Strategi Cerdik Yamaha Mengedukasi Motor Injeksi
COBA deh tengok sekeliling kita. Pasti masih sedikit yang memakai sepeda motor bermesin injeksi. Mayoritas masih bermesin karburator. Kenapa begitu?
Ada persepsi bahwa merawat sepeda motor bermesin injeksi lebih repot. Maksudnya, untuk pelayanan jasa servis harus di bengkel resmi milik para produsen. Maklum, bengkel umum mayoritas tidak memiliki alat-alat selengkap bengkel resmi produsen.
“Itu hanya mitos, merawat mesin injeksi tidak seribet yang ada dipersepsi kebanyakan orang,” ujar Muhamad Abidin, manajer teknik Yamaha, di Jakarta, Jumat (1/6/2012) siang.
Menurut dia, saat ini edukasi masih kurang kepada masyarakat. Karena itu, peran para produsen mengedukasi masyarakat menjadi amat penting.
Belakangan Yamaha gencar mengedukasi jurnalis dan blogger lewat ‘Workshop Yamaha Mixture Jet Fuel Injection.’ Tujuannya mudah ditebak, agar kian luas penyebaran informasi seputar motor injeksi kepada konsumen. Sebelumnya, saya dan sejumlah blogger juga sempat hadir dalam workshop serupa di salah satu rumah makan di Jakarta Selatan.
Jurus mengedukasi konsumen tentu bukan tanpa maksud. Kita tahu, Yamaha pertamakali meluncurkan motor injeksi Yamaha Vixion pada Mei 2007. Kini, lima tahun kemudian, meluncurkan Yamaha Mio J pada Februari 2012 dan Yamaha Mio Soul GT pada Maret 2012. Kedua motor yang diluncurkan pada 2012 itu, merupakan varian skutik.
Sepanjang Januari-April 2012, komposisi motor injeksi Yamaha masih didominasi Mio J yakni sebanyak 171 ribuan atau 57,74% dari total injeksi Yamaha. Sedangkan Vixion dan Soul GT masing-masing 88 ribuan (29,75%) dan 37 ribuan (12,50%). Oh ya, secara nasional, Yamaha menguasai 57,28% dari total motor injeksi yang mencapai sekitar 517 ribuan unit. Sedangkan Honda sekitar 220 ribuan unit (42,52%).
untuk merawat konsumen, Yamaha bahkan menyiapkan kelengkapan alat servis terkomputerisasi yang disebut FI Diagnostic tools. Selain itu, tentu saja menyiapkan jajaran tenaga teknisi di setiap bengkel resmi yang dimiliki Yamaha.
“Alat ini bisa mendiagnosa secara akurat kondisi mesin motor,” jelas Nurudin, teknisi Yamaha saat berbincang dengan saya di DDS Jakarta, Jumat.
Seperti yang saya lihat siang itu, alat pendiagnosa bekerja cukup simpel dan cepat. Diagnosa yang dihasilkan itulah para teknisi bisa mengambil keputusan untuk melakukan apa. “Dengan alat ini kami bisa lebih cepat dan akurat,” kata dia.
Menurut dia, total waktu yang dibutuhkan untuk perawatan motor injeksi tidak lebih dari 45 menit. Itu sudah termasuk ganti oli atau tindakan lain. Tentu saja untuk kasus perawatan berkala yang tidak terlalu berat. (edo rusyanto)








mangtaf,motor jozz tenan
http://wahyuvixi.wordpress.com
injeksi jozzz
http://kharis27.wordpress.com/2012/06/02/fz150i-warna-putih-di-malaysia/
injeksi itu pikson
http://pertamax7.wordpress.com/2012/06/01/honda-new-megapro-tampil-dengan-wanra-dan-striping-baru-puas/
Edukasi yg ajib
mangtaff
ijin menyimak dan nitip artikel saja mas
http://temonsoejadi.wordpress.com/2012/06/02/jangan-cuma-gantung-impian/
terima kasih
bwt apa repot2 bikin workshop,edukasi..dll buang2 duit, mendingan bwt CSR perusahaan aja lbh afdol… kan kl smua motor baru dh injeksi mau tak mau orang juga pasti beli, mang mau beli apalagi coba.
wow eyang jadi mekanic
Mekanik dadakan. Hehehe…
Wa ka ka … Udah ketebak …
yamaha cuma bisa ber strategy yang dapat Market pasti Honda … he he he …
Ya. Yang sengsara konsumennya. Motor injeksinya antri mau service. Mekaniknya kedodoran….
injeksi lebih baik
itu berarti ga bisa servis dibengkel biasa.. sama aja strategy buruk bagi customer, bagus buat dealer dong