Prihatin Petaka Jalan Raya
SEBUAH berita di situs http://surabaya.detik.com membuat saya terpana. Dua siswa sekolah menengah pertama (SMP) tewas mengenaskan di jalan raya. Keduanya mengendarai sepeda motor.
Petaka di jalan raya seakan tak pernah henti. Hingga kini, negeri kita sudah kehilangan lebih dari 300 ribu jiwa akibat kecelakaan lalu lintas jalan. Ironisnya, usia muda menjadi kelompok yang paling banyak tertimpa petaka di jalan raya.
Dalam kasus kecelakaan yang menimpa dua siswa SMP tersebut, kalau kita baca beritanya, amat memprihatinkan. Ini kutipan berita tersebut.
Jumat, 08/06/2012 10:07 WIB
Kebut-kebutan, 2 Pelajar SMP Tewas Ditabrak Bus Rombongan Pengantin
Syaiful Kusmandani – detikSurabaya
Jember – Dua pelajar SMPN 2 Kencong tewas ditabrak bus pariwisata rombongan pengantin di jalur selatan Tanggul-Kencong. Pelajar kelas 2 itu kebut-kebutan di jalur yang dianggap sepi. Akibatnya pelajar yang ditabrak dari arah berlawanan itu terseret hingga 5 meter.
Motor korban juga hangus terbakar setelah terpercik api. Para korban tewas yakni Agus Budi Santoso (14) dan Ade Riko Romansyah (14) warga Desa Pondok Waluh Kecamatan Jombang, Jember.
Informasi yang dihimpun, sebelum kecelakaan terjadi, kedua siswa kebut kebutan di jalur lurus. Saat itu dari arah utara bus pariwisata bernopol KT 9697 A yang disopiri Sugeng warga Malang, melaju dengan kecepatan sedang.
“Entah kenapa tiba-tiba saja anak itu masuk ke marka bus yang sedang melaju dan akhirnya ditabrak,” kata seorang warga, Sudar kepada detiksurabaya.com, Jumat (8/6/2012).
Sementara dua siswa yang tewas di lokasi kejadian langsung dibawa ke Puskesmas Kencong, sebelum akhirnya dibawa keluarga ke rumah duka untuk dimakamkan.
“Mereka kebut kebutan dan berusaha mendahului temannya namun posisi motor terlalu ke tengah dan akhirnya ditabrak bus pariwisata dan terseret antara 4-5 meter,” tegas AKP Ma’ruf Kapolsek Kencong usai mendatangi lokasi kejadian.
Sedangkan sopir bus, Sugeng, langsung diamankan polisi. Menurut sugeng kedua siswa tersebut balapan dengan temannya,
“Saat menyalip mungkin motor korban tersenggol stir motor temannya, karena saat itu tiba tiba saja motor itu masuk ke posisi bus saya,” katanya.(fat/fat)
Direktur Keselamatan Transportasi Kementerian Perhubungan RI, Hotma Simanjuntak mengatakan, selain berdampak posisitf, penggunaan sepeda motor juga berdampak negatif yakni kecelakaan, kesemrawutan dan polusi udara.
Dia menyebutkan, pada 2010, sebanyak 40,48% korban kecelakaan yang meninggal dunia adalah kelompok usia muda, yakni 15-29 tahun. Tahun itu, total korban yang meninggal adalah 31.234 jiwa.
Anak-anak muda adalah penerus bangsa. Di pundak merekalah nasib bangsa disandarkan. Jika kelompok ini terancam oleh petaka di jalan raya, sudah semestinya semua pihak turun tangan. Tak semata pemerintah dan kepolisian, para orang tua punya andil yang cukup besar. Semaksimal mungkin mencegah putera dan puterinya terjebak dalam kecelakaan di jalan raya. (edo rusyanto)






di wonogiri mahasiswi kelinda truk semen mbah
berduka miris
http://pertamax7.wordpress.com/2012/06/10/menerka-honda-tralis-headlmapnya-aja-bikin-geger/
Innalilahi wa inna ilaihi roji’uun
Miris sekali pak edo.
Top Speed TVS Apache 160 RTR
http://motoroda.wordpress.com/2012/06/10/review-top-speed-tvs-apache-160-rtr-review-cenat-cenut-2/
Reblogged this on Triyanto Banyumasan Blogs and commented:
Mempriharinkan sekali. Padahal mereka adalah generasi calon penerus bangsa ini. Umur remaja memang cenderung labil dan mudah diprofokasi. Sering kalo malam minggu banyak ABG yang berkendara rombongan tanpa safety gears sama sekali. Ini salah satu potret remaja kita yang harus dibekalu keamanan berkendara sejak dini. Semoga menjadi perhatian dan pelajaran segenap pihak
kejadian nyata yang pernah saya dengar, pak:
anak pintar, setelah mendapat prestasi bagus di sekolahnya, diberi hadiah sepeda motor oleh orang tuanya. anak ini lalu mendapat kecelakaan di jalan raya, di usianya yang belum seharusnya boleh berkendara di jalan raya.
sayangnya, anak ini akhirnya harus cacat seumur hiduo akibat kecelakaan tersebut..
Tragedi jalan raya. Semestinya para ortu tak mudah beri hadiah dan mengizinkan anak di bawah umur mengendarai spd motor.
ijin menyimak dan nitip tulisan mas
http://temonsoejadi.wordpress.com/2012/06/11/arti-100-000-buat-saya/
terima kasih
ijin komentar ah..
kalo di pabrik ada 3M : Man, Machine, Method
yng perlu disimak adalah Man ada di posisi terdepan, yg berarti jg, Man Mempunyai andil yang sangat banyak terhadap kualitas product, yg saya mo sampaikan adalah sekian banyak kecelakaan, faktor utama ada pada orang yang mengendarainya… kesadaran akan bahaya yg mengancam dirinya dan orang lain akibat dirinya sangat kurang… maklum lah .. SIM aja nembak…hahaha…padahal kalo nonton di TV untuk mendapatkan SIM saja sangatlah sulit dengan rangkaian test yang harus dijalankan….yang kedua, untuk prihal usia muda yg banyak mengalami kecelakaan, tidak menutup mata bahwa orang tua ada andil salah, dimana mereka belum menanamkan tanggung jawab namun sudah memberikan “machine” yg berbahaya… semoga kita yg tidak termasuk orang tua yang tak bertanggung jawab
Tumben sudah sampai tanggal 11 Juni, belum ada data AISI untuk masing-masing pabrikan? Atau saya yang terlewat artikelnya pak Edo? Trims
turut berduka cita, mg dicarrikan sgera solusinya
sungguh memprihatinkan….. apa kabar eyang….?
http://uungferi.com/2012/06/11/potret-perjalanan-becak-motor-di-medan/
Baik mas bro. Ente apa kabar nih?
pengetahuan safety riding yang kurang,,,
http://chozinahmad.wordpress.com/2012/06/13/resiko-kematian-bikers-39-kali-lebih-besar-ketimbang-drivers/#more-443
Menyedihkan.. Semoga ini bs jadi pelajaran untuk kita semua..