Langsung ke isi

Pakai Sirbo, Menteri Sulit Tembus Kemacetan

27 Maret 2012

KEMACETAN lalu lintas jalan di Jakarta menjadi makanan sehari-hari. Siapa pun yang tinggal di Jakarta atau berkunjung ke Ibu Kota Republik Indonesia itu, bakal mencicipi peliknya kemacetan lalu lintas. Pasti banyak yang gelisah.
Bagi saya selaku pemotor, cuma bisa mencoba menikmati kemacetan yang ada. Ketika menjadi rutinitas, ternyata tidak terlalu menjadi beban. Sudah terukur. Jarak tempuh sekitar 20 kilometer (km) bakal ditempuh sekitar 60 menit. Nikmati aja.
Tak mudah mengurai kemacetan lalu lintas jalan. “Saya saja yang memakai sirene dan strobo, sulit menembus kemacetan,” sergah Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz, saat berbincang-bincang di Jakarta, Senin (26/3/2012) siang.
Sepengetahuan saya, iring-iringan menteri selain dibuka oleh voorijder sepeda motor juga ditutup dengan satu mobil pengawal. Kedua kendaraan pengawal itu dipasangi sirene dan strobo. Tot tot tot.
“Dari kantor saya menuju Istana Presiden, butuh waktu sekitar satu jam. Saya telat sampai istana,” cerita sang Menteri.
Padahal, jarak tempuh kantor Menpera di kawasan Blok M menuju Istana Presiden, di Jl Medan Merdeka, tak lebih dari 10 km. Namun, lantaran kemacetan yang luar biasa pada pagi dan sore hari, waktu tempuh boleh jadi mencapai satu jam.
Salah satu pemicu kemacetan lalu lintas jalan adalah jumlah populasi kendaraan yang tinggi. Di Jakarta, tak kurang dari 12 juta kendaraan yang terdiri atas roda dua dan roda empat. “Pemerintah salah, tidak bikin transportasi publik, sehingga masyarakat pakai kendaraan pribadi,” tukas sang Menteri.
Karena itu, kata dia, sudah sepatutnya layanan busway Transjakarta digenapi menjadi 15 koridor seperti rencana awal pada 2004. Kini, jumlah busway sebanyak 11 koridor dengan jumlah bus sekitar 500-an unit. “APBD Jakarta sebenarnya cukup, yakni Rp 36 triliun,” ujar Djan Faridz.

Guna mengurangi kemacetan, lanjutnya, sang Menteri berniat membangun rumah susun untuk rakyat di tengah kota, yaitu Kemayoran, Jakarta Pusat. “Hal itu, untuk mengurangi kemacetan di Jakarta. Saat ini, kondisinya terbalik. Orang yang punya uang tinggal di tengah kota, sedangkan yang tidak punya uang tinggal di pinggiran,” kata dia.
Ya. Isu kemacetan lalu lintas jalan menjadi komoditas politik yang cukup seksi. Mulai dari calon gubernur DKI Jakarta hingga Wakil Presiden. (edo rusyanto)

About these ads
16 Komentar leave one →
  1. 27 Maret 2012 00:19

    Menteri pakai sirine strobo?

    GOBLOK…!!

    Gila kekuasaan dan keutamaan di jalan.

    • 27 Maret 2012 05:21

      Dari komennya kelihatan siapa yg sebenarnya goblog.

  2. 27 Maret 2012 06:15

    trus yg goblok siapa?

    ayo ngacung…..

    • 27 Maret 2012 21:42

      absen

  3. 27 Maret 2012 06:38

    iya mbah nikmati aja macet-nya, santai, kl perlu istirahat sebentar sambil melihat pemandangan macet :D

  4. 27 Maret 2012 08:11

    yang sering tak lihat tuh mereka Ngambil bahu jalan, memang sih orang penting, tapi mereka lupa menyediakan transportasi yang layak, aman, murah, tepat waktu. bukannya masyarakat ngdoain tapi malah nyumpahin, paling g ngdumel…….!!!!!

  5. wak turo permalink
    27 Maret 2012 08:58

    BENY:mendingan dahlan iskan dong kalo gitu
    yang ente kata2in ngojek sebagai pencitraan
    payah loe ben kalau semua orang loe katain gitu

  6. Tukang Ngibul permalink
    27 Maret 2012 09:48

    siapapun yg udah terjebak macet…mao menteri kek…mao ambulan…hrs menikmatinya

  7. fesoy permalink
    27 Maret 2012 09:49

    nikmati kemacetan dan kesemrawutan… susah cari yang salah.. hehe

  8. 27 Maret 2012 10:24

    prasarana jalan yang layak dan alat transportasi yang nyaman memang sudah harga mati untuk mengatasi kemacetan Jakarta

    http://www.sejutaumat.com/2012/03/27/tetap-waspada-hari-ini-adalah-puncak-demo-kenaikan-bbm/

  9. 27 Maret 2012 12:16

    nitip mas

    http://temonsoejadi.wordpress.com/2012/03/27/zulfah-ijinkan-aku-meminangmu/

    terima kasih..

  10. 27 Maret 2012 12:30

    kalo gitu mending biker ya mbah…. xixixi

  11. 27 Maret 2012 15:31

    kalo biar nggak telat ya berangkat lebih awal pak menteri. kita kan sama-sama bayar pajak

  12. 28 Maret 2012 11:24

    parah
    http://pertamax7.wordpress.com/2012/03/28/kopdar-dengan-owner-honda-megapro-2005-22-hp/

  13. Joko permalink
    30 Maret 2012 00:30

    Kalau cuma pejabat mau berangkat kantor, gue juga ogah minggir. Kecuali ada orang sakit atau orang mati pakai sirine, baru gue minggir. Atau ini pejabat sakit juga? Sakit jiwa maksudnya. Kalau nggak mau telat, berangkat lebih pagi, nggak usah pakai sirine segala. Atau ambulan sekarang wujudnya sedan ya? Khusus pasien gila hormat.

  14. adi permalink
    23 Juni 2012 11:38

    Plat hitam kok pake strobo? Aturannya kan gak boleh. Biar menteri sekalipun, taat donk

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.236 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: