Jangan Ulang Kasus Tugu Tani
MASIH ingat kasus Tugu Tani, Jakarta, 22 Januari 2012? Ya. Sembilan pejalan kaki tewas diseruduk mobil. Tiga orang lainnya luka parah. Miris.
Hampir di seantero kota Jakarta, pejalan kaki menjadi puritan di jalan raya. Masyarakat kelas tiga, setelah pesepeda dan pemotor. Raja jalanannya masih si roda empat atau lebih. Siapa yang peduli terhadap pejalan kaki?
Betul. Diri sendiri para pejalan kaki. Fasilitas publik bagi pejalan kaki sudah disediakan. Ada trotoar jalan, ada jembatan penyeberangan orang (JPO), dan zebra cross untuk menyeberang jalan. Walau, ”Ada juga pejalan kaki yang berjalan sembarangan,” papar Glenn, pengelola akun twitter @jalankaki, saat berbincang dengan Oto Blogger Indonesia (OBI), di Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (12/5/2012) pagi.
Perbincangan mengalir rileks dalam Kombi ke-5, OBI. Kombi adalah sebutan untuk ajang diskusi informal yang digelar OBI secara rutin. Tujuannya, untuk menambah wawasan dan saling bertukar pikiran.
Selain Glenn dan saya, anggota OBI yang hadir adalah bro Adhi, bro Henry, bro Mitra, bro Azdi, bro Arief, dan bro Jamin. Dan, belakangan menyusul adalah bro Ardy. Diskusi digelar sambil menelusuri trotoar jalan di sekitar Rasuna, Kuningan. Sebagai pamungkas, kami makan siang di kantin Nyi Ageng Serang, persis di belakang Pasar Festival, Kuningan. Lezat.
Trotoar Nyaman
Budaya jalan kaki di masyarakat kota Jakarta masih minim. Banyak trotoar jalan yang sepi peminat. Sampai-sampai akhirnya dipakai untuk berjualan atau tempat parkir.
Bagi Glenn, kebiasaan jalan kaki mestinya menjadi alternatif masyarakat kota. Selain hemat, juga ramah lingkungan. Asal saja, trotoar jalannya juga aman, nyaman, dan selamat.
Pria yang mengaku kerap berjalan kaki itu menganggap pentingnya menyediakan trotoar yang nyaman. Salah satu jurus yang diusulkan adalah melibatkan kalangan swasta pengelola gedung pencakar langit di Jakarta untuk berpartisipasi. ”Misalnya, mereka merawat trotoar yang ada persis di depan gedung mereka, dibikin nyaman dan indah,” tutur Glenn. Dia merujuk pada indah dan nyamannya trotoar jalan di kota Singapura. Bersih dan nyaman untuk jalan kaki.
Gairah untuk berjalan kaki dalam aktifitas sehari-hari di Jakarta, ditularkan oleh Glenn lewat jejaring sosial twitter @jalankaki. Selain itu, dituangkan dalam blog http://jalankakijakarta.wordpress.com. Sasarannya adalah kalangan menengah atas agar peduli lingkungan. ”Gerakan moral kami sebarkan lewat twitter, kami berpikir jejaring tersebut bisa menjangkau sasaran kami,” sergah dia, seraya menyantap pecel lele dan minum segelas teh es manis.
Dia bersama pakar tata kota, Marco Kusumawijaya, pada November 2011 membentuk wadah gerakan moral dalam @jalankaki tadi. Menurut dia, saat ini, sudah ada tren masyarakat memperhatikan gerakan jalan kaki.”Media juga sudah ikut mendongkrak citra jalan kaki dengan mengulas di karya jusrnalistiknya,”tutur Glenn.
Selain kenyamanan, keselamatan pejalan kaki juga penting. Walau, para pejalan kaki sendiri juga perlu terus waspada saat di jalan. Jangan sampai kasus Tugu Tani terulang.(edo rusyanto)







semoga tidak terulang
http://pertamax7.wordpress.com/2012/05/13/knalpot-honda-tiger-di-yamaha-byson-racun-baru-nih/
siip
Selamat pagi eyang apakabar? Sehat selalu doaku buat eyang sekeluarga dan di berikeselamatan dan di mudahkan rezekinya dan di jauhkan dari orang-orang yg zhalim amin.
Aminnnn
Lagi-lagi kecelakan
http://m.detik.com/read/2012/05/13/044120/1915843/10/jelang-subuh-4-kecelakaan-warnai-jakarta-dan-sekitarnya
mending urip nang ndesa.
Ayem tentrem, jalanan tdk terlalu rame.
Ayo podo mulih ndesa
nitip artikel mas
http://temonsoejadi.wordpress.com/2012/05/13/putri-sholehah-itu-seperti-apa-sih/
terima kasih
Jalan kaki menyehatkan..tp kasus tugu tani memang bisa menjadi momok..mudah2an ada kepedulian lebih utk pejalan kaki
Nitip om
http://boerhunt.wordpress.com/2012/05/13/tragedi-sukhoi-kenapa-disebut-black-box-kotak-hitam-padahal-berwarna-orange/
Aminnn
alhamdulillah trotoar di depan tempat kami bekerja, di pelihara oleh perusahaan, jadi nyaman dan aman
Wah kerennn perusahaannya. Patut dicontoh nih.
saya pilih jalan kaki sekitaran rumah
, sepi dari motor, apalagi mobil
Mantabssss…kebiasaan kerennn. Dua jempol.
wah para penggiat RSA…maju terus yah….
susah mbah…selain gak aman…juga gak aman dari kriminalitas……
harus terus dibenahi tuh, ayo dinas pu, dinas tata kota, dinas perhubungan, dan kepolisian ri, bikin warga kota lebih aman, nyaman, dan selamat dong.
Skrg sudah berkurang lahan pejalan kaki jauh sekali mbah, terutama di jkt, sudah diserobot pedagang kaki lima, kendaraan parkir.
Perlu diingat juga mbah, selain bikers yg suka naik trotoar, penyakit kronis terbesar buat pejalan kaki adalah pedangan kaki lima seenak udelnya. Jgn alasan wong cilik cari makan langtas melanggar hak pejalan kaki?
Jadi, tanyaken knapa??/
apakah ada pembahasan untuk sisi edukasi bagi pejalan kaki? edukasi dimaksud sesuai yang diatur di UU 22/2009, krn masih banyak pejalan kaki yang tidak menggunakan fasilitas yang ada, spt JPO.