Skip to content

Keong Emas, Asyiknya Nonton Layar Raksasa

13 Februari 2011

Wisata Bikers:


foto:edo

JAKARTA punya banyak cerita. Buat pemotor alias bikers seperti saya, mencari sasaran relaksasi dengan muatan edukasi, Jakarta amat memanjakan. Salah satunya, Teater Imax Keong Emas.
Lokasi teater yang dibangun era Soeharto itu, menjadi satu kawasan dengan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Dari pusat kota Jakarta, butuh waktu tempuh tak lebih dari 45 menit. Rute utama pemotor melalui Jl Sudirman, Jl Gatot Subroto, Jl MT Haryono, Jl Raya Bogor, belok kiri ke arah TMII di pertigaan Pasar Hek, Kramat Jati.
Rute untuk bikers dari arah Depok atau Bogor, bisa menyusuri Jl Raya Bogor, belok kanan di perempatan Pasar Rebo ke arah terminal Kampung Rambutan, lalu ambil ke kiri ke arah TMII. Cukup simpel.

Kepuasan Menonton
TMII memiliki tiga pintu masuk. Selain gerbang utama, terdapat pintu dua di sisi kanan gerbang utama, dan pintu tiga di sisi kiri melalui Jl Raya Pondok Gede, persis di depan Asrama Haji. Keong Emas lebih nyaman dijangkau dari pintu dua.


Memasuki areal TMII, pemotor harus membayar Rp 9 ribu per orang dan Rp 6 ribu per motor. Dari pintu dua, letak Keong Emas hanya butuh waktu tak lebih dari tiga menit. Tersedia areal memadai untuk parkir sepeda motor. Para penjaga areal parkir berseragam siap melayani dengan ramah. Pemotor diberi tanda bukti parkir. Istimewanya, pemotor tak ditarik retribusi lagi, alias bebas biaya parkir.

Antrean membeli tiket teater Keong Emas dibagi dalam dua lajur. Ada dua sayap, kanan dan kiri gedung. Siap-siap merogoh kocek Rp 30 ribu untuk satu orang penonton. Oppss…untuk kelas VIP tiketnya beda yakni Rp 50 ribu per orang. Jangan takut gak kebagian kursi, teater yang didirikan sejak 20 April 1984 itu, memiliki 920 tempat duduk kelas ekonomi dan 36 tempat duduk VIP atau di balkon. Pengunjung teater ini berkisar 1.000 orang pada hari biasa dan sekitar 3.000 orang pada hari libur. Kecuali hari libur Lebaran Idul Fitri yang pada dua tahun terakhir, yakni 2009 dan 2010, rata-rata per hari berkisar 3-5 ribu orang.

Kepuasan menikmati tayangan film di Keong Emas tak akan pernah terlupakan. Maklum, layar teater ini memiliki ukuran 21,5 meter x 29,3 meter. Terbesar di Indonesia.

Selain itu, teater ini mengaplikasikan IMAX® DMRTM (Digital Re-Mastering) yakni teknologi yang memungkinkan transfer film aksi format 35mm kedalam IMAX EXPERIENCE 70mm, dengan kualitas tampilan dan suara yang mengagumkan.

Saat ini, film yang diputar adalah Africa The Serengeti, Indonesia Indah I, T-Rex, Forces of Nature, dan Journey to Mecca. Pertunjukan digelar pukul 10.00-16.00 WIB, setiap hari.

Sekadar tambahan, bagi yang berminat menikmati wahana lain, di areal Keong Emas yang mencapai sekitar empat hectare itu, juga terdapat arena skate board park, ATV, dan outbound. Tentu saja juga dilengkapi cafeteria dan penjaja souvenir khusus terkait keong emas. Ada kerajinan dan kaos bergambar Keong Emas.

Oh ya, Teater Imax Keong Emas diprakarsai oleh almarhumah Hj. Tien Soeharto, isteri mantan Presiden RI almarhum Soeharto. (edo rusyanto)

About these ads
8 Komentar leave one →
  1. uikjoss permalink
    13 Februari 2011 20:17

    wah durung tau nonton, koyo opo wujude…..? Katro ya…?

  2. 13 Februari 2011 20:48

    PENGEN DONG
    IKUT NONTON

  3. 13 Februari 2011 20:57

    dapet poin ga ya

  4. 13 Februari 2011 21:53

    di DUFAN ANCOL ada teatre Simulator 3 dimensi, skarang filmnya Journey to The Centre of The Earth, di Gel. SAMUDERA ada teatre 4 dimensi, film nya di bagi 3 waktu, Dora n Diego, The Pirates dan Turtle Vision

    • 13 Februari 2011 22:01

      wahhh yg punya ancol turun gunung nih. kapan2 aku mampir deh ke ancol.

  5. tigerpiceks permalink
    13 Februari 2011 22:10

    imax kan yah?? jadi inget dulu pernah liat batman pas di imax bangkok. mantab abisss!!!

  6. sobek2 permalink
    13 Februari 2011 22:17

    Di dufan lbh asik kursinya goyang2 kisanak hehehehe
    Btw sayang TMII semakin tua gak terawat, kereta angin nya sudah gak jalan, kereta gantungnya takut mau naik anjungan2 daerah rusak disana sini… Supermarket dan pusat oleh2nya sepi, barang2 di etalase berdebu tak ada yg ngurusi,kolam2 dan taman airmancur kering kerontang.. gerbang pintu2 dan loket banyak yg sudah ga di pake lagi berkarat.. Sedih… Sekali
    kenangan masa kecil saya waktu SD, dulu bahkan rombongan bule2 kecil dan dewasa sangat rame di TMII,.. dibanding dg awal 2010 kemarin berkunjung lg sama istri sangat berbeda keadaanya T__T padahal cita2 saya ingin mengajak anak2 kalo sudah besar keliling TMII biar punya kenangan menyenangkan sama seperti ayahnya waktu kecil..
    Eh iya ragunan juga semakin kurang menarik hiks.. Tinggal dufan sama taman safari yg msh lumayan okeh

  7. 13 Februari 2011 23:06

    si om dpt ajh data pngunjung

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.561 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: