Ini Resep AHM Memenangi Persaingan Motor Bebek

Honda Supra X 125 PGM FI (dok ahm)
SAAT ini, PT Astra Honda Motor (AHM) masih raja sepeda motor bebek. Maksudnya, produsen yang beroperasi sejak 1971 itu, masih menguasai penjualan pasar sepeda motor di Indonesia. Pada semester pertama 2012, AHM mengantongi tak kurang dari 610 ribuan unit atau setara dengan 51,45% pasar bebek domestik. Dahsyat kan?
AHM punya tiga serie motor bebek pada 2012. Ketiganya mencakup Honda Blade, Honda Revo series, dan Honda Supra X 125 series. Dari ketiga rumpun itu, ada delapan serie yang menggerojok pasar. Revo series memiliki tiga pilihan, yakni Revo Absolute, Revo Absolute CW, dan Revo Fit. Lalu, Supra X 125 series mencakup Supra X 125 TD, Supra X 125 TR, Supra X 125 Helm in, dan Supra X 125 Helm in Injeksi. Selain itu, AHM juga punya Honda Blade.
Oh ya, masih ada lagi, yaitu varian bebek matik yang diberi nama Honda Revo AT. Sayangnya, tipe yang satu ini super terseok-seok di pasar. Nasibnya tak jauh beda dengan produk serupa milik PT Yamaha Indonesia Motor Manufaktur (YIMM), yakni Yamaha Lexam.
Lantas, apa sih resep AHM hingga begitu kokoh mendominasi pasar motor bebek di Indonesia?
Saya coba intip, tentu saja sebatas pengetahuan saya.
Pertama, menggerojok pasar dengan banyak pilihan. Strategi ini sebenarnya jamak. Tapi, lumayan ampuh. Sejak 1971 hingga kini, AHM setidaknya merilis 29 varian motor bebek. Masih ingat Honda C70, Honda C90, dan Honda C50? Itulah motor di masa-masa awal AHM merangsek pasar Indonesia. Setelah itu, kita mengenal Astrea dan Astrea Star.
Tonggak yang cukup memikat adalah ketika pada 1997 AHM meluncurkan Honda Supra yang bermesin 100cc. Maksudnya menjadi tonggak, karena keberadaan Supra cukup awet hingga 2012. Bahkan, Supra series menelorkan banyak pilihan seperti disinggung di bagian awal tulisan ini. Rumpun Supra hingga kini sudah terjual sedikitnya 11 juta unit. (selengkapnya silakan lihat foto-foto)
Jurus mengguyur pasar dengan banyak varian menyodorkan alternatif bagi calon konsumen untuk membeli sesuai pilihan. Dasar dari pemilihan produk tentu beragam, bisa saja berlatar kebutuhan, kemampuan keuangan, hingga tampilan yang dianggap sesuai dengan kepribadian sang konsumen.
Kedua, jurus merayu harga. Harga memegang peranan penting dalam pengambilan keputusan membeli sepeda motor bebek. Pertimbangan ekonomi cenderung didominasi faktor harga. Artinya, dengan segala fitur yang ada dan tampilan yang ditawarkan, jika harganya lebih rendah, bisa menjadi pilihan. Walau, tentu saja ada konsumen yang bertipikal sebaliknya.
Ketiga, fitur dan desain. AHM rajin gonta-ganti baju alias stripping sepeda motor bebek. Atau, menambah fitur-fitur yang mendorong pencitraan sang bebek menjadi terlihat lebih sporti. Manajemen AHM selalu bilang, pengembangan desain, teknologi serta penambahan nilai baru pada sebuah model sepeda motor merupakan bagian dari komitmen Honda agar selalu bisa memenuhi keinginan dan harapan konsumen sepeda motor di Indonesia. “Untuk rajanya motor bebek ini, kami melengkapinya dengan desain sporti dan elegan serta perangkat yang memberikan kesan mewah seperti lampu belakang dengan LED,” ujar President Director AHM Yusuke Hori, dalam keterangan tertulis terkait peluncuran Honda Supra X 125 Helm in pada September 2011.
Keempat, kapasitas produksi. Rasanya tak ada yang mampu menandingi kapasitas produksi sepeda motor AHM di Indonesia. AHM memiliki empat pabrik keempat. Tiga di antaranya di Sunter, Pegangsaan, dan Cikarang. Sedangkan pabrik keempat yang diharapkan beroperasi pada semester kedua 2013, terletak di Kawasan Industri Bukit Indah yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat. Total kapasitas produksi AHM menyentuh 5,3 juta unit per tahun. Tentu tidak semuanya untuk varian motor bebek. Kapasitas tersebut terbagi juga untuk varian motor skutik dan motor sport. Sejak 1971 hingga 2012, sudah belasan triliun rupiah yang dibenamkan AHM untuk membangun kapasitas sebesar itu.
Kelima, layanan purna jual. AHM memiliki tak kurang dari 1.700 jaringan di seluruh Indonesia. Jaringan tersebut mencakup layanan suku cadang dan servis kendaraan. Tentu saja, termasuk jaringan pemasaran yang menyentuh hingga pelosok desa. Jurus ini juga menjadi harga mati untuk memenangi persaingan. Amat sedikit konsumen yang mau membeli motor tapi kesulitan mencari suku cadang atau kesusahan mencari tempat servis.
Keenam, pembiayaan pembelian motor. AHM punya saudara kandung untuk urusan pembiayaan sepeda motor, yakni PT Federal International Finance (FIF). Kedua perusahaan itu berada dalam satu atap, yakni PT Astra International Tbk. Praktis, dengan manajemen satu grup bisa lebih memuluskan target-target penjualan karena koordinasi diantara mereka menjadi lebih sinergis.
Ketujuh, pencitraan produk. Produk Honda populer sebagai produk yang hemat bahan bakar minyak (BBM). Konsumen suka kepada produk yang dianggapnya tidak terlalu menguras dompet hanya lantaran soal BBM. Walau, tidak mutlak seratus persen sebagai alasan orang membeli. Citra seperti itu bukan jatuh begitu saja dari langit. Pasti ada upaya mencitrakan sang produk. Untuk urusan promosi dan pemasaran, termasuk soal pencitraan lewat iklan, AHM rasanya memiliki peluru yang tak sedikit. Saat ini, hampir semua siaran televisi swasta di Indonesia tak luput dari guyuran iklan produk-produk AHM. Tak hanya itu, media cetak, media luar ruang, hingga (barangkali) ranah blogger pun diserbu iklan seputar produk AHM. Sah-sah saja. Namanya juga jurus mendongkrak citra.
Kedelapan, merawat konsumen. Soal yang ini AHM juga bisa dibilang rajanya. Setahu saya, AHM punya divisi yang bernama Honda Costumer Care Centre (HC3) yang mengurusi keluhan konsumen. Selain itu, merawat loyalitas para pengguna produk AHM lewat merajut jejaring komunitas. Tak kurang dari 500 komunitas yang digarap oleh divisi tersebut. Mereka menempatkan diri sebagai mitra, antara konsumen dengan produsen.
Pasti ada resep lain untuk mendongkrak volume penjualan motor bebek Honda yang dimiliki oleh AHM. Sebagai orang luar, saya tak mampu bisa melihat sepenuhnya isi perut sang produsen. Kan rahasia dapur perusahaan. (edo rusyanto)







Saya khawatir, sepeda motor itu produk industri yang tidak terlalu rumit, tapi kenapa dengan market sebesar 8 juta motor pertahuan (lebih dari separuh motor di china dan India), sampai saat ini belum ada produk brand lokal yang bisa ‘berbicara’ di tingkat nasional ? Apakah di sini bener-bener ndak ada orang ‘pintar’ dengan modal cukup yang bisa bikin motor ? Sampai kapan trilyunan devisa kita mesti dikirim ke jepang karena ketidakmampuan ini ? Coba lihat India, negara yang warganya sering kita anggap inferior, sudah malang melintang denga TVS dan Pulsar… kapan giliran kita ?
TVS sudah K.O. Bajaj mulai kalah. Beberapa tahun lagi tinggal nglawan Hero. Itu jejak perjuangan HMSI di India. Cuma Cina yg bisa bikin Jepang jadi pusing.
bukannya honda masih rating 3 , yamaha 4…..bajaj belom kalah,,,malah mulai agresive….
Bajaj dan TVS kalah? data dari mana Gan?
Kata bike advice. Masih itungan bulan sih, belum tahun. Makanya aku sebut mulai kalah. Krn kalau dilihat grafiknya, lebih naik HMSI.
IMHO Penjualan secara kuantitas pasti kalah.. tapi coba sampeyan lihat penjualan pulsar dan TVS dari tahun ke tahun, makin naik kan? Pelan-pelan Bajaj dan TVS sudah mengambil pasar yang dulunya dikuasai si Jepun. Jadi kalo dibilang KO mungkin nggak juga.
Baca di iwan banaran . Com
makanya di mulai dari anda dulu , susah kalo cuma teriak ke orang suruh beli produk lokal.
lihat tuh contohnya motor buatan lokal yang sekarang sudah gulung tikar.
masih mending ada astra (baca perusahaan lokal) yang sharenya masih 50:50 yg artinya keuntungannya masih 50% di ambil untuk kesejahteraan pekerja indonesia…..coba lihat yamaha dan suzuki yang sudah 100% di miliki jepangnya
Susah buat pemain baru bersaing.
Mereka harus cari vendor baru.
Lagian, 90 persen motor honda yg non cbu kan udah local content.
Beli supra atau vega, sama aja beli buatan dalam negeri.
Lha pabrik ban, aki, piston, jok, sokbreker, lampu, semua di dalam negeri.
Paling yg sistem injeksi yg impor.
Dengan demikian, yg menikmati juga pekerja di industri otomotif.
Soal uang yg lari ke jepang.
Itu wajar.
Sama juga dg kita pake bb atau pake ipad.
Atau kita pake komputer.
Prosesor, memori, vga, motherboard, semua dibuat di luar negeri malah.
India tdk inferior ya.
Mereka punya industri film, mereka punya industri digital, mereka punya nuklir.
Mereka punya banyak ilmuwan penerima nobel.
Dan populasi penduduk mereka akan melampaui cina ( baca di national geographic)
Kita perlu orang-orang berjiwa entrepreneur tinggi dengan backup modal yang kuat untuk berani dan bisa menerobos semua kesulitan itu
AHM dilawan…
tumben bahas strategi marketing
…
Masih dangkal mas bro. Lagi belajar.
Lengkap, dari hulu hingga hilir..
YIMM mesti menerapkan resep yg pertama & ketiga (sekarang minim fitur). IMHO..
Minta bantuan sales dan FB untuk mem BC kompetitor secara membabi buta…
gw gak ngerti knp sampe sekarang kalo isi bensin harus turun dari jok
Kalau ada kebakaran, larinya gampang. Naik motor batangan sekalipun idealnya harus turun.
Tapi (imho) masi ada celah di segmen bebek injeksinya
http://z1riders.wordpress.com/2012/07/14/siapakah-lawan-sepadan-jupiterz1-dari-honda-jawab-belum-ada/
Oiya, pict cub history nya bebek AHM bisa didapet dari mana ya kang? Pingin
Cub history saya dapat dari AHM
Oh, makasih kang…
Peningkatan kapasitas Produksi dan distribusi yang lancar kalau menurut saya sangat penting kang. walau masih kewalahan di distribusi matic, AHM sudah cukup kuat menyebarkan tipe cub nya…
betul, produksi dan distribusi kunci penting dalam mendongkrak volume penjualan. salam.
penjualan unit second nya juga jangan kelupaan mbah…
Blm punya datanya mas bro. Trims
mohon maaf jika ada salah kata, perbuatan maupun semuanya yang bersumber dari hati… sekiranya mas berkenan membuka pintu maaf untuk saya..
nitip artikel mas.
http://temonsoejadi.wordpress.com/2012/07/18/ingat-you-only-life-once-kan/
terima kasih
honda udah mendarah daging di republik ini..
Merasa semua motornya awet, sampe lupa nyiapin sparepart aftersalesnya … Habis banyak bueener varian motornya (wk wk wk …)
Mantappp! AHM , HONDA OKE
tipikal org ina itu lebih mengutamakan invest disuatu usaha yg lebih jelas untungnya drpd harus invest buat merk motor baru yg asli made in ina yg blm tentu laku.rasa cinta buatan dlm negri masih memprihatinkan.
Honda memang sangat mengerti dengan keinginan masyarakat Indonesia …
Nice artikel!!!