Skip to content

Manfaat Lampu Isyarat

15 Juni 2011


foto:didi

DUA hari belakangan saya sempat dibuat sewot. Pasalnya, seorang pengendara sepeda motor di depan saya tiba-tiba berbelok tanpa memberikan isyarat apapun. Pada bagian lain, seorang pengendara mobil juga melakukan hal serupa. Jakarta penuh dengan risiko di jalan raya.
Akibat aksi berbelok tiba-tiba tanpa memberi isyarat, bakal mengagetkan siapa saja. Termasuk kejadian yang saya alami beberapa hari lalu. Memang tak ada insiden apa-apa. Tapi aksi berbelok tersebut cukup membuat senewen. Tak terbayang jika ulah seperti itu membuat pengendara yang ada di belakangnya mengerem mendadak sehingga terjadi insiden kecelakaan. Biasanya, di tengah masyarakat kita berlaku pameo, siapa yang menabrak dari belakang adalah pihak yang salah. Sang penabrak dianggap tidak menjaga jarak.
Saya tak ingin terjebak dalam debat kusir siapa salah dan siapa benar. Pada akhirnya, kecelakaan lalu lintas jalan bakal menimbulkan kerugian bagi semua pihak. Baik itu subyek, apalagi obyek kecelakaan.
Justeru saya ingin fokus pada bagaimana upaya mencegah sejak dini. Simpel saja, mari kita budayakan menghidupkan lampu isyarat atau penunjuk arah saat hendak berbelok atau berubah arah. Lampu isyarat tersebut populer disebut lampu sen, saya duga dari kata bahasa Inggris, sign yang berarti isyarat. Lampu sen tersebut umumnya berwarna kuning.

Apa saja sih manfaat lampu isyarat atau lampu sen itu? Saya coba urutkan manfaat tersebut berdasarkan pengalaman, terlebih bagi kita para pemotor.

1. Memberitahu niat pengendara untuk berbelok atau berubah arah.
2. Mengurangi potensi pengendara yang hendak berbelok dari insiden kecelakaan.
3. Menghindari tabrakan beruntun.
4. Memberitahu untuk mendahului.
5. Memberitahu agar tidak mendahului karena ruang yang ada di depan tidak memungkinkan. Lampu isyarat ini diberikan oleh pemobil yang ingin membantu kendaraan di belakangnya.

Melihat manfaat yang ada, tak aneh jika regulasi yang tertuang dalam Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), pada pasal 112, ayat 1, menyebutkan bahwa pengemudi kendaraan yang akan berbelok atau berbalik arah wajib mengamati situasi lalu lintas di depan, di samping, dan di belakang kendaraan serta memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan.
Aturan itu juga dilengkapi sanksi seperti tertuang dalam pasal 294, yakni setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor yang akan membelok atau berbalik arah, tanpa memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 112 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu. (edo rusyanto)

About these ads
29 Komentar leave one →
  1. 15 Juni 2011 10:19

    baru tahu kalo bisa pake tangan….thx mas

    • 15 Juni 2011 10:24

      setuju bro, trims atensinya.

    • 16 Juni 2011 09:49

      pertamax ya mas….kalo malem lebih bermanfaat lagi..

  2. Top permalink
    15 Juni 2011 10:25

    Betul mbah edo, sangat berbahaya bila pngendara tidak menyalahkan sen saat berbelok, kejadian ini sering bgt saya alami dijln2, yg lebih mnjengkelkan lagi lampu stop belakangnya malah dibikin bening terang shg benar2 sgat menyilaukan dan mmbahayakn pengemudi dibelakangnya.

    • 15 Juni 2011 10:29

      padahal, soal lampu menyilaukan bisa kena Pasal 279 Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang dipasangi perlengkapan yang dapat mengganggu keselamatan berlalu lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2
      (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

      • Awakku_1927 permalink
        15 Juni 2011 15:36

        Pasal yang tinggal pasal aja…

    • 30 Januari 2012 22:37

      nah setuju gan,sekarang banyak pengendara motor yang tetap memakai bohlam standart tetapi kacanya diganti yang bening sehingga sangat meyilaukan pengendara dibelakangnya….orang2 ga tau aturan…….salam kenal gan :)

  3. softech_niQ permalink
    15 Juni 2011 11:10

    mantaab,,,catat dl aaah…

    • 15 Juni 2011 11:13

      jangan lupa dihafal yah, nanti ujian tahun depan.

      • ash permalink
        15 Juni 2011 17:45

        wakakakakakkakaka….

  4. 15 Juni 2011 11:38

    Wah ada foto diriku itu….

  5. yahonsuwakanja permalink
    15 Juni 2011 11:40

    loh foto sebelah kanan merelakan kakinya ditebas ya….
    atau double signal nih….

  6. 15 Juni 2011 11:46

    Setuju mbah..

    http://rosso99.wordpress.com/2011/06/15/bletaxxx-fitur-anti-maling-dari-ahm/

  7. Toro permalink
    15 Juni 2011 12:03

    Setuju pake lampu sen tapi gak setuju pake tangan, malah bisa membahayakan si pemotor karena posisi belok pegang stang pake tangan satu…..pa lg kalo belok ke kanan masak pke tangan kanan…walah..walah!

    • ash permalink
      15 Juni 2011 17:46

      biasanya pembonceng mas yang meng awe2 tangannya….

  8. 15 Juni 2011 12:09

    SETUJU BANGET OM…..

  9. dani permalink
    15 Juni 2011 12:35

    ada juga yang lupa matiin lampu isyaratnya bikin yang dibelakang bingung….

    • 15 Juni 2011 12:44

      Ya, perlu disosialisasikan agar terbiasa mematikan lampu isyarat usai berbelok. Salam

    • zaqlutv permalink
      27 Juni 2011 10:42

      ah ini nih yang sering aye temuin, jarak sampe 2km tuh lampu sein (orang sini bilangnya lampu riting) nyala terus.. :mrgreen:

  10. 15 Juni 2011 12:56

    kalo jalanan memang ramai, nyalakan lampu sein sambil beri isyarat tangan, itu jauh lebih baik dan efektif…

    kenapa?, karena pengendara sekarang udah buta, males liat lampu sein!!!, tau lampu sein nyala, malah tebasss terus!!!

    • edorusia permalink*
      15 Juni 2011 14:24

      yang kayak gitu mesti terus diingatkan, masa sih gak lihat lampu isyarat udah menyala?

  11. karis permalink
    15 Juni 2011 14:22

    emang nyebelin tuh om yang begituan ugh..

    http://karisnsz.wordpress.com/2011/06/06/belok-pindah-jalur-nyalip-lampu-seinnya-mas-mbak-om-tante-cong/

  12. Awakku_1927 permalink
    15 Juni 2011 15:40

    Ada lagi yang menurut saya aneh…

    Hari Senin kemarin, mobil di depan ambil posisi paling kanan ( jalur mo belok kanan), saya yang berada di sebelah kiri yang semula berfikir aman, karena sama jalan, jadi kagok karena mobil tersebut tiba2 nyalain lampu Hazard dengan maksud jalan lurus…

    ini konvensi dari mana jalan lurus kok nyalain lampu Hazard (tanda bahaya)

    alhasil salam jari tengah ku acungkan…

  13. 15 Juni 2011 16:16

    Kadang sein nyala tapi tak kunjung belok. Malah yg lebih parah, sein kiri nyala tapi malah belok kanan. Ckckck..

  14. 15 Juni 2011 17:15

    perlu dibiasakan,berguna,tpi sebagian pengendara tampakny tidak teredukasi dengan baik,yah efek ‘gampang’ny bkin sim,perlu dicontoh negara yang memahami benar ap itu sim dan bgaimana cara mendapatkanny

  15. 15 Juni 2011 17:45

    ug anehnya.. udah pake lampu sign [tanda].. tapi tetep aja pemotor dari sebelah kiri ga mau ngalah… malah ngotot klakson pula.. pdhal tu lampu udah ane nyalain kira2 50 meter sebelum..

  16. corse permalink
    16 Juni 2011 10:10

    Saya pernah lihat yang lebih gila lagi : sign ke kanan, tapi motor malah belok kiri :D

  17. 16 Juni 2011 10:37

    kalo berbelok yg baik kakinya harus diturunin sebagai poros ya mas.?

  18. 16 Juni 2011 20:56

    Wow it’s very useful for newbie riders. :D

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.493 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: