XL Netrally dan Road Safety

Saat pelepasan tim XL Net Rally 2012 oleh Dirut PT XL Axiata Tbk Hasnul Suhaimi, di Stasiun Gambir, Jakarta, Jumat (6/7/2012).(dok edo)
OPERATOR seluler punya peran penting bagi pertumbuhan ekonomi. Kian luas jangkauan komunikasi, bisa mendorong dinamika sosial dan ekonomi masyarakat.
Ada 12 operator telekomunikasi dengan beragam teknologi. Berapa pendapatan mereka? Jangan kaget, bisa menyentuh Rp 90 triliun. Maklum, tak kurang 225 juta nomor seluler yang beredar di Indonesia pada 2012. Angka itu mencerminkan dinamisnya masyarakat Indonesia.
Berbagai aktifitas sehari-hari memanfaatkan seluler sebagai sarana komunikasi. Mulai dari urusan rumah tangga, urusan kerja, hingga urusan politik. Bahkan, ada gejala ketergantungan pada telepon seluler (ponsel).
Pemanfaatan seluler kian meninggi manakala moment-moment khusus. Tak semata untuk komunikasi lisan dan pesan singkat, tapi juga layanan data.
Salah satu moment besar yang mengatrol peningkatan penggunaan ponsel adalah saat arus Mudik Lebaran. Saat itu, belasan juta penduduk Indonesia bergerak dari kota ke kota dalam waktu bersamaan. Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri sebuah moment besar untuk silaturahmi kaum muslimin. Mengingat saat itu juga hari libur nasional, praktis dimanfaatkan untuk liburan oleh masyarakat yang lainnya.
Saat arus mudik Lebaran, pemakaian telekomunikasi seluler ditaksir melonjak berkisar 20-30%. Baik untuk pembicaraan maupun SMS. Hal itu tentu saja mendorong para operator seluler berbondong-bondong menyiapkan infrastruktur untuk mempertahankan layanan yang prima. Salah satu kawasan yang mesti diantisipasi adalah sekitar Pantura Jawa. Arus mudik di Pulau Jawa yang terbesar adalah di kawasan tersebut.
”Kami mengutamakan kepuasan pelanggan, karena itu, persiapan infrastruktur jaringan kami tingkatkan termasuk layanan jaringan 3G sepanjang jalur mudik,” kata Hasnul Suhaimi, direktur utama PT XL Axiata Tbk, saat melepas rombongan jurnalis dan blogger dalam menjajal kesiapan jaringan XL, di Jakarta, Jumat (6/7/2012) pagi.
Program bertajuk XL Netrally 2012 itu, diikuti tak kurang dari 22 jurnalis dari berbagai media dan 11 blogger dari Jakarta. Rute yang ditempuh dalam perjalanan menggunakan kereta api adalah Jakarta-Semarang. Setelah itu, perjalanan menggunakan bus menuju Jogjakarta. Puncak acara digelar di Liquid Cafe, Jogjakarta. Selain menggelar paparan hasil test jaringan XL, acara juga diisi dengan diskusi bertajuk ”Tetap Terhubung Selama Liburan”.

Tim Obiwan bersama Dirut PT XL Axiata Tbk Hasnul Suhaimi di atas KA Argo Muria, Jumat (6/7/2012).(foto:dok edo)
Diskusi yang dibungkus dalam Obrolan Langsat (Obsat) edisi ke-112 tersebut, digelar mulai pukul 13.00 WIB. Saya mendapat kesempatan memaparkan ”Liburan dan Mudik Lebaran Aman”, sedangkan Trinity Traveler, penulis buku Naked Traveler, memaparkan soal menulis buku sekitar liburan yang nyaman.
Bagi saya, musim liburan saat mudik Lebaran menjadi salah satu moment khusus untuk mencurahkan perhatian. Khususnya terkait dengan keselamatan berkendara dari dan menuju ke kampung halaman. Tahun lalu, tak kurang dari 15,4 juta pemudik Lebaran yang menggunakan beragam moda transportasi. Ironisnya, dalam rentang 16 hari, rata-rata ada 297 kasus kecelakaan dan menelan korban rata-rata 49 jiwa per hari. Belum lagi, korban luka-luka yang tiap harinya 298 korban.
Perhatian khusus yang saya maksud menyangkut berkendara yang aman, manajemen berkendara, hingga peran stakeholder keselamatan jalan. Sama persis dengan seriusnya XL mengantisipasi lonjakan pemudik yang otomatis mendorong kenaikan pemakaian ponsel. Manajemen XL mengaku siap mengantisipasi lonjakan tersebut.
Di sisi lain, peran operator seluler juga amat strategis dalam menyosialisasikan berkendara yang aman dan selamat. Entah pada moment mudik Lebaran atau dalam keseharian. XL cukup memberi porsi untuk sosialisasi keselamatan berkendara di kalangan blogger peserta XLNetRally. Maklum, pada kesempatan kegiatan serupa di Semarang, saya juga berkesempatan menyampaikan pentingnya soal keselamatan jalan (road safety). Bahkan, saat itu, hadir dari pihak National Traffic Management Control (NTMC) Korlantas Mabes Polri.
XL juga mengaku telah melakukan kerja sama dalam bentuk membuat peta mudik bersama Korlantas Polri. Selain itu, mereka juga mengaku mencetak brosur soal ajakan tidak berponsel saat berkendara.
”Perlu peran operator seluler untuk mengedukasi konsumen untuk memakai ponsel secara bijak, aman dan selamat,” kata Turina Farouk, Vice President Corporate Communication PT XL Axiata Tbk, saat berbincang dengan saya, Jumat.
Ya. Operator seluler cukup punya peran strategis. Karena itu, saya usulkan agar mereka mencantumkan ajakan tidak berponsel saat berkendara kepada calon konsumen atau konsumen mereka. Salah satunya, mencetak ajakan tersebut dikemasan kartu perdana. Harapannya, saat konsumen membeli kartu seluler, mereka bisa membaca pesan itu dan lebih peduli soal keselamatan jalan.

Di dalam bus perjalanan Semarang-Jogjakarta, Jumat (6/7/2012). (foto:dok edo)
”Saya rasa usulan tersebut sangat penting untuk diimplementasikan oleh XL dan operator lain. Kami mendukungnya, apalagi kalau XL mau jadi pionir,” kata Kushindarto, pemimpin redaksi Majalah Digital Jangan Tulalit, dalam diskusi di Liquid Cafe bersama para jurnalis, Sabtu (7/7/2012).
XL siap jadi pionir? (edo rusyanto)





sip,,,
yang penting road safety
sip ajib
mantabbbsss….lanjutkan terus mas..
ijin menyimak dan nitip artikel mas
http://temonsoejadi.wordpress.com/2012/07/09/bagaimana-cara-mengatasi-stress/
terima kasih