Kecelakaan Bus Maut Semester Pertama 2012
PETAKA jalan raya seakan enggan beringsut dari Bumi Pertiwi. Sepanjang semester pertama 2012, kecelakaan bus dan minibus maut merenggut tak kurang dari 110 korban tewas dan 146 korban luka-luka. Inilah duka anak negeri.
Pemicu kecelakaan beragam. Mulai dari ban pecah, mengantuk, hingga kendaraan terbakar. Apa pun pemicunya, kecelakaan membawa luka bagi kita semua. Terlebih bagi korban dan keluarga yang ditinggalkan.
Data yang saya himpun dari berbagai pemberitaan media massa sepanjang Januari-Juni 2012, ada 14 kecelakaan maut. Kasus kecelakaan yang menimbulkan korban tewas lebih dari satu orang itu, terjadi di berbagai kota di Indonesia. Walau, sebagian besar kejadian masih di Pulau Jawa.
Di luar Jawa, dua kejadian yang menonjol adalah kasus terbakarnya bus di Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Saat itu, sebanyak 13 orang tewas dan 14 lainnya luka-luka. Peristiwa yang menimpa bus pengangkut 48 penumpang itu, terjadi sekitar pukul 04.30 WIB.
Kasus kedua adalah yang menimpa Minibus CV Taksi Kita Bersama (TKB). Minibus naas itu masuk jurang sedalam lebih dari 100 meter. Sopir diduga mengantuk. Mobil diduga menabrak gundukan tanah dan terlontar masuk jurang. Sebanyak delapan orang tewas dan empat lainnya luka-luka.
Kasus serupa mengingatkan kita pada kecelakaan setahun lalu, yakni pada Minggu, 26 Juni 2011, pagi, di Desa Aek Latong, Tapanuli Selatan, Sumatera Barat. Saat itu bus Antar Lintas Sumatera dengan rute Medan – Bengkulu terperosok kedasar danau. Sebanyak 14 tewas dan lainnya luka-luka. Ironisnya, saat itu, sang sopir bus melarikan diri setelah kencelakaan terjadi.
Sepanjang semester pertama 2012, kecelakaan lalu lintas jalan yang menimpa bus atau angkutan umum jumlahnya tentu lebih banyak. Untuk 14 kasus kecelakaan yang paling menonjol (lihat tabel) mengingatkan kita semua. Pentingnya para pengusaha angkutan umum untuk secara berkala memeriksa kendaraannya. Termasuk menyiapkan sang pengemudi dan kondektur dengan keterampilan memadai. Manajemen pengelolaanya harus semaksimal mungkin membuat kondisi para awak bus tetap bugar ketika mengemudikan kendaraan. Walau, kita juga tahu, ada faktor lain seperti faktor jalan dan alam. Semoga tak bertambah panjang daftar kecelakaan yang membuat duka bagi anak negeri. (edo rusyanto)






ngeri….deengernya..
ijin menyimak dan nitip tulisan mas
http://temonsoejadi.wordpress.com/2012/07/03/bunda-jangan-kau-sia-siakanku/
terima kasih
ajib,.. duka negeri ini
Turut prihatin..nyawa serasa tidak berharga..byk hal yg turut mengambil andil, budaya salah yang meluas, peraturan yang kurang tegas, infrastruktur yg tidak memadai…
nitip om
http://boerhunt.wordpress.com/2012/07/02/pajak-progresif-bag-i-bbrp-poin-penting-menyangkut-peraturan-daerah-pajak-progresif-kendaraan-bermotor/
Reblogged this on Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI ) KOTA TANGERANG.