Lompat ke isi

Fino Masuk, Ubah Peta Skutik Yamaha

27 Januari 2012


Yamaha Fino. (dok yamaha)

TARGET penjualan sepeda motor skutik Yamaha Fino sebanyak 20 ribu unit per bulan cukup realistis. Kehadiran motor yang dijajal wartawan dan blogger pada 25 Januari 2012 itu, bakal mengubah kekuatan motor skutik Yamaha di Indonesia.
Saya tidak sempat menjajal Fino di Bandung mengingat pada hari yang sama ada aktifitas lain yang cukup menguras energi di Jakarta. Namun, dari keterangan tertulis yang saya terima, sepintas produk yang digadang-gadang sebagai skutik fashion itu, rasanya bisa menambah daya gedor Yamaha di pasar domestik.
Sebagai ilustrasi, pada 2011, kekuatan utama motor skutik Yamaha ada di Mio cast wheel (CW). Motor yang satu ini berkontribusi sekitar 61,92% terhadap total penjualan motor skutik Yamaha yang mencapai sekitar 1,64 juta unit.
Kontributor kedua terbesar adalah Mio Soul, yakni sekitar 20,57%. Lalu, Xeon sekitar 10,27% dan Mio sekitar 7,23%.
Rata-rata penjualan Mio Soul sekitar 33 ribuan unit per bulan. Pasti bukan tandingan Fino. Apalagi jika dibandingkan dengan Mio CW yang mencapai sekitar 101 ribu unit per bulan. Sudah barang tentu bukan tandingan sang Fino.
Di kubu Yamaha Indonesia, jika target Fino terwujud, bakal menempati posisi ketiga terbesar dari lima varian yang disodorkan Yamaha kepada konsumen. Pada 2011, Xeon menjadi kontributor ketiga terbesar dengan rata-rata penjualan sekitar 16 ribuan unit per bulan.

Kehadiran Fino yang memiliki tagline, “Mio Fino, Fashionable Matic” tersebut, tentu menambah otot Yamaha di segmen motor skutik. Saat ini, singasana motor skutik digenggam Honda yang merangsek pasar dengan tujuh varian. Dari seluruh varian, Yamaha memang belum memiliki varian yang mirip dengan tampilan Honda Scoopy.

Manajemen Yamaha di Indonesia mengaku, Mio Fino Fashion, Mio Fino Classic, dan Mio Fino Sporty, merepresentasikan karakter anak-anak muda dan wanita yang ingin tampil bergaya. Mio Fino Sporty dan Mio Fino Fashion dibanderol Rp 13,5 juta per unit, sedangkan Mio Fino Classic Rp 13,65 juta. Target 20 ribu unit per bulan rasanya cukup masuk akal. Akankah target 20 ribu tercapai? (edo rusyanto)

18 Komentar leave one →
  1. 27 Januari 2012 09:32

    Jozz

  2. Top permalink
    27 Januari 2012 10:08

    FINO memang keren…,
    SCOOPY semakin kere..,

    • Tip permalink
      27 Januari 2012 14:38

      ^
      sales ya…

    • 28 Januari 2012 01:15

      yg kere yg jualanya kurang laku …………………..

  3. 27 Januari 2012 14:22

    semoga laku
    http://pertamax7.wordpress.com/2012/01/26/yamaha-mio-fino/

  4. yahonsuwakanja permalink
    27 Januari 2012 14:34

    BOGOR RAYA ADVENTURE 2012
    ~ Sabtu, 28 Januari 2012 ~

    Salah satu event 1 day adventure yang SANGAT kami rekomendasikan untuk anda nikmati di awal tahun 2012 :)

    Bukit Hambalang Sentul, Bogor, Jawa Barat adalah salah satu lokasi adventure trail yang mengasyikkan, dipersembahkan oleh bro Uke Noviansyah cs bersama pasukan GEGABAH BOGOR – XTRACK-MAMPRANK-BLUSKA.

    Durasi jalur kurang lebih sekitar 60 KM dengan komposisi 50% double track, 50% single track, bayangkan jalur Hambalang dalam kondisi… HUJAN :D

    Akses menuju lokasi sangat mudah melalui Tol Jagorawi exit di toll gate sirkuit Sentul.

    PENDAFTARAN Rp. 150.000 :
    -. T-Shirt
    -. Makan Siang

    Doorprice: 2 KLX150s (500up) dan banyak hadiah cendramata lainya

    CONTACT PERSON :
    -. Uke 087.770.091.997 & 085.688.411.79
    -. H. Eep 081.389.055.000 & 085.714.866.608
    -. Sherly 081.311.17.7884

    ALAMAT SEKRETARIAT :
    Jl raya babakan madang no 156 kadung mangu sentul (dr gerbang cirkuit sentul ke kanan 300m sebelah kiri)

    JANGAN LEWATKAN !!!

    Salam ngabrettttt….

  5. ismun permalink
    27 Januari 2012 14:47

    harga segitu tapi kenapa tetap aja minim fitur….
    gak ada fitur keamanan seperti brake lock (seperti rem tangan di mobil) dan side stand swith (standar samping otomatis yang mematikan mesin), padahal di semua matik Honda ada fitur-fitur tsb……?????

  6. 27 Januari 2012 17:59

    PERS RELEASE DALAM
    KONFERENSI PERS BBB (Buruh
    Bekasi Bergerak) 23 JANUARI 2012
    PERS RELEASE
    KRONOLOGIS
    Upah Minimum Kabupaten Bekasi tahun
    2012 yang sudah di SK-kan oleh Gubernur
    di Gugat oleh DPD APINDO Kab. Bekasi
    di PTUN Bandung. Padahal SK Gubernur
    tersebut adalah hasil rekomendasi dari
    Dewan Pengupahan Kab. Bekasi, yang
    dalam proses dan mekanismenya unsur
    organisasi pengusaha (DPD Apindo) juga
    terlibat aktif didalamnya (ikut berunding)
    sejak maret 2011. Apapun alasannya
    (karena DPD Apindo Kab Bekasi Walkout
    di saat akhir perundingan), angka UMK
    Bekasi itu adalah hasil kesepakatan Dewan
    Pengupahan Kabupaten melalui mekanisme
    Voting. Soal tidak puas, maka buruh pun
    tidak puas terhadap angka tersebut.
    Karena angka buruh di kisaran 2.247.000,
    sementara yang disepakati hanya sekitar
    1.491.866. Walau jauh dari harapan, namun
    buruh terpaksa menerima angka tersebut
    karena menghormati mekanisme yang ada
    dan kesepakatan yang disepakati bersama.
    Rekomendasi UMK Kab. Bekasi pun lolos
    tanpa cacat sekaligus ditandatangani dan
    disahkan dalam rapat pleno Dewan
    Pengupahan Provinsi Jabar (yang
    didalamnya terdiri dari unsur SP/SB,
    Pemerintah termasuk DPP Apindo Prov.
    Jabar). Semua perwakilan Apindo di DPP
    Apindo Jabar semua tandatangan, tak ada
    satupun yang tidak menandatangani
    Rekomendasi UMK Kab Bekasi tersebut,
    yang akhirnya di SK-kan oleh Gubernur.
    GUGATAN DPD APINDO BEKASI
    TIDAK MEWAKILI SELURUH
    PERUSAHAAN DI BEKASI:
    Fakta menyatakan: sampai dengan tahun
    2011 di Kabupaten Bekasi ada sekitar 5000
    perusahaan; yang menjadi anggota DPD
    APINDO hanya sekitar 300 perusahaan
    (sekitar 5% dari total perusahaan di Kab
    Bekasi); Sedangkan anggota Apindo yang
    mengkuasakan untuk menggugat SK
    Gubernur hanya sekitar 125 perusahaan
    (hanya sekitar 2% dari total perusahaan di
    Kab Bekasi). Dan hanya ada 16 perusahaan
    yang melaporkan penangguhan
    pelaksanaan UMK tahun 2012 (0,3% dari
    total perusahaan di Kab. Bekasi). Jadi
    pertanyaannya gugatan terhadap SK Gub
    Jabar ke PTUN yang dilayangkan DPD
    Apindo Kab. Bekasi mewakili kepentingan
    siapa…??
    Melihat fakta diatas ternyata dari 5000
    perusahaan yang ada di Kab. Bekasi, hanya
    2% perusahaan di Kab Bekasi yang
    mengkuasakan ke DPD Apindo untuk
    menggugat SK Gubernur Jabar. Dan
    hanya 0,3% perusahaan yang menempuh
    mekanisme penangguhan pelaksanaan
    UMK, itupun menurut Kadisnaker Bekasi
    belum diterima dan belum tercatat resmi
    pada Disnaker.
    Akhirnya muncul kesan bahwa DPD
    Apindo Kab. Bekasi bermanuver sendiri
    terlepas dari perangkat diatasnya. Juga
    terkesan ada oknum-oknum pengurus DPD
    Apindo Kab. Bekasi yang punya agenda
    tersembunyi, mengapa…?
    Pertama; kalaupun ada perusahaan yang
    belum sanggup melaksanakan UMK maka
    dapat menempuh mekanisme penangguhan
    yang telah diatur dalam KepMen.
    Kedua; ternyata 97,7 % perusahaan
    sanggup untuk melaksanakan UMK Kab
    Bekasi tahun 2012. Tetapi DPD Apindo
    Kab. Bekasi kampanye dan menghasut
    seluruh perusahaan di Kab Bekasi untuk
    tidak mengikuti SK Gubernur dan tidak
    membuka ruang perundingan upah dengan
    SP/SB karena SK Gubernur tersebut
    mereka gugat ke PTUN Jabar.
    Ternyata mata rantainya adalah apa yang
    dilakukan DPD Apindo Kab. Bekasi adalah
    â€pilot project” pemiskinan buruh yang
    sistemik. Karena bila berhasil maka akan
    diikuti oleh seluruh jajaran Apindo se-
    Indonesia..!!!
    APINDO KABUPATEN BEKASI
    SEPAKAT MENCABUT GUGATAN
    DI PTUN BANDUNG
    Pada tanggal 15 Januari 2012 bertempat di
    Hotel Grand Sahid Jakarta, mulai pukul
    11.00 sampai dengan pukul 17.10 telah
    berlangsung musyawarah bersama antara
    DPK Apindo Kab. Bekasi dengan Serikat
    Pekerja (SPSI, FSPMI, GSPMII, SPN,
    FSBDSI) dan menghasilkan kesepakatan -
    kesepakatan diantaranya: DPK Apindo
    Kab. Bekasi mencabut gugatannya nomor
    128/G/ 2011/PTUN -BDG tertanggal 20
    Desember 2011 di PTUN Bandung pada
    hari kamis tanggal 19 Januari 2012 dan SP/
    SB sepakat untuk membatalkan rencana
    aksi demonstrasi tanggal 16 s/d 19 Januari
    2012 dengan mencabut surat pemberitahuan
    aksi unjuk rasa ke Polresta Bekasi. Adapun
    pihak yang hadir di Hotel Grand Sahid
    adalah Obon Tabroni (KC FSPMI Bekasi/
    Koordinator Buruh Bekasi Bergerak);
    Baris Silitonga (FSPMI- Korlap Aksi
    BBB); R.Abdulah (SPSI); Sutrisno (SPSI);
    Joko.S (SPN); M. Irayadi (GSPMII);
    Purwadi (FSBDSI); sedangkan dari
    Apindo Kab Bekasi diwakili oleh Woeryono,
    Soetomo, dan Darwoto, dan beberapa orang
    pengurus Apindo Bekasi lainnya.
    APINDO BEKASI MELAKUKAN
    PENGINGKARAN KESEPAKATAN
    Pada tanggal 19 Januari 2012, sesuai
    kesepakatan seharusnya Apindo Kab
    Bekasi mencabut Gugatan di PTUN
    Bandung. Namun pada sidang hari itu,
    Kuasa Penggugat (Apindo Kab Bekasi)
    tidak menunjukkan itikad baik. Apindo Kab
    Bekasi mengingkari kesepakatan yang ada,
    APINDO Bekasi tidak mencabut Gugatan
    di Persidangan.
    Akibat pengingkaran kesepakatan tersebut,
    maka buruh yang tergabung dalam Buruh
    Bekasi Bergerak bereaksi dengan
    melakukan aksi keluar dari pabriknya,
    melakukan mogok massal di seluruh
    kawasan Industri di kab Bekasi.
    Pada jam 14.00 hari itu juga, Apindo Kab
    Bekasi (Bapak Sutomo dan Bapak
    Woeryono), menghubungi Koordinator
    Buruh Bekasi bergerak, mengajak
    berunding kembali di RM Grand bakmie
    kelinci. Danb pada hari itu kembali Apindo
    Kab Bekasi menandatangani kesepakatan
    untuk MENCABUT GUGATAN DI
    PTUN BANDUNG.
    SOFYAN WANANDI (APINDO
    PUSAT) MENG-INTERVENSI
    APINDO KAB BEKASI dan
    TERKESAN MEMPROVOKASI
    BURUH BEKASI
    Sudah nyata dan jelas, dua kali Sofyan
    Wanandi mengeluarkan statement di
    beberapa media yang terkesan meng-
    intervensi Apindo Bekasi dan terindikasi
    Memprovokasi Buruh Bekasi. Suasana
    kondusif di Kab Bekasi atas adanya
    kesepakatan tanggal 15 januari 2012,
    menjadi tidak kondusif atas pemberitaan di
    Harian Kompas 18 Januari 2012 yang
    mengutip statement Sofyan Wanandi
    bahwa APINDO tidak mencabut Gugatan,
    namun hanya menunda.
    Statement kedua kembali dikeluarkan
    Sofyan Wanandi seperti dikutip harian
    Kompas 21 Januari 2012 yang mengatakan
    bahwa pada tanggal 19 Januari 2012 sudah
    ada Putusan Sela dari PTUN Bandung
    untuk menunda pemberlakuan SK
    Gubernur. Padahal kenyataan yang ada
    pada persidangan tanggal 19 januari 2012
    tersebut, tidak pernah dibacakan Putusan
    Sela/ penetapan penundaan apapun. Sofyan
    Wanandi telah melakukan Pembohongan
    Publik.
    PERNYATAAN SIKAP BURUH
    BEKASI BERGERAK
    Sabotase terhadap Upah Minimum di Kab
    Bekasi adalah wujud dari politik upah
    murah yang berwatak neolib kapitalis yang
    menindas buruh.
    Terhadap perkembangan di atas maka
    BBB menyatakan hal-hal sebagai berikut:
    1. Mendesak agar Apindo (Sdr. Sofyan
    Wanandi) segera menghentikan
    memberikan pernyataan- pernyataan yang
    menyesatkan dan memprovokasi munculnya
    keresahaan di masyarakat khususnya
    buruh.
    2. Mendesak agar PTUN Bandung segera
    memberikan klarifikasi dan
    pertanggungjawaban terhadap
    keberadaan Putusan Sela sebagaimana
    diklaim oleh Apindo tersebut, dan
    menjelaskan kepada publik seterang-
    terangnya.
    3. Meminta Komisi Yudisial dan Mahkamah
    Agung untuk segera memeriksa Majelis
    Hakim PTUN Bandung dan memverifikasi
    proses persidangan dan putusan sela yang
    telah diterbitkan.
    4. Mendesak Apindo untuk segera mencabut
    gugatan di PTUN Bandung, sesuai dengan
    kesepakatan yang telah dicapai antara
    buruh dengan Apindo Bekasi, serta
    memenuhi semua hasil kesepakatan
    bersama tersebut.
    5. Menyerukan kepada seluruh Serikat
    Pekerja dan Serikat Buruh beserta Aliansi
    dan elemen pendukungnya di seluruh
    Indonesia untuk melawan upah murah.
    Bekasi, 23 Januari 2012

  7. arvad permalink
    27 Januari 2012 18:44

    mbah edo yth,, bisa tampilin data penjualan vario cbs ga? penasaran berapa unit sih laku perbulan?? bukan yang vario techno ya.
    thx

  8. haroem permalink
    27 Januari 2012 18:45

    Tetep aja ga berkualitas, Teknologinya gak KECE !

  9. 27 Januari 2012 18:47

    nitip tulisan mas
    http://temonsoejadi.wordpress.com/2012/01/27/pernahkah-kamu-dinasehatin-anak/

  10. 27 Januari 2012 20:13

    smoga sukses Fino……respon positif konsumen sudah didapat…….genjot produksinya jangan sampe masalh nginden jadi kacau nti……

    • 28 Januari 2012 01:19

      motor minim fitur safety,mana mungkin indent……………..???

  11. Spacey permalink
    27 Januari 2012 21:24

    Katy Perry – Last Friday Night

  12. 27 Januari 2012 22:24

    bulan 12 kok mio cw merosot yo eyang.. ada apakah?

  13. kemen permalink
    29 Januari 2012 06:26

    tiba2 kepikiran nih bro, moga didengar para atpm besar…….

    saya sih penginnya ada motor laki murah dari SUZUKI, KAWASAKI, YAMAHA, BAJAJ untuk para tukang ojek disana,
    ga perlu fitur yang neko2 macam SKS, RDB, radiator, DOHC, digital spido, led lamp, dan fitur2 mubazir lainnya

    yang penting tahan banting, mumpuni diajak nanjak extreme, kualitas bagus, 3S spare part murah dan gampang, tangki awet, power mesin cukup gede utk dipake ditanjakan pegunungan yg sering dipake tukang ojek ato rakyat2 kecil lainnya

    kira2 begini speknya:
    kalo bisa harga 15jt-an sampai under 18jt aja
    150cc 4tak SOHC, 20 PS, manual clutch,torsi bawah gede, karbu (kalo bs injeksi)
    rangka besi tubular standar no coak
    sok belakang stereo
    lengan ayun aluminium
    lampu standar bulat klasik
    spido analog standar aja
    model tangki dibuat agak rata, agar bisa dipake naikin barang bawaan yg kecil
    tutup tangki model ninja, biar air ga gampang masuk!
    rem depan cakram, belakang tromol
    pelk jari-jari aja
    desain moncong knalpot mancung keatas, antisipasi banjir gede bo..

    mungkin spek ini lebih bisa diterima kalangan rakyat kecil, terutama para ojeker di daerah pegunungan tinggi yang banyak tanjakan

    sebenernya dah ada thunder 125, sayang cc-nya cuma 125cc.
    dan pulsar 135 hanya 135cc

    ato bisa juga ngambil dari basis mesin vixion/byson/satria FU yg udah 150cc

    moga2 aja ada yang mau dengar!!!

  14. 29 Januari 2012 08:13

    Mungkin karena bulan desember, rugi di harga jual nanti.

  15. 29 Januari 2012 23:28

    Semakin banyak pilihan…

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 836 pengikut lainnya.