Skip to content

Menggenjot Byson Jakarta-Semarang

26 Juli 2011


Istirahat di Ciasem,Pantura Jawa. (dok edo)

PERTAMAKALI menjajal sepeda motor sport Yamaha Byson ada kesan menggoda. Tongkrongannya yang ‘gahar’ bikin hati pingin jajal menunggangi. Itu terjadi Agustus 2010 dan berlanjut ditest kedua saat peluncuran resmi di Bromo, Jawa Timur.
Saat itu, hanya icip-icip untuk jarak pendek. Pertama di seputar sirkuit kecil Sentul, Bogor tak lebih dari lima kilometer. Sedangkan yang kedua masih di bawah 30 kilometer (km).
Penilaian terhadap motor bermesin 153cc itu, menjadi jauh berbeda ketika menjajal untuk jarak sekitar 622 km dalam touring Jakarta-Semarang dan Semarang-Bandungan-Semarang.
Pada 22-23 Juli 2011, touring OBI-XL 2011 membawa kesan tersendiri dalam menunggangi motor yang dibanderol Rp 19,9 juta per unit tersebut.


Isi BBM di SPBU Jl Dewi Sartika, Jakarta Timur. (dok edo)

Bagaimana tidak, saat melintas di jalur Pantura Jawa, motor yang memakai ban depan tubeless 100/80-17M/C 52P dan ban belakang tubeless 120/70-17M/C 58P itu, cukup gesit melintas di atas aspal yang kadang tidak rata dan bergelombang. Bahkan, ketika melintas di jalan yang diguyur hujan deras di kawasan Alas Roban, Jawa Tengah, si kuda besi ini masih cukup nyaman.
Di tengah kemacetan, handling dan over gigi motor yang rata-rata terjual sekitar lima ribu unit per bulan ini, tergolong nyaman. Kalau soal ergonomi mengendarai Byson rasanya pas buat saya. Tidak terasa super pegal-pegal karena posisi duduknya cukup baik. Maklum, buat pria usia umur 40 tahunan, jika posisi duduk yang terlalu membungkuk bakal terasa amat pegal untuk menempuh jarak sekitar 622 km.


Saat jajal Byson di Bromo, Jawa Timur, 2010. (dok ymki)

Tidak puas dengan menjajal sendirian, saya tambah bobot kendaraan dengan berboncengan saat menjajal rute Semarang-Bandungan. Total bobot saya dan boncenger sekitar 110 kilogram. Justeru kestabilan sang Byson menjadi lebih nyaman. Rute Semarang-Bandungan banyak diisi dengan kelokan, tanjangan, dan turunan. Saya masih merasakan cukup nyaman. Walau, kerap kali terguncang karena jalan bergelombang dan ada lubang di permukaan aspal jalan.

BBM dan Kecepatan
Untuk urusan bahan bakar minyak (BBM), saya memakai Premium milik Pertamina. Dari Jakarta isi penuh 12 liter setara dengan sekitar Rp 54 ribu dan sempat tambah tiga liter di Cirebon, artinya biaya untuk BBM sekitar Rp 67.500. Ternyata 15 liter Premium cukup untuk menempuh jarak sekitar 622 km. Saya perkirakan konsumsi BBM Byson berkisar 40-45 liter per kilometer. Mengingat Premium ditanki Byson masih tersisa, tapi saya gak tahu berapa sisanya. Mau diisi penuh lagi nanggung karena sang Byson bakal dipaketkan dari Semarang ke Jakarta. Namun, perasaan saya, konsumsi BBM Byson lumayan irit.


Mampir kuliner di Semarang. (dok edo)

Coba bandingan dengan biaya pengiriman lewat jasa kurir yang mencapai Rp 550 ribu satu motor belum biaya asuransi yang mencapai 0,2% dari harga motor. Jika Byson dibanderol Rp 19,9 juta per unit, maka asuransinya sekitar Rp 39.800. Total biaya yang dirogoh untuk pengiriman motor sekitar Rp 589.800. Wow!
Untuk sistem pengereman, saya merasakan cukup membantu ketika melaju di kecepatan 90-100 kilometer per jam (kpj). Apalagi dalam kecepatan 40-50 kpj. Artinya, sekalipun rem depan berbentuk cakram dan rem belakang masih tromol, rasanya cukup untuk membantu dalam pengereman sang Byson.


Pendataan motor saat akan dipaketkan dari Semarang ke Jakarta. (edo)

Nah, kalau soal kecepatan maksimal, mungkin soal nyali aja. Di lintasan jalan Pantura Jawa yang lurus dan mulus, saya sempat memacu sekitar 105 kpj. Namun, rekan saya bro Rio Winto yang juga menjajal Byson mengaku tembus 120 kpj. Sayangnya, saat melintas di bersamaan dengan Pulsar 200, Pulsar 220, Ninja 250 R, dan Yamaha Vixion 150cc, sang Byson yang saya tunggangi menempati urutan paling buncit. Maklum, gak berani geber seperti bro Rio Winto. Soal nyali aja kali yah? (edo rusyanto)

About these ads
36 Komentar leave one →
  1. Purnomo Sp permalink
    26 Juli 2011 12:43

    nyali atau lemot seperti yg org bilang mbh?

    • rider_makassar permalink
      27 Juli 2011 09:03

      wkwkwkwkwk… mas purnomo bisa aja..emang bener sih byson lemot tapi soal tampang elegan lah..sangarrr..!!!

    • 27 Juli 2011 17:18

      Waw mantap gas poll terus mas …
      jangan lupa jaga kesehatan ..

  2. 26 Juli 2011 13:12

    test…….byson abu-abu

  3. 26 Juli 2011 13:13

    ” Nah, kalau soal kecepatan maksimal, mungkin soal nyali aja. Di lintasan jalan Pantura Jawa yang lurus dan mulus, saya sempat memacu sekitar 105 kpj. Namun, rekan saya bro Rio Winto yang juga menjajal Byson mengaku tembus 120 kpj. Sayangnya, saat melintas di bersamaan dengan Pulsar 200, Pulsar 220, Ninja 250 R, dan Yamaha Vixion 150cc, sang Byson yang saya tunggangi menempati urutan paling buncit. Maklum, gak berani geber seperti bro Rio Winto. Soal nyali aja kali yah? (edo rusyanto)

    mangstebbbbz

  4. 26 Juli 2011 13:14

    105 udah banter..mbah….

  5. Fansboy permalink
    26 Juli 2011 13:19

    Mbah edo nunggang kebo

  6. nangke permalink
    26 Juli 2011 13:22

    ehehee… akhirnya di ulas tunggang mas edo dengan byson-nya. :-)

  7. 26 Juli 2011 13:31

    Masih baru kinyis-kinyis..plat nomernya msh putih. Manteep tenan..!

  8. satriafu150 permalink
    26 Juli 2011 13:41

    Wah ceritane koyo PBNJ ga mbah????

  9. satriafu150 permalink
    26 Juli 2011 13:41

    Indene maksudnya…

  10. rudi permalink
    26 Juli 2011 14:21

    Gak apa2 yg paling buncit, yg penting best disgn !! Hidup kebo !!

  11. 26 Juli 2011 14:39

    dan rekor, touring gak pake balsem..
    wkwkwkwk

  12. anton_ks permalink
    26 Juli 2011 15:21

    disinyalir sama sekali tidak nggenjot, meskipun judulnya menggenjot :D

  13. 26 Juli 2011 15:30

    motornya pinjem ke siapa sih? mau pinjem juga boleh ndaak?

    • 26 Juli 2011 16:37

      pinjam ke teman di yamaha bro, wah aku gak tahu kalau soal boleh atau tidak. salam

  14. Ivan permalink
    26 Juli 2011 16:25

    Wah Pak Edo dan Pak Rio sudah saya tunggu kedatangannya di Jogja ternyata nggak mampir……Byson biru siap bergabung dan touring bersama IBC lagi pak…….

  15. 26 Juli 2011 16:28

    Oom Edo…

    Ini review atas pengalaman pribadi, apa review atas permintaan ATPM?

    Kok kayaknya bagus semua review atas penggunaan BYSON nya.. ^_^

    • 26 Juli 2011 16:36

      wah itu review pengalaman sendiri, gak ada permintaan apa-apa. emang yg dirasain kayak gitu bro. trims atensinya.

    • reborn permalink
      27 Juli 2011 04:02

      ah fbh gak terima :D

  16. 26 Juli 2011 16:45

    Motornya siapa dah itu oms??platnya masih putih

  17. MAsterganjaz Vijak-013 permalink
    26 Juli 2011 16:58

    mantap pak edo mengaspal lagiii,,,mantap banget reviewnya jadi pengen beli byson xi xi xi xi

  18. Lups permalink
    26 Juli 2011 17:12

    Nyali aja gk cukup mbah bwat ngelawan n250 ama p220…

  19. 26 Juli 2011 17:19

    mungkin bisa dibandingkan dengan motor lain yang pernah dinaikin om…..jadi ada benchmarknya…………biar keliatan juga byson menang dmn nya

  20. tigerpiceks permalink
    26 Juli 2011 20:04

    Mbagh itu paket JNE via darat apa via pesawat??? Mbok dikasih tips2 kalau mo kirim motor lewat expedisi :mrgreen:

  21. Top permalink
    26 Juli 2011 20:42

    Mau tanya mbah edo, rangka byson benar2 mulus ya, gak ada coakan nya khan???

  22. agoey permalink
    26 Juli 2011 23:06

    mantep mbah…. jadi ada review tambahan buat turinger yang pengen beli byson…

    http://agoey.wordpress.com/2011/07/25/knalpot-akrapovic-ninja-250-r/

  23. 27 Juli 2011 06:32

    Byson apa New Thunder ya???

  24. red district permalink
    27 Juli 2011 09:15

    motor mantap neeeh

  25. reodan permalink
    27 Juli 2011 09:52

    tadinya sempet shock bgt nunggangin byson, krn mtr sblmnya satria yg notabenx mtr speed. n tiba2 nunggang byson. tpi soal kenyamanan byson mantaf…

  26. 27 Juli 2011 10:50

    haha.. jangan kenceng” mbah.. alon_alon waton kelakon.

  27. 27 Juli 2011 17:20

    di like ya

    http://pendek.in/05kmv

  28. 27 Juli 2011 17:29

    emg menyenangkan klo bisa rame2 gt sob…… mantaapppp

    Salam persahabatan selalu dr MENONE

  29. hendri permalink
    6 Agustus 2011 00:19

    masalah kecepatan memang samapai 110 tapi bensinnya lebih dari yg mbh edo bilang Rp 60.000 sidoarjo-lamongan.

    mohon info juga club byson surabaya

    twitter @hendrieyint
    FB : hendri_l3n9z4i@yahoo.com

  30. faizin permalink
    14 Agustus 2011 07:12

    salam kenal sy faizin.pak edo sy mo beli byson jg ,mohon konsultasinya keadaan byson gmn dari segi body, mesin, terutama di tangki yang bikinnya pakai fiber. kalo ditaruhin barang yg berat di atas tangki bisa jeblos ga pak, cat di tangki pada retak atau pecah2 ga karena dibikin dr fiber?trm kasih.mohon balasanya ya pak di email tc_faiz@yahoo.com

Trackbacks

  1. Pengalaman Memaketkan Byson via JNE « Edo Rusyanto's Traffic

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.351 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: