Ekspor Sepeda Motor Membubung
WOW! Ekspor sepeda motor membubung hingga 80,47% pada Januari-Mei 2012, dibandingkan periode sama 2011. Maklum, dari segi volume, bila tahun lalu sekitar 15.200-an unit, kali ini sekitar 27.500-an unit.
Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi) menunjukan, lonjakan tersebut dipicu oleh geliat Suzuki yang tiba-tiba melejit. Bayangkan, jika pada lima bulan pertama 2011, ekspor Suzuki hanya di bawah 100 unit, per akhir Mei 2012 menjadi 13.300-an unit. Luar biasa!
Saya tak punya data jenis motor apa dan ke negara mana Suzuki melempar produknya. Catatan yang menarik, pada periode sama 2010 dan 2011, Suzuki rata-rata mengekspor hanya 30-an unit.
Lonjakan ekspor lima bulan pertama 2012 juga ditopang oleh gebrakan Kawasaki yang mengantongi pertumbuhan 89,25%. Pada akhir Mei 2011, Kawasaki mengekspor sekitar 2.200-an unit, kali ini melejit menjadi 4.200-an unit.
Tiga anggota Aisi lainnya, yakni Yamaha, TVS, dan Honda justeru mencatat penurunan volume ekspor. Penurunan paling dalam dicatat oleh Yamaha, yaitu sekitar 34,52%. Sedangkan TVS dan Honda hanya turun tipis, yaitu masing-masing sekitar 2,68% dan 1,19%.
Honda yang menjadi pemimpin pasar di Indonesia, relatif stabil dalam mengekspor produknya. Dalam tiga tahun terakhir, untuk periode Januari-Mei, rata-rata ekspor Honda hanya seribuan unit. Sang produsen mungkin merasa pasar domestik masih lebih seksi. Belum lagi, prinsipal Honda memiliki pusat produksi di beberapa negara lain. Hal serupa sebenarnya juga terjadi pada Yamaha.
Bermain di pasar dalam negeri masih mengasyikan. Pada Januari-Mei 2012, pasar domestik menyerap sekitar 99,13% dari total penjualan anggota Aisi yang menyentuh sekitar 3,18 juta unit. Lantas, volume ekspor hanya sekitar 0,87% dari jumlah tersebut. Minim kan? (edo rusyanto)






weleh
wah suzuki
http://kharis27.wordpress.com/2012/07/01/pict-motogp-assen-detik-detik-lorenzo-di-sosor-bautista/
om edo kira” jenis motor apa yang paling banyak diekspor ?
Blm punya datanya mas bro. Salam.
ijin menyimak dan nitip tulisan mas
http://temonsoejadi.wordpress.com/2012/07/01/kenapa-mudah-putus-asa/
terima kasih