Skip to content

Halo Polisi

1 April 2011

foto:edo

 

SARAPAN pagi ini agak istimewa. Bukan lantaran santapan ikan sardines dan sayur bayam. Tapi, sarapan sambil ditemani dialog Halo Polisi yang ditayangkan stasiun tv swasta Indosiar.

Sang pembawa acara, Togar Sianipar, tampak antusias mewawancarai narasumber yang Jumat (1/4/2011) pukul 08.00-09.00 WIB menghadirkan Wakil Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Brigjen (Pol) Didik Purnomo. Maklum, tema pagi itu adalah “Tanggung Jawab Instansi Terkait Dalam Penerapan UU No 22 Tahun 2009.”

UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) tersebut tentu saja amat relevan jika yang membahas adalah pihak Korps Lalu Lintas Mabes Polri.

Tema yang diulas cukup menarik. Saat ini, kita kerap merasakan masih belum kuatnya sinergi antar instansi terkait lalin. Terlebih bicara soal keselamatan jalan. “Koordinasi setelah UU No 22/2009 keluar sudah lebih baik dibandingkan sebelumnya, walau harus terus ditingkatkan,” ujar Brigjen Didik, dalam dialog tersebut.

foto:edo

Pentingnya sinergi antar instansi mulai dari kepolisian, kementerian pekerjaan umum, kementerian perhubungan, kementerian perindustrian, kementerian kesehatan, hingga pemerintah daerah, sudah harga mati. Tanpa sinergi, laka lantas bisa terus membubung. Kita juga semua tahu, tahun lalu, sekalipun jumlah fatalitas laka lantas menurun, namun dari segi kuantitas terjadi peningkatan.

“Perlu adanya budaya hukum dan ketertiban masyarakat pengguna jalan,” serga Waka Korps Lalu Lintas Polri.

Soal yang satu ini, bagi saya, selain peran masyarakat, para penegak hukum juga harus tegas dan konsisten. ”Saat ini, masyarakat takut kalau ada petugas,” aku Didik.

Karena itu, perlu adanya upaya edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya penegakan hukum dan budaya tertib saat berlalu lintas di jalan. Kita sering mendengar jargon bahwa pelanggaran aturan lalu lintas kerap membuka peluang terjadinya laka lantas.

Perbincangan dalam siaran Jumat ini, terus bergulir. Togar Sianipar dengan cerdik melontarkan pertanyaan-pertanyaan terkait pentingnya sinergi dan upaya polisi menegakkan aturan di jalan.

”Keberhasilan penerapan aturan bukan tergantung Polri, tapi semua instansi terkait. Tapi, kita semua harapkan Polri mengambil inisiatif,” tutur Togar Sianipar yang juga Komisaris Jenderal purnawariwan Polisi itu, menutup Halo Polisi. (edo rusyanto)

About these ads
16 Komentar leave one →
  1. Tukang Ngibul permalink
    1 April 2011 13:25

    Kalo menurut ane mbah…hukum atau UU di terapkan bukan hanya utk masyarakat tetapi seluruh pengguna jalanyg diitu juga terdapat aparat, bukan rahasia lagi bhw hukum berlaku hanya buat masyarakat biasa, jika ada aparat yg melanggar di biarkan contoh kecil saja spion jika masyrakat yg melanggar dgn tdk memasang sepasang maka akan ada aksi dr petugas…tapi jika aparat yg melanggar dgn tdk memasang spion di biarkan….inilah kenyataan sehari-hari yg pasti….

    • AshleyzZzzz permalink
      1 April 2011 14:30

      m.i.r.i.s

  2. softech_niQ permalink
    1 April 2011 13:38

    naik podium jg aaaah…

  3. 1 April 2011 20:57

    halo juga pak polisi…

    http://kangmase.wordpress.com/2011/04/01/beli-motor-leasing-atau-pinjem-uang-ke-bank/

  4. 1 April 2011 22:48

    proses masuk anggota polisi kaya apa, ya akan seperti itu hukum kita…

  5. Rollerman permalink
    2 April 2011 06:21

    ini acara awet banget,sejak q SD kelas 1 smp sekarang msh bertahan

    pdhal yg nonton aja paling2 cuman sedikit

  6. Nabilah permalink
    24 Juni 2011 09:01

    Polisi juga tidak selamanya buruk. toh ternyata kita merasa aman dgn adanya polisi, klu sering melihat segi buruk polisi maka tiada habisnya…dah mudah2n polisi lebih baik lagi dengan adanya video klip yang menyangkut citra ;polisi yang skrg banyak orang yg melihat lagu tersebut di youtube….yg berjudul JAWARA (Janji Wakil Rakyat) atau http://www.youtube.com/watch?v=kGQeJ4wq92g Mdh2n dg lagu yg dibawakan oleh Budi Oches tsbt menjadi alat malu untuk berbuat yang tidak2.

  7. eko permalink
    13 Agustus 2011 11:18

    saya pnya crita nie mslah pnuisan di BPKB sya..kasusnya gni pak tahun kmarin sya bli mtor bkas trus sya blk nma mnjdi milik sya yg tdinya AN orng lain…trnyta pnulisan NOPOL pd BPKB sya tdk ssuai dg data yg msuk dlu n yg ad d STNK skrang..kmrin sya datang ke ptugas ralat BPKB di samsat cikarang jwb kata2nya ptugas mlah nyolot thu ptugas kpd sya yg seolah olah thu ksalhan jatuh kpd sya..orng ug nulis n jg yg mngesahkan bkan sya kok sya di vonis brslah..sya nie korban cuy..klw mw di ralat lg musti ad biaya lg..mnurut sya yg musti di benerin thu mereka klo gk snggup krja (cm ngopi data doang)aj gk mmpu lbih baek plang cuci kaki cuci tangan tdur/ angon bebek ajlah..klo gk vocus krja cuti donk..klo dh gni jtuh korban dpt komplain gk trima katanya sya kurang teliti…ente yg kurang teliti cm niru tlisan FBP aja kliru FPB..atas dsar ap ente ngerubah rubah data,,,jjur sya kecewa berat sma ptugas kplisian atawpun ptugas kcamtan di daerah sni..beda jauh tnggung jwb krjanya sma ptugas d kmpung sya d jawa

  8. G Alesandro S permalink
    14 September 2011 16:17

    PAk,,kenapa sie buat sim aja dipersulit,,padahal kita mau ikuti peraturan lalulintas dinegeri ini,mau disiplin kok dipersulit,,bikin sim gak lewat oknum bolak balik tes gak lulus2,minta bantuan oknum harga jasanya 3 kali lipat,padahal sethu saya slogan polisi siap melayani masyarakat,,tapi masyarakat yg mana,,jika ada duit 3X lipat tanpa test sim bisa terbit,tpi yg test dengan sungguh2 tidak bisa terbit,dan yg lebih miris lagi dikantor pembuatan sim tertulis kalimat dengan tulisan yg cukup besar dilarang menggunakan CALO,,tapi begitu tau didalamnya baik yg berseragam putih hitam atau coklat berubah fungsi menjadi calok dengan tawaran harga bantuan berfareasi,,emang gak disumpah jabatan ,,TIDAK MENGIKUTI PERATURAN SALAH MENGIKUTI PERATURAN DIBUAT SUSAH,,oKNUM penegak hukum kok melawan hukum ,,tolong lah pak dilihat itu anak buahnya dandiberi sangsi tegas,,Saya malu melihat aparat hukum bermental penjahat dinegeri ini,,kasiani orang kecil seperti kami,,Saya maklum orang kecil mencuri karna sesuap nasi,tapi saya gak ngerti oknum polisi yg pendapatanya melebihi kami masih melakukan hal hal seperti ini,,dan ini sudah menjadi rahasia umum dinegeri ini,,mohon ditindak lanjuti,,terima kasih sebelumnya,,Wassallam.

  9. 6 November 2011 21:09

    Pengelola Halo Polisi di indosiar, mohon penjelasan mengenai pembuatan SIM, apakah harus menggunakan KTP saja?
    Bagi siswa SLTA yang belum mempunyai KTP karena belum cukup umur, tetapi sudah CAKAP menggunakan sepeda motor, bila ada operasi razia mengakibatkan pelanggaran.
    Oleh karena itu apakah pembuatan SIM tidak boleh menggunakan kartu pelajar yang di batasi tidak 5thn tetapi hanya sampai batas usia mendapatkan KTP .
    Sehingga pelajar tersebut mendapatkan perlindungan secara hukum, karena sudah mempunyai SIM . Tetapi bila melanggar dengan tidak memiliki SIM secara hukum masih di bawah umur. Jadi semestinya tidak mendapatkan tilang tetapi hanya mendapatkan peringatan saja ( Apakah bisa mengikuti persidangan di pengadilan sebagai pelanggaran SIM ? )

    Demikian atas perhatian Bpk. Togar Sianipar di ucapkan terima kasih ..

  10. sulaiman permalink
    10 Desember 2011 21:29

    Pengelola hallo polisi indosiar,mohon diungkap kasus pembunuhan didesa kami dan dibahas bersama polisi diacara hallo polisi yg ditayangkan setiap hari jum’at di indosiar,kasus tersebut sampai sekarang tdk ada kabar berita,kepastian dari polisipun tdk ada,diduga pelakunya istrinya bersama menantunya sendiri,tp anehnya istrinya tdk ditahan dan menantunya sendiri kabur ntah kemana, sedangkan warga desa kami merasa resah,kejadian tersebut tgl 7-11-2011 didesa sukamaju kecamatan bungamayang kabupaten lampung utara ,tolong dibahas ya pak polisi…….

  11. J wilfrid sianturi permalink
    29 Desember 2011 17:37

    Pak polisi yg terhormat,saya tadi pagi di tilang polisi di jl rasuna said sekitar pukul 6 pagi dengan alasan saya melanggar rambu jalan sedangkan tanda larangan belok kekiri tidak ada.pertanyaanya apa yg harus saya perbuat, apa saya tidak bisa mendapat keadilan.thx

    • bayu permalink
      6 Februari 2012 07:51

      sudah rahasia umum banyak polisi di jalan raya cari “uang tambahan”, kadang hal kecil bisa dibuat-buat besar sehingga dianggap melanggar peraturan dan harus ditilang, ujung-ujungnya terima duit buat damai, itu pun kalau menilang lihat-lihat dulu, kalau mobilnya bagus gak berani nilang walaupun jelas-jelas melanggar karena takut di dalemnya ada pejabat, yang ditilang adalah rakyat biasa yang asumsinya bukan siapa-siapa, padahal rakyat biasa inilah yang harus dilindungi. pandangan masyarakat biasa sudah sangat berkurang terhadap wibawa polantas, wajar saja banyak perisitiwa anarkis terhadap polisi yang dapat mudah tersulut.

  12. erina permalink
    31 Desember 2011 11:22

    Menindas,memeras,menendang,membela yang bayar,beraninya memerangi rakyatnya sendiri,sok dikit2 demi tegaknya hukum,rajin cari ceperan di jalan dg menangkapi para pengendara bermotor,rupanya itu yang kini lagi membudaya jadi slogan para polisi di jaman sekarang.adapun mengayomi,melindungi,melayani hallllaaah apa aja itu gombal bueehhh.

  13. dasima permalink
    5 Februari 2012 18:14

    saya punya pengalaman buruk ame polisi baru kali ini sy berurusan dg polisi, ada oknum polisi yang punya jabatan ujuk2 masuk ke area perusahaan saya langsung jeprat jepret foto2 pabrik kita, di ingatkan oleh satpam eh gak di pedulikan, di minta nulis buku tamu gak mau, langsung buka2 jurnal laporan security di persilahkan ke lobby malah marah 2, ngaku nya kapolsek……… “saya kapolsek!!!!” kapolsek kok gak punya aturan, polisi gak punya sopan santun, di tanya surat tugas eh marah2. ngaku nya “saya di tugaskan komandan saya!!!!!” dasar kapolsek brengsek malah tanya no tlp saya. belakangan ketahuan klu pak polisi kaploksek salah lokasi. Malah dengan bangga memberikan kartu nama.
    kalau udah begitu apa yg harus kita perbuat pak tolong di pertimbangkan lagi jabatannya,
    polisi gak pinter kok punya jabatan.

  14. Yanto permalink
    8 Februari 2012 10:57

    Saya adala masrakat biasa yang tdk tau tentang Hukum Dan Undang Undang Lalulintas, pada waktu itu saya berkendara sepeda motor di kota saya banyuwangi, pada waktu itu ada operasi lalulintas, saya di setop dan di tilang dengan pelangaran helem, padahal saya suda mengunakan helem dengan berlogo SNI, namun menurut polisi tersebut karena helem saya tdk ada topi nya, padaha helm saya suda setandar dan masi baru saya beli dengan harga 500 rb, helem saya medelnya saya dengan yang di gunakan pembala pembalap iternasional, bole saya tau apa ada peraturan baru, undang undang Nomer berapa dan ayat berapa.?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.561 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: