Skip to content

Ditilang, Gak Ikut Sidang, Terpaksa ke Kejari

20 Mei 2011

MASIH ingat kasus bro Acoy? Dia ditilang polisi lalu lintas (polantas) karena tidak berjalan di lajur motor. Kejadiannya di kawasan Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat. Jantungnya Jakarta.
Bro Acoy dikenai pasal pelanggaran rambu dan marka. Dia diberi surat tilang atau slip warna merah yang berarti harus mengikuti sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Maklum, kejadiannya di wilayah hukum Jakarta Pusat.
Kemarin, Kamis (19/5/2011) malam, saya sempat ngobrol dengan bro Acoy. ”Gue gak ikut sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tapi ngurusnya di Kejaksaan Negeri di Kemayoran, Jakarta,” tutur pria penunggang Honda CBR 150 itu.
Seingat saya, seperti kasus bro Luhut, pelanggaran rambu dan marka, kebetulan di wilayah hukum yang sama, sang Hakim bakal menjatuhi sanksi denda Rp 50 ribu. ”Kalau ngurus di Kejaksaan Negeri gue kena denda Rp 70 ribu,” selorohnya.
Kenapa ke Kejaksaan Negeri (Kejari)? Bukankah sidang di PN? ”Itu karena gue telat sehari datang ke PN. Datang bukan pas saat tanggal sidang seperti yang ditulis di lembar tilang warna merah,” ujar bro Acoy yang gemar bermain gitar itu.
Dia bercerita, setiap pelanggar lalu lintas jalan yang kena tilang harus menunggu sekitar dua minggu untuk mengikuti sidang di PN. Nah, jika tidak sempat, bisa mengurus di Kejari. ”Tapi biayanya lebih tinggi,” tuturnya.
Hal serupa dialami bro David. Kebetulan, kasusnya sama, berjalan bukan di lajur motor. ”Saya melewati marka jalan, kena di Jakarta Pusat juga,” tukasnya.
David mengaku, dia mengurus ke Kejari dan membayar Rp 80 ribu. ”Saya datang ke Kejari dan menunjukan surat tilang merah terus membayar Rp 80 ribu, oh ya, saya tahu mengurus ke Kejari diberitahu bro Acoy,” katanya.
Ngomong-ngomong menurut data Polda Metro Jaya, rata-rata tiap hari 2.000-an pengendara yang kena tilang.
Ruwet yah? Melanggar, ditilang, sidang atau gak ikut sidang, ujungnya mesti ke Kejari. Lebih mahal lagi. Ada yang punya pengalaman serupa? (edo rusyanto)

About these ads
21 Komentar leave one →
  1. 20 Mei 2011 10:15

    kalo di kejari antri gak pak? takutnya kayak dulu dah nyampe PN jaksel, masih ngantri panjang…padahal ditilangnya karna gak tahu kalo jalannya searah baru lewat soalnya, eh nyelonong aja…ya ditilang dah

    http://kangmase.wordpress.com/2011/05/20/yamaha-vs-honda-yamaha-keliru-memilih-image/

    • 20 Mei 2011 10:29

      seingat saya, mereka bilang antreannya tidak banyak. wah, kena denda berapa?

  2. Dika permalink
    20 Mei 2011 10:50

    Waktu saya pernah om kena tilang di jalan tol dalam kota dikarenakan pada saat exit tol arah kebun jeruk tanpa sengaja ban depan sebelah kanan menginjak sedikit garis pembatas alhasil ditilang, tapi kenapa kata pjr’a bilang melanggar marka jalan 250 ribu, apabila ngambil di pengadilan juga demikian, tapi pas usut diusut akhirnya doi minta 50 ribu u/perwakilan sidang. Dari 250 ribu menjadi 50 ribu. Ck… Ck…

  3. reza permalink
    20 Mei 2011 21:00

    wah, saya pernah juga tuh kena tilang (STNK saya ditahan)….. di seputaran jalan Ali Gunong simpang BRI kota calang-Aceh Jaya….. kebetulan boncengers saya tidak mengenakan Helm….. lalu sang petugas mengatakan kalau mau titip uang tilang sebesar 250rb (tidak mengikuti sidang), lalu saya minta lebih baik saya mengikuti sidang aja…. ya buat pengalaman ikut sidang rasa gimana gitu…. pas waktu ikut sidang saya hanya dikena biaya sebesar 35rb aja…. ya senang juga sih, daripada biaya titip sama petugas 250 rb….

  4. Wenda Kalubis R permalink
    22 Mei 2011 09:12

    Wah, wah… kalau dibiasakan taat aturan, InsyaAllah gak kena tilang. Kecuali pada kasus-kasus tertentu aja.

  5. 26 Mei 2011 16:38

    saya sendiri pernah. ketilang 29 agustur 2009, sidang 15 september 2009 dan ga datang .. SIM baru diambil juli 2010 di kejari jaksel taman puring. nebus 61ribu …

  6. paris permalink
    6 Juni 2011 12:11

    Saya pernah kena tilang,namun hingga hari (06/06/2011)ini belum ngambil karena belum ada uang.Saya ngak tau apakah tgl.28 Juni Nanti masih bisa ngambil SIM saya nga ya?

  7. 29 Desember 2011 18:50

    broo sy ada sidang tanggak 23 desember di PN jakarta barat tp samapi skrg saya belum datang , so harus ambil kemana yah ?
    Mohon Pencerahannya Bro EDO dan kawan kawan

    Thanks a Bunch

  8. 20 Januari 2012 16:46

    wahh,,, baru tau neh bro, ada kasus kurang lebih sama sama ane,, sy kena tilang gara gara lampu motor doank gak dinyalain, trus karna polisinya bilang dari POLDA METRO JAYA PUSAT,,, jadinya gak berani damai deh…

    terus sy baru ke PN pas hari sidangnya. tapi dikenakan juga Rp.70 rebo di PN jakarta barat. setau sy emg harusnya harganya gak segitu. gilaaaaa, sadiss dikenakan harga tidak sesuai.. harusnya dibawah harga 50rebo donk.

    ogah bayar sy.. kalo gt, nanti akan ada masalah gak bro. mohon petunjuk neh gan…

  9. majulahindonesia permalink
    23 Januari 2012 01:26

    selamat pagi,

    * kasus saya sedikit sama dengan bro Dika, melanggar marka jalan :
    “Waktu saya pernah om kena tilang di jalan tol dalam kota dikarenakan pada saat exit tol arah kebun jeruk tanpa sengaja ban depan sebelah kanan menginjak sedikit garis pembatas alhasil ditilang, tapi kenapa kata pjr’a bilang melanggar marka jalan 250 ribu, apabila ngambil di pengadilan juga demikian, tapi pas usut diusut akhirnya doi minta 50 ribu u/perwakilan sidang. Dari 250 ribu menjadi 50 ribu. Ck… Ck…”

    * kasus saya selengkapnya :
    saya berada di jalur kanan (yang seharusnya untuk belok kanan),tapi saya tetap lurus. saya tidak sadar ada peraturan itu, kemudian di stop polisi, dan ditilang dengan surat merah.

    saya lupa, antara tanggal 25 atau 27 januari 2012 saya sidang di PN jakarta barat. agak takut nih karena perempuan,dan saya WNI tapi ada keturunan (korea-indonesia) dan tidak bisa dipungkiri, warna kulit dan wajah saya berbeda dengan WNI pada umumnya.

    pertanyaan saya,
    1. apa akan dipersulit?
    2. apa akan mempengaruhi besar denda yang harus saya bayarkan?
    3. dari beberapa informasi, ada kemungkinan SIM masih ditahan oleh polisi yang menangkap saya. kalau terjadi pada saya, apa yang harus saya lakukan?

    terimakasih.
    kagainget@gmail.com

  10. 9 Mei 2012 13:46

    knapa gk pada minta SLIP BIRU aj yg artinya kita ngakuin kesalahan kita n bersedia mbayar dendanya
    n katanya dendanya gk sampek 50rb lho & uangnya dh pasti masuk kas NEgara lagi gk ke kantong oknum penilang

    kalian pasti di kasih SLIP MERAH kan yg wat nilang
    katanya kl SILP BIRU gk perlu ribet ikut sidang ,ckp transfer ke rekening BUMN di ATM/BANK terdekat n tgl di kasih bukti trasferanya ma ptugas wat nuker ma SIM/STNKnya

    • 4 Juni 2012 13:28

      kalo dari baca pengalaman orang si,
      kalo minta slip biru malah dikasih nominal denda tertinggi om,
      jadi harusnya 50rb kalo pake slip merah, malah jadi 250 ribu kalo pake slip biru,

      om pernah kena tialng? minta slip apa dan gimana

    • 22 November 2013 09:55

      Kalo minta slip biru itu kita harus bayar denda maksimal di pasal yang kita langgar (250rb,500rb,1jt)
      terusn nanti kita bisa ambil kembaliannya setelah putusan sidang berapa denda kita

  11. 6 Agustus 2012 10:24

    mau tanya nih temen2 .. klo ga sempet ambil stnk yg ditilang di PN jak-sel(jln.ampera) itu mesti ambil di kejari jak-sel yah? kira2 prosenya ribet ga ya dan ada jangka waktunya ga yah? dan klo di kejari ga ditebus jg berkas di pindah kemana lagi ya? kan klo di PN jak-sel jangka waktunya 2 hari..cos ane sidang di PN jak-sel(jln.ampera) itu tgl 27 juli bln kmaren .. mohon pencerahannya temen2

  12. 13 Mei 2013 19:35

    saya jumat kemaren ikut sidang di PN jakarta utara, tapi katanya sim saya belum nyampe ke sana, emang nama saya juga ga ada di daftar sidang.. alhasil sidang nya di perpanjang jadi jumat ini.. kalo ternyata sim nya masih ga ada, saya harus gimana bang.., apa ke kejari aja biar ga repot?

  13. sulistiya permalink
    18 November 2013 14:01

    Saya ditilang saat mau masuk tol arah tangerang dari arah slipi , kata polisi saya melintas di marka jalan sedangkan marka jalan itu masih kurang lebih 5 meter didepan saya dan kutolak tuduhan itu, polisi bilang yang jelas kesalahan anda memotong antrian. ( kapan saya disuruh mengantri ya ) kapan polisi mengakui kesalahan ya
    pusiiiing mana cuti sudah gak punya ,mau izin sehari gak di kasih .biarin lah gak pakai surat surat biar nanti kalu kena tilang mobilnya yang dibawa polisi.

  14. Rio permalink
    19 November 2013 17:16

    Share sedikit yak
    Kalau gw sih rada males ikutin sidang nya
    jadi gw lewatin deh itu tanggal sidang nya 1-2 hari
    terus ngacir ke kejari, ya walaupun lebih mahal 20-30rb dari di PN
    tapi paling engga cuma dateng 5mnt sim udah di tangan lagi
    ngantri di PN nya itu yang engga nahan

  15. Husain permalink
    29 April 2014 08:47

    saya dah sminggu telat ke PN jktim nih… kira2 lebh gede gak bayarnya dari PN klo di kejaksaan?

  16. 26 Agustus 2014 01:20

    kalau ketilang minta slip biru.bayar titipan di bri ( biasanya besar nominalnya ).ingat jangan bayar ke rekening tertentu.masuk ke bank lalu bilang mau bayar denda tilang,masuknya ke rekening resmi titipan denda tilang.polisi pasti menulis bri rujukan,tapi kita bisa bayar di bri mana saja yang ada fasilitas bayar denda tilang ( telpon call centre bri untuk info tempatnya ).tanya penerangan 108 untuk nmr call center bri.ga usah ngambil simnya di kantor polisi.,sidang bisa diwakilkan sama polisi ( nanti dia dapat biaya perwakilan sidang ).kalau sudah lewat tanggal sidang u tinggal ke kejaksaan negri ( kejari ) karena berkasnya sudah dilimpahkan ke sana.biasanya kejari tempat u ditilang.nanti u akan dikasih tau kalau suratnya uda jadi lalu ambil sisa denda tilangnya di bri asal u bayar tadi.(sisanya biasanya banyak )kalau motor paling hanya 50000 sisanya 450000 kalau titipannya 500000.itu cara untuk mempersingkat tilang slip biru

  17. 26 Agustus 2014 01:26

    u ga ambil simnya di kantor polisi ( kantor polisi satuan yg nilang u loh,kadang lain sama tempat u ditilang )akan dilimpahkan ke pengadilan negri.kl ga datang pengadilan,akan dilimpahkan ke kejari.jd mempersingkat waktu kita ga kaya bola ditendang sana sini

  18. pete permalink
    13 September 2014 17:50

    saya dapat polisi brengsek,waktu masuk tol dianggap menyerobot, padahal saya gak melanggar marka sama sekali. kejadiannya saya sudah antri di jalur kanan, lalu gak jadi masuk tol, lalu karena ternyata pintu tol itu benar yang harus saya ambil, jadilah saya ambil tol. eh sama si polisi brengsek dikira saya nyerobot, dan dibilang melanggar marka (padahal markanya masih jauh).
    Besok2 saya mau pasang dashcam di mobil buat bukti sidang aja kalau saya tidak salah.
    Kepada teman2 yg gak mau kena tilang merasa benar, silakan pasang dashcam buat bukti.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.518 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: