Langsung ke isi

Lemahnya Sang Pejalan Kaki

26 Mei 2012

MULUT mungil sang perempuan muda hanya tersungut. Suaranya terbenam dalam raungan mesin dan knalpot sepeda motor.
“Woiii…ini buat pejalan kaki, bukan buat motor,” teriak perempuan muda bercelana panjang warna pink, suatu siang, di trotoar jalan Kalibata, Jakarta Selatan.
Tak ada yang menghiraukan ‘jeritan’ sang perempuan tadi. Para pemotor yang merangsek trotoar di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Kalibata terus melaju. Sang perempuan berdiri diapit puluhan motor. Saya cuma bisa memandang miris dari sisi jalan yang antre memanjang. Sayang, tak sempat memotret fragmen di Ibu Kota itu. Saya hanya memotret trotoar yang ‘diperkosa’ ramai-ramai oleh pemotor.
Sedikit pejalan kaki yang menjerit seperti perempuan muda tadi. Pernah ada kejadian seorang wanita yang melabrak para pemotor di kolong Jembatan Semanggi, beberapa waktu silam. Namun, pejalan kaki lainnya lebih memilih ‘diam’.
Ya. Pejalan kaki berada diposisi lemah. Hak mereka melintas di trotoar kerap dirampas. Tak hanya oleh para pemotor, kadang kita lihat ada pemobil yang asyik melintas disitu. Kalau soal pedagang yang mangkal sudah bukan rahasia umum, termasuk aksi sejumlah orang yang menjadikan trotoar sebagai tempat parkir.
Sejumlah aturan sudah ada terkait trotoar. Termasuk seperti yang diatur dalam UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Semua aturan bak sirna ditelan tingkah laku arogan. Rasanya tak berlebihan memberi hak pejalan kaki sesuai porsinya. (edo rusyanto)

About these ads
17 Komentar leave one →
  1. 26 Mei 2012 05:48

    apa yg salah ya mbah dgn negeri ini?

    • 26 Mei 2012 08:53

      Masalah kecelakaan lalin amat kompleks. Tak ada penyebab tunggal. Mencakup aspek sosial, ekonomi, budaya, pendidikan, hukum, hingga politik.
      Mesti dibangun kesadaran akan pentingnya keselamatan untuk kehidupan yg lebih baik tanpa merugikan orang lain.
      Salam.

  2. 26 Mei 2012 08:40

    kasihan, kadang ada yang ditabrak, trus penabraknya lari :(
    . FU = ALAY
    http://pertamax7.wordpress.com/2012/05/26/suzuki-satria-fu-yang-nggak-alay/

  3. 26 Mei 2012 08:51

    Aturan jadi tidak berlaku tanpa ada pengawasan & ketegasan dari pihak terkait, ditambah dengan tidak adanya kesadaran dari pengguna motor utk memberikan hak kepada pejalan kaki. Menjadi sebuah potret buram lalu lintas di Indonesia. Entah sampai kapan ini akan berubah. Entahlah…???

    • 26 Mei 2012 08:55

      Kalau semua mau, pastinya bisa lebih cepat diwujudkan. Persoalannya, ada yg tidak tahu bahwa melanggar aturan sama dgn merusak rencana masa depan. Salam.

  4. 26 Mei 2012 09:18

    perlu ada pag ogah yg gebukin kaya di vietnam kali ya….

    • 26 Mei 2012 09:22

      Aksi di Vietnam nekat juga yah? Aksi Semanggi lebih simpatik yah?

      • 26 Mei 2012 09:46

        shocktherapy yg efektif…
        masalahnya orang Indonesia terutama (maaf) jakarta sudah kebal atau bisa dikatakan acuh tak acuh dengan peraturan..
        sudah jelas2 melanggar aturan tp masih banyak yg nekat..
        aksi simpatik justru dianggap angin lalu..
        perlu ketegasan banyak pihak nih..

  5. ibun permalink
    26 Mei 2012 11:10

    Dulu pernah liat di daerah Malang, saking kesalnya sama pemotor yg naik trotoar, warga sekitar masang kursi n duduk2 di sana, tapi pejalan kaki masih bisa lewat. jadi kayaknya yg berani melawan ya harus orang banyak juga, lebih ampuh lagi kalo “orang kampung sini”, dijamin gak ada pemotor yg berani :)
    Sekaligus saran buat komunitas pejalan kaki, mungkin lebih baik kalo mereka juga mengajak warga sekitar untuk menolak pemotor yg lewat trotoar.

  6. Hendro permalink
    26 Mei 2012 12:30

    Klo bersepeda boleh ga ya mbah lewat trotoar?
    he he soalnya kadang klo lagi b2w suka lewat trotoar juga….

    • 26 Mei 2012 12:51

      Seingat saya boleh yah.

  7. 26 Mei 2012 13:39

    jalanannya kurang lebar kali ya ,.,.,.

  8. 27 Mei 2012 07:03

    sebab kita ngga punya organisasi yg melindungi paravpejalan kaki, kalo usul ada satpol pp yg menghadang laju motor di trotoar kali ya mas…..

  9. 27 Mei 2012 14:52

    ijin menyimak dan nitip artikel mas
    http://temonsoejadi.wordpress.com/2012/05/27/kenapa-harus-baca-alquran/

    terima kasih

  10. liat-liat permalink
    27 Mei 2012 22:27

    baru belajar ngeblog,mohon bantuanya
    nitip ya om
    http://yombohyo.wordpress.com/2012/05/27/belajar-bersepeda-bersama-pskpaguyuban-sepeda-konyil/

  11. arc the land permalink
    28 Mei 2012 09:18

    yah itulah jiwa biker kita……..tapi itu hanya oknum!

  12. haroem permalink
    28 Mei 2012 11:11

    Semakin ngga ada ruang untuk pejalan kaki semua di libas orang pengendara yang egois :(

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.239 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: