Kita Versus Korupsi, Awas! Korupsi Bisa Bikin Kecelakaan Jalan
NUANSA gedung XXI Djakarta Theater jadi berbeda. Buat saya ini luar biasa. Bicara soal memerangi korupsi di gedung bioskop. Rupanya, Kamis (26/1/2012) pagi ini, sedang ada perhelatan peluncuran perdana film ‘Kita Versus Korupsi (KVK)’.
Saya mendapat undangan dari bro Ilham, kolega saya di Transparency International (TI) Indonesia. Selain saya, ada blogger lain, juga kolega saya, bro Adhi Nugroho. Ruangan sudah ramai oleh jurnalis dan para bintang pendukung film, pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), MSI, dan produser film. Seru juga nih, blogger otomotif nonton film soal korupsi.
Ada empat film pendek yang dirangkai menjadi kesatuan utuh. Nafas memerangi mentalitas jalan pintas amat kental. Mentalitas itu menjadi akar korupsi. Penyalahgunaan wewenang untuk keuntungan pribadi. Brengsek!
“Pendekatan melalui budaya seperti film ini, diharapkan bisa menyentuh nurani para koruptor,” kata Busro Muqodas, anggota KPK, saat memberi sambutan sesaat sebelum pemutaran film, Kamis pagi.
Film KVK membidik ruang-ruang keluarga. Membangun mentalitas sehat anti korupsi. Memangkas kebiasaan mencari keuntungan pribadi dengan menyalahgunakan wewenang. Tengok saja pesan yang termuat di ‘Psstttt…Jangan Bilang Siapa-siapa’. Dalam film ini dikisahkan seorang siswa puteri setingkat SLTA yang gemar melebih-lebihkan uang pembelian buku pelajaran. Ternyata, sang ibu juga menggelembungkan biaya pembelian buku. Sang ayah dengan entengnya membayarkan biaya itu tanpa mengecek kebenarannya.
Di bagian lain, sosok guru Markun digambarkan teguh dengan sikap jujurnya untuk tidak menyogok untuk kenaikan pangkat. Hingga akhirnya meninggal di tengah kemiskinannya. Sang guru tetap ‘mengajar’ anak-anak muridnya. “Sekarang sekolah pak guru lebih luas, atapnya langit,” ujar Markun yang diperankan Agus Ringgo.
Kisah yang tak kalah menyentuh adalah potret seorang pedagang yang gemar menimbun barang demi keuntungan pribadi. Menjual beras ketika harga melambung. Namun, saat mencari gudang tambahan untuk menimbun beras, dia berhadapan dengan Woko, seorang administratur gudang. “Bagi saya uang tidak masalah, tapi jika saya tidak dapat gudang, saya bisa rugi besar. Tolonglah pak Woko, saya sudah bicara dengan pak Kris (atasannya), ini ada uang untuk bapak,” ujar Abeng, sang pengusaha kepada Woko yang diperankan Tora Sudiro.
Woko gigih. Tetap menolak karena langkah Abeng di luar prosedur. Sekalipun, cerita yang mengambil latar belakang tahun 1970-an itu, Woko kehabisan beras dan kesulitan keuangan untuk membesarkan dua anaknya. Kelak, kekerasan dan keteguhan sikap Woko menitis pada sang anak.
Ruang keluarga menjadi penting untuk menanamkan budi pekerti luhur. Tak aneh, jika banyak pihak yang tidak suka Indonesia maju menghajar ruang-ruang keluarga. Bisa lewat hiburan budaya pop seperti musik, film, dan televisi. Memecah keutuhan keluarga dengan mengikis rasa hormat anak pada orang tua. Atau memecah kesetiaan suami isteri dengan menganggap enteng perselingkuhan, bahkan menganggap sepele soal perceraian. Ruang keluarga dibikin karut marut.
“Keluarga basis moral utama, lewat film ini kami ingin membangun semangat memerangi korupsi. Berawal dari keluarga,” sergah Busro.
Kecelakaan
Korupsi ada dimana-mana. Mulai dari mengurus administrasi ringan hingga tender bernilai ratusan miliar rupiah. Mulai dari jalan raya hingga gedung mentereng. Nafasnya sama, menilep duit orang lain. Jubahnya saja berbeda-beda. Ada pungli, korupsi, uang sogok, atau fee proyek.
Salah satu penggalan film KVK menyodorkan adegan polisi lalu lintas yang sedang asyik menerima uang tilang di jalan raya. Saat itu, anak pak Woko, yakni Risa, sedang berjalan kaki. Betapa nyinyir dia melihat hal itu.
Bagi saya, hal menarik lainnya adalah ketika korupsi merasuki ranah keselamatan jalan. Ketika proyek infrastruktur jalan dan bidang terkait dikangkangi oleh praktik korupsi, bukan tidak mungkin menyebabkan kualitas jalan menjadi buruk. Buntutnya, kondisi jalan yang buruk bisa memicu kecelakaan lalu lintas jalan.

Bro Ilham, bro Adhi, bro Mitra, dan saya sesudah menyaksikan film KVK. (dok edo)
“Sangat mungkin jika ada korupsi di infrastruktur jalan bisa bikin kecelakaan lalu lintas jalan,” tegas Bambang Wijayanto, saat berbincang dengan saya.
Kita semua tahu, faktor jalan merupakan salah satu pemicu kecelakaan, selain faktor manusia dan faktor kendaraan. Tahun 2011, jumlah korban tewas mencapai sekitar 31.185 jiwa. Artinya, tak kurang dari 86 orang tewas setiap hari akibat kecelakaan lalu lintas jalan. (edo rusyanto)









BETUL SEKALI BROW
kapan ya saya bisa liat filmnya di biskop surabaya ?
Kabarnya, segera diputar di 17 kota besar di jaringan bioskop 21.
kayak nya balik ke nurani dan tuntunan keluarga.
waktu di singapura saya lihat juga ada lho orang kencing di pagar pinggir jalan, padahal meludah aja sembarangan bisa di denda 20 juta rupiah kalo gak salah.
lumpur pembangunan proyek juga ada mobil yg ngepel, di sini pasti di biarkan aja sampe kayak bubur kalo kering jadi badai debu di terjang angin.
nitip tulisan mas..
http://temonsoejadi.wordpress.com/2012/01/26/siapa-sih-idolamu/
suwun..
selamat ulang tahun pak edo
Makasih bro, salam.
setuju mbah..
http://pertamax7.wordpress.com/2012/01/26/wonogiri-dilanda-angin-kencang/
Selamat ulang tahun Mbah Edo… kalau dekat sih saya hadiahi buah salak setas krezek besar
https://yudibatang.wordpress.com/2012/01/26/pengalaman-waktu-kecil-menjadi-persyaratan-ritual-selamatan-rumah/
makasih mas bro, wah pasti salaknya luar biasa seperti tempo hari mampir ke Batang, nyam nyam nyam…salam.
Met ulang tahun ya mbah’e mga di beri umur panjang dan sehat selalu ^^
aminnn…makasih yah, salam.
Kang Edo, trims atas kedatangan
Jg foto ane dipajang hahahahahaha, narsis mode on
makasih banyak dah mau mengundang. narsis dikit, hehehehe….
Setuju pelajaran budi pekerti harus dilaksanakan di sekolah dan mulai aplikasi anti korupsi di keluarga sendiri
saya pernah jadi korban lalin gara-gara jalan berlubang, ntah lubangnya gara koruptor atau gara-gara apa, kalau gara-gara koruptor semoga cepat sadar serta diampuni segala dosa-dosanya
Smoga koruptor tobat deh.
mantabhhhhh
nitip tulisan mas
http://temonsoejadi.wordpress.com/2012/01/27/pernahkah-kamu-dinasehatin-anak/
Kang Edo,sayangnya para koruptor nggak mau nonton film KVK nya…..tapi lumayan buat membekali mental para penonton agar menjadi tetap baik dimasa hidupnya….(Hitung2 mengurangi calon koruptor)
Ya. Bibit anti korupsi harus terus disemai. Smoga para koruptor sgera tobat.