Langsung ke isi

Nasib ‘Jalur Motor’

7 Juli 2012

SAAT saya melintas jalan ring road utara Sleman, Jogjakarta ada pemandangan menarik. Pemandangan menarik itu adalah adanya ‘jalur khusus sepeda motor.’ Jalan mulus tersebut mengarah ke bandara Adi Sucipto dan ramai dilintasi kendaraan.
“Jalur itu khusus sepeda motor tapi kalau lagi macet, kadang-kadang dilintasi mobil juga,” ujar seorang mahasiswi, saat berbincang dengan saya, Sabtu (7/7/2012) sore.
Benar saja. Saat saya melintas di jalan tersebut menjumpai pemandangan tersebut. Satu dua mobil muncul di antara puluhan sepeda motor. “Sebagian mobil itu ada yang memang akan berbelok ke pemukiman di kiri jalan,” jelas sang mahasiswi yang sehari-hari menunggang motor bebek itu.
‘Jalur sepeda motor’ yang saya lihat memang tak ada tanda khusus seperti di Jl Sudirman-Jl MH Thamrin, Jakarta. Walau, jalur motor itu pun tak steril oleh mobil pribadi atau mobil angkutan umum. Jadi, percuma saja yah disebut jalur motor?
Balik lagi soal ‘jalur khusus sepeda’ di Sleman. Jalur itu dipisahkan oleh separator berbentuk beton dan beraspal mulus. “Itu jalur lambat, bukan jalur khusus sepeda motor, kalau mobil melintas untuk berbelok boleh saja,” ujar seorang staf pemerintahan kota Jogjakarta.
Ya. Jalur khusus sepeda motor seperti di Jakarta atau ‘jalur khusus’ seperti di Sleman, tak akan pernah steril. Selalu di serbu kendaraan lain. Kecuali, jalur khusus seperti di jembatan Suramadu. Jalur itu tak bisa dirangsek mobil karena dibuat kecil, yakni hanya bisa dua motor pararel. Bisa dicontoh buat di Jakarta? (edo rusyanto) http://edorusyanto.wordpress.com

About these ads
10 Komentar leave one →
  1. 7 Juli 2012 16:41

    ya begitulah mbah, sering ( true story )

    • 7 Juli 2012 18:23

      Butuh waktu panjanggggg

      • 7 Juli 2012 18:28

        wong jalur motor masih ada juga mobil yang masuk,,,lah ada juga, moge ninja 250 sampe hd yang nekat juga lewat jalur mobill, dilema di jogja,,,,ane mah minggir aja,,,,ktimbang diklaksonin terus sama mobil nekat

  2. 7 Juli 2012 16:48

    di semarang ada, tp cuma dibatasi marka..
    sama aja bohong, om… :D

    • 7 Juli 2012 18:24

      Butuh komitmen dari para pemangku kepentingan.

  3. 7 Juli 2012 18:33

    gi tugas apa om nyampe jogja, or malah gi liburan
    blm tau juga om, tuh kl kenceng, motor boleh masuk jalur cepat pa gak

    • 7 Juli 2012 18:55

      Usai acara sharing soal road safety di XL Net Rally 2012 di Liquid Resto.

  4. 7 Juli 2012 18:50

    #info Om Edo. Jalur khusus sepeda tersebut gak hanya ada di Sleman, namanya: ringroad. Jalan tersebut berputar mengelilingi Jogja dari wilayah utara, timur, barat dan selatan. Yogyakarta membuat jalan teersebut, kalau gak salah dari tahun 2002 =)

  5. 8 Juli 2012 13:15

    pas liwat jalan magelang jogja, tepatnya sepanjang jalan dr new armada – palbapang mungkid, diaspal ada tulisan “truk & roda2 lewat lajur kiri”.
    Tapi sama juga bohong, lha wong cuma dibatasi garis marka, & begitu banyak truk pasir & mobil yg parkir dijalan tsb.
    Mau tak mau roda2 harus melewati jalur tengah.

  6. 10 Juli 2012 08:04

    ajib… nasib2 :D ..
    apalagi kalo macet eyang
    http://aaikhwan.wordpress.com/2011/10/04/saat-macet-tiba-jalur-motor-pun-menyempit/

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.239 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: