Mudik 2011, Setiap Hari 49 Orang Tewas, Tahun Ini?
SEKITAR satu bulan lagi kita bakal memasuki musim mudik Lebaran. Suatu moment pergerakan manusia dalam jumlah besar dari suatu kota ke kota yang lain. Selain belasan atau puluhan juta orang, pada saat itu juga jutaan kendaraan bakal ikut bergerak.
Fakta menyebutkan, pada 2011, sedikitnya 15 juta orang bergerak sepanjang musim Lebaran. Mereka memanfaatkan aneka kendaraan. Mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, bus, kapal laut, kereta api, hingga pesawat terbang. Lebih dari 58% memanfaatkan angkutan jalan,
Ironisnya, di tengah menuju kampung halaman atau kembali ke kota tempat bekerja, kecelakaan lalu lintas jalan terus membayangi. Tahun lalu, setiap hari ada 297 kasus kecelakaan yang menyebabkan 49 orang tewas setiap hari. Belum lagi korban luka-luka yang mencapai 298 orang per hari. Sebuah tragedi, duka anak negeri.
Jika ditelisik, sekitar 84% pemicu kecelakaan adalah factor manusia. Selebihnya terbagi atas faktor kendaraan, jalan, dan alam. Fakta itu bermakna, pentingnya persiapan matang dalam melakukan perjalanan mudik. Terutama para pengendara yang terancam keletihan karena panjangnya jarak dan waktu tempuh.
Mau tidak mau, kita semua para pengendara harus mempersiapkan diri. Mengelola manajemen perjalanan secara baik. Tidak memaksakan diri berkendara ketika sakit atau letih. Menjadwalkan waktu istirahat secara tepat. Selain, tentu saja memeriksa kondisi kendaraan sesaat sebelum berangkat atau ketika sedang istirahat.
Itu dari faktor pengguna jalan. Para pemangku kepentingan keselamatan jalan lainnya harus sungguh-sungguh menjalankan tugas dan fungsinya. Mulai dari penyelenggara jalan, penanggung jawab transportasi, hingga penanggung jawab keamanan dan keselamatan di jalan.
Sinergi di antara para pemangku kepentingan menjadi kata kunci yang absolut. Sarana dan prasarana jalan menjadi tanggung jawab pemerintah. Para petugas keamanan juga punya andil besar. Dibarengi dengan perilaku pengendara yang tertib dan saling menghargai, rasanya, fatalitas kecelakaan lalu lintas jalan terus bisa kita tekan.
Selagi ada waktu sekitar satu bulan lebih, mari sinergi terus diperkuat. Perencanaan di antara stakeholder dimatangkan. Ketika implementasi menjadi sebuah harmoni yang membuat lalu lintas jalan menjadi lebih humanis. Sebuah lalu lintas jalan yang menunjukan keadaban kita sebagai manusia. Kita semua menyadari, keselamatan menjadi prioritas. Ada keluarga tercinta yang menanti kita di rumah. (edo rusyanto)







ppemerintah cuma bisa prihatin doank,,,payah
Ngotot mudik pake motor, kadang gak kecelakaanpun bs meninggal karena kecapean plus pasti ga bisa puasa, ini tergolong pemudik yg ga wajar
wajar mbah mudik kadang ada yang jakarta banyuwangi naik sepeda. terlebih lagi tiket udah habis mau g mau ya naik sepeda motor.
yang penting do’a-nya pak edo: mudah2an tahun ini 0 (nol) pemudik yg meninggal. aamiin
Aminnnn
ijin menyimak dan nitip artikel mas
http://temonsoejadi.wordpress.com/2012/07/07/seberapa-bahayakah-kesibukan/
terima kasih
berarti penurunan 40% dari rerata normal tuh mbah, tapi dengan pengerahan kapasitas yang 200-300%