jateng kedua, hmm :(
    btw, jatim no 1 walau jalan jatim kebanyakan mulusssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssss, berduka, jalan jateng banyak yang rusak
    mana nih pemerintah

    http://pertamax7.wordpress.com/2012/07/25/ben-spies-meninggalkan-yamaha-walah/

  2. 25 Juli 2012 04:39

    Ya mengerikan jadi takut bawa motor jarak jauh jaman sekarang kita hati2 yg lain yg tidak hati2 tiap hari pasti ada korban jiwa di garut ada yg di serudug di jkt ada tabrak lari 2biker RIp

    • 25 Juli 2012 04:47

      Ekstra waspada bro.

  3. 25 Juli 2012 08:14

    selalu berusaha waspada

  4. haroem permalink
    31 Juli 2012 15:05

    Kudu wajib waspada dan selalu mengecek kendaraan sebelum berpergian dan pastinya berdoa juga

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.564 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: