Di Kidea, RSA Bercerita

Miss Lisa, pengelola Kidea, saat bertemu saya, Jumat (16/3/2012) siang.
USIA di bawah lima tahun ibarat kertas putih. Bakal seperti apa tulisan atau lukisan yang terbentuk, tergantung sang penulis. Bisa jadi karut marut. Tapi, bisa jadi menjadi lukisan yang indah. Sedap dipandang mata.
Begitu yang diyakini para penggiat di Road Safety Association (RSA). Tak heran jika pada 2012, kelompok yang peduli pada keselamatan para pengguna jalan tersebut, masuk ke kelompok taman kanak-kanak (TK). Hingga Maret 2012, sudah dua TK yang disambangi RSA.
Metode yang dipakai untuk penyuluhan tentu saja berbeda dengan di kelompok masyarakat lainnya. RSA memilih metode bercerita dan bernyanyi. Cerita yang dipilih adalah kisah kura-kura dan tempurungnya. Kura-kura menggunakan tempurung sebagai alat melindungi diri dari bahaya.
Nah, masuk dari kisah kura-kura, RSA memperkenalkan helm sebagai pelindung kepala ketika bersepeda motor. Seperti saat Sekjen RSA Eko Cahyono dan bro Joan, salah satu pengurus RSA mengunjungi Kidea PreSchool dan Kindergarten yang berlokasi di Alam Sutera, Tangerang Selatan, Banten. Dalam kegiatan yang digelar pada Senin (19/3/2012) pagi itu, RSA memperagakan bagaimana cara menggunakan helm yang baik dan benar. Tidak lupa dibarengi dengan menyanyikan lagu soal memakai helm.
Tak hanya soal helm, RSA juga memperkenalkan cara menyeberang jalan yang baik. Dihadapan 22 anak pra sekolah dan anak-anak TK Kidea, RSA juga bercerita soal pentingnya menyeberang di tempat yang sudah disediakan, yakni zebra cross. Sudah barang tentu, para anak-anak itu juga dikenalkan soal lampu pengatur lalu lintas jalan yang kondang disebut lampu merah (lamer).
Saya tidak sempat hadir dalam penyuluhan kali ini. Maklum, kondisi fisik sedang tidak bagus. Sepanjang pagi meringkuk di tempat tidur. Namun, semangat penggiat RSA menembus dinding kamar. Membangkitkan semangat.

Bro Eko dan bro Joan, saat penyuluhan RSA di TK Kidea, Alam Sutera, Senin (19/3/2012) pagi. (foto:lucky)
Sebelumnya, saat saya berbincang dengan Lisa, pengelola TK Kidea, Jumat (16/3/2012) siang, sempat saya sampaikan tentang pentingnya pemahaman keselamatan jalan sejak usia dini. Menurut dia, hal itu sinkron dengan tema kegiatan mereka kali ini yaitu soal transportasi. Kegiatan RSA dimasukan dalam Fun Activity Day One, sedangkan kegiatan pada hari kedua para anak-anak di Kidea dibawa ke Museum Transportasi, TMII, Jakarta Timur.
“Anak-anak perlu penyuluhan soal helm dan bersepeda motor hanya dua orang. Maklum, ada yang diantar oleh tukang ojek dan mereka bertiga dengan nanny (pengasuh) nya,” jelas miss Lisa.
RSA berkeyakinan, pemahaman soal keselamatan jalan mesti dimulai dari rumah setiap keluarga. “Kalau perlu potong satu generasi,” seloroh bro Eko.
Karena itu, kegiatan bercerita dan penyuluhan ke TK atau sejenisnya bakal terus digulirkan. Bermodalkan semangat dan pengetahuan, RSA tak akan henti sampai disini. Semangat. (edo rusyanto)




mantap
http://wahyuvixi.wordpress.com
“Kalau perlu potong satu generasi” – - -> semoga tercapai dan diharapkan peran serta setiap orang sebanyak mungkin.
seluruh pengguna jalan punya andil untuk mewujudkan lalu lintas jalan yg humanis; aman, nyaman, dan selamat. amin.
positif nih
http://pertamax7.wordpress.com/2012/03/20/honda-tralis-nongol-siapa-yang-akan-di-suntik-mati/