Skip to content

Hindari Libas Garis Menyambung Thamrin

23 April 2012

SUDAH dua pemotor yang saya kenal diganjar petugas. Keduanya melibas garis menyambung di Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat. Mereka ditilang. Mendapat slip warna merah.
Lokasi persisnya di mulut jalan yang super padat di jam sibuk itu. Dari arah Monas atau Balai Kota Jakarta mengarah Gedung Sarinah atau bundaran HI. Bangunan menjulang ke langit mengapit jalan mulus. Gedung-gedung seperti berlomba mencakar langit. Nah, garis putih menyambung atau marka jalan itu terus membujur hingga perempatan lampu merah depan Sarinah.
Saat melintas di kawasan jantung Jakarta itu beberapa waktu lalu, saya juga sempat melihat pemotor sedang ditindak. Diberi surat tilang.
Jalur tersebut memang menggoda pemotor. Ketika jalur kiri disesaki bus, taksi, atau mobil pribadi, pemotor kerap melambung ke kanan jalan. Melibas marka jalan. Biasanya ada petugas sebelum perempatan lampu merah. Kena deh.
Setahu saya, melibas marka jalan bakal diganjar denda maksimal Rp 500 ribu. Pilihan lain, kurungan badan maksimal dua bulan. Dua pilihan yang tidak mengasyikan.
Seorang teman yang sempat kena semprit dan diberi slip merah, di pengadilan didenda Rp 50 ribu. Walau hanya 10% dari denda maksimal, bagi saya, tetap saja uang Rp 50 ribu amat berharga. Uang segitu bisa beli 11 liter bahan bakar minyak (BBM) Premium. Artinya, bisa buat seminggu pulang pergi dari rumah ke kantor.
Faedah garis putih menyambung, setahu saya, salah satunya adalah agar antrean kendaraan menjadi tertib. Tidak saling zig zag. Kendaraan kecepatan lambat dan sepeda motor diharapkan tetap di jalur kiri. Pinginnya sih lalu lintas jalan menjadi lebih nyaman dan selamat. Bisa gak yah? (edo rusyanto) http://edorusyanto.wordpress.com

About these ads
13 Komentar leave one →
  1. 23 April 2012 10:07

    bisa mbah,..cm entah kapan tau :D

    • 23 April 2012 10:09

      Hemmm…tunggu tingkat kesadaran tinggi deh.

      • 23 April 2012 10:16

        iya mbah mulai dr diri sendiri, keluarga, tetangga, kawan, saudara, …lalu nanti berkembang ke masyarakat dan negara (walaupun tentunya sulit)

      • 23 April 2012 10:16

        iya mbah mulai dr diri sendiri, keluarga, tetangga, kawan, saudara, …lalu nanti berkembang ke masyarakat dan negara (walaupun tentunya sulit)

  2. 23 April 2012 10:08

    garis / marka jalan menyambung juga biasanya menandakan area berbahaya seperti tanjakan/turunan yg menikung

    • 23 April 2012 10:10

      Betul banget mas bro. Salam

  3. 23 April 2012 10:09

    sip, ati2
    harus hati2 dengan pejalan kaki,

    http://pertamax7.wordpress.com/2012/04/22/honda-cbr-250r-menangi-race-irs-250-cc-seri-1/

  4. 23 April 2012 12:34

    yang jalur motor itu ya om?g adil……tiap kali lewat situ angkot/kopaja/mayasari/taxi makan jalur situ, bahkan sampai 2 lajur, pengendara mau g mau harus melewati marka jalan untuk mendahului……..klo yang seperti ini yang ditilang ya mohon maaf itu g adil…….!!!!!

  5. 23 April 2012 15:00

    siap.. akan kita ingat.. (moga2 gak khilaf gitu hehehehe)

    http://jawawakan.wordpress.com/2012/04/23/peluang-rossi-ducati-di-jerez-2012/

  6. 23 April 2012 21:30

    haduh peraturan yang menyesakkan pemotor

    http://extraordinaryperson.wordpress.com

  7. 24 April 2012 14:06

    nitip artikel mas

    http://temonsoejadi.wordpress.com/2012/04/24/menyesal-selalu-kemudian/

    semoga bermanfaat

  8. 24 April 2012 14:58

    Ok itu kembali ke disiplinan masing- masing, btw kenapa harus terima Slip Merah,,kan kl pengendara sudah jelas” salah kenapa tidak minta Slip Biru saja yang menyatakan bahwa pengendara tersebut bersalah dan bersedia membayarkan denda melalui Bank BRI agar disetorkan kepada negara

    Menurut saya itu lebih bijak dibanding harus melalui tangan Polantas dahulu atau ke tangan calo- calo pengadilan SIM

Trackbacks

  1. Tidak Berada Di Jalur Khusus Motor, Banyak Biker Kena Tilang Di Ruas Thamrin… « Safety First !!!

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.516 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: