Walah, Kecepatan Rata-rata Motor di Jakarta 22,27 Kpj
BELAKANGAN saya merasa perjalanan menggunakan sepeda motor di Jakarta kian melamban. Saking penasaran saya coba menghitung enam perjalanan rutin. Hasilnya mencengangkan, ternyata kecepatan rata-rata hanya 22,27 kilometer per jam (kpj). Mungkin karena sudah terlalu banyak kendaraan dan bangunan komersial yang berdiri di Jakarta. Barangkali loh.
Hitungan enam laju perjalanan bersepeda motor itu, dari rumah menuju kantor dan sebaliknya, pada Juli 2012. Alat ukur saya adalah fasilitas fitur ‘My Track’ di dalam ponsel cerdas berbasis android, Samsung Galaxy Note N7000.
Pada pagi hari, berkisar pukul 06.00-08.00 WIB, terasa sekali perjalanan amat melambat. dalam rentang waktu itu, rata-rata kecepatan saya 17,63 kpj. Sedangkan pada siang hari, yakni berkisar 11.00-12.00 WIB, kecepatan rata-rata laju si kuda besi sekitar 20.13 kpj. Keduanya untuk jarak tempuh sekitar 20 kilometer.
Sedangkan saat malam hari, yakni pukul 22.00-23.00 WIB, ketika pulang dari kantor menuju rumah, kecepatan rata-rata saya sekitar 29,44 kpj. Itu dalam kondisi hari kerja biasa, Senin-Jumat. Namun, untuk kecepatan rata-rata pada hari Minggu, ternyata 28,37 kpj. Mungkin ada peningkatan volume perjalanan pada Minggu malam ketika warga Jakarta pulang berlibur.
Oh ya, rute saya saat pergi ke kantor menemui tujuh lampu merah di tiga perempatan dan empat pertigaan. Titik kemacetan utama ketika melintas di dua pasar dan satu pusat grosir. Memang agak terbantu sedikit karena disokong dua fly over atau jembatan layang.
Sedangkan rute pulang kerja melintasi satu fly over dan satu underpass. Namun, tetap menemui tujuh lampu merah pertigaan dan perempatan jalan.
Kecepatan rata-rata sepeda motor di Jakarta yang di bawah 30 kpj itu menunjukan betapa padatnya lalu lintas jalan. Artinya, ketika kemacetan lalu lintas jalan demikian membelit, berapa banyak bahan bakar minyak (BBM) yang terbuang setiap harinya. Oh ya, saya menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion yang bermesin injeksi 150cc.
Kecepatan maksimal yang bisa saya lakukan di ruas jalan yang terbuka sekitar 74,05 kpj. Itu pun di pinggiran kota, namun bukan jalan permukiman. Jalan lurus, aspal mulus, satu jalur, dan kendaraan yang lalu lalang amat jarang. Sedangkan ketika masuk kota, kecepatan maksimal tak bisa melampaui 50 kpj. “Batas kecepatan maksimal di dalam kota 60 kpj,” kata Udar Pristono, kepala dinas perhubungan DKI Jakarta, saat menjawab SMS saya, di Jakarta, Senin (16/7/2012).
Laju sepeda motor ketika di dalam kota benar-benar merayap. Bisa kebayang kalau menunggang kuda besi bermesin dengan kapasitas 1.000cc. Panas euy. (edo rusyanto)






weleh makin padat merayap nih jakarta. Bagaimana tahun depan kalo otor nambah terus ya????
http://nunkiman.wordpress.com/2012/07/18/kopi-darat-dengan-bro-jo-dan-felix-di-royal-plaza/
Jangan2 tinggal 10 kpj?
wuah sam jalan kaki beda dikit ya om.
jokowi musti bertindak nih.
Cuma 22 ? Stres dah..
Stress abisss
wah beda ma ane d daerah, hari biasa 80 kpj. Hari libur 90..::
hmmmm kayaknya perlu dicoba pake alat ukur jg nih. Kalo itungan kasar rute saya ciledug-semangi +- 22km-25km berangkat 06:20 -> 50menit , pulang 17:10 -> 70menit, rata-rata 23,5kpj… wkwkwk sama juga
“pamer paha” ya mbah
Masih ada harapan…:)
Alhamdulillah…
maksudnya pa sih nih mas bro…
mkasudnya macet “pamer paha” (padat merayap tanpa harapan”,..tp kata mbah edo masih ada harapan,..jd Alhamdulillah
wooooo….hahahahahaha….iyah juga…
saya masih rata2 60 kpj mas, on speedo 60-80 aja, secara jalain lintas sumatera, tapi mobil2 gedenya ngeri ngeri
Wow! Terus waspada bro. Trims infonya.
yaaaah kadang bisa 60…..kadang 80….”kadang yah”…banyakanya siiiih….segitu
kecepatan maksimal, mungkin bisa dipacu 70-80 kpj. tapi, kalau rata-rata hemmm….tahu sendiri deh.
Surabaya masih di atas 30 km/jam
Kapan – kapan tak ukurnya ah. Nice posting nih, bisa dijadiin ide buat nulis
Aku tunggu infonya ya mas bro. Salam.
wah mbah rata-rata kecepatan saya pake sepeda (bukan motor) jarak +-10km ke tempat kerja, tanpa BBM mbah cuma modal dengkul buat gowes hahahahahaha…. pake motor cuma beda sekitar 10 menitan
Wow. Luarbiasa. Trims infonya.
wah eyang sudah lancar pakai mytrack…
jadi kecepatan pesawat berapa eyang?
hehehe
Wkwkkkk 738kpj
seperti naik sepeda dong….
Kira2 begitu.
percuma ya DOHC nya!!
Kayaknya kecepatan rata2 selalu menurun
perlu pembenahan angkutan masal
masih pengen ketawa pembicaraan diatas….
aa ihwan : masih pamer paha yah mbah….
eyang edo..: masih ada harapan….
aa ihwan : alhamdulilah….
hahahaha…essensi saya terlalu harafiyah….wakakakakak
mantap mas, ijin menyimak dan nitip artikel mas
marhaban ya ramadhan bulan penuh cinta
http://temonsoejadi.wordpress.com/2012/07/20/dalam-nafas-nafas-cinta/
terima kasih
ora umum,,,,
http://chozinahmad.wordpress.com/2012/07/21/dengan-bobot-25-kg-motor-listrik-ini-mampu-melesat-180-kmjam/
ckckc, tenaga yang gede2 mubazir ya
boros lagi
Pak, kenapa para produsen sepeda motor malah berlomba-lomba membuat motor dengan cc gede? bukannya sepeda motor bukan alat transportasi yang aman dengan ukuran cc yg mulai menggila, kenapa tidak seperti dulu saja maksimal 125 cc, toh nyatanya kecepatan rata-rata di jakarta hanya segitu.