Skip to content

Mahasiswa Tolak Kartu Identitas Kendaraan UGM

20 Desember 2010

Kampus UGM. (foto:primaironline.com)


LAGI asyik surfing di dunia maya sempat membaca sebuah artikel yang cukup menggoda. Situs Antara memberitakan soal puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Tolak Komersialisasi Kampus Universitas Gadjah Mada Yogyakarta menolak pemberlakuan kartu identitas kendaraan bermotor di kawasan kampus itu.
“Kami menuntut pencabutan pemberlakuan kartu identitas kendaraan (KIK) bermotor di kawasan kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. KIK hanya membuat UGM semakin eksklusif dari masyarakat sekitar,” kata Koordinator Gerakan Tolak Komersialisasi (GERTAK UGM) Arya Budi di Yogyakarta, Senin (20/12/2010).
Dia mengatakan, pemberlakuan KIK bermotor menjadi bukti bahwa kini UGM ingin mengekslusifkan diri dari masyarakat dan menggadaikan fasilitas untuk mengeruk keuntungan. “Apalagi dengan kebijakan tarif parkir yang segera diberlakukan per Januari 2011. Surat Keputusan Rektor Nomor 408 Tahun 2010, pasal 8 menyebutkan bahwa mahasiswa dan masyarakat luar yang tidak bisa menunjukkan KIK diwajibkan membayar Rp1.000 untuk sepeda motor dan Rp2.000 untuk mobil,” katanya.
Menurut dia, pemberlakuan tarif parkir tersebut tidak memiliki transparansi serta akuntabilitas yang jelas mengenai penggunaan dananya. “Jika tujuan KIK untuk keamanan UGM, ini terkesan mengada-ada. Apalagi mulai tahun depan mahasiswa baru angkatan 2011/2012 tidak diperbolehkan membawa kendaraan bermotor ke dalam kampus. Tidak ada korelasi antara penarikan tarif parkir dengan kemanan di dalam kampus,” katanya.
Puluhan mahasiwa dari berbagai jurusan yakni dari Fakultas Ilmu Buadaya, Fakultas Pertanian dan Fisipol juga menolak segala bentuk komersialisasi di kampus UGM.
“Kampus ini adalah institusi pendidikan yang seharusnya bersih dari hal-hal yang menarik keuntungan dari masyarakat,” katanya.
Arya Budi juga mengatakan, pemberlakuan KIK dan tarif parkir di kawasan UGM akan membuat masyarakat berfikir dua kali untuk melewati kampus tersebut karena ada kewajiban membayar.
“Ini salah satu bentuk mengkhianati rakyat. Kraton menghibahkan tanah untuk UGM selain sebagai sarana pendidikan juga sebagai ruang publik yang bisa diakses masyarakat secara luas,” katanya.
Menurut dia, identitas kerakyatan yang melekat selama 61 tahun pada kampus UGM pelan-pelan luntur. “UGM kini menjadi kampus yang komersial dan mementingkan laba. Ini dapat dilihat dari berbagai kebijakan yag selama ini dikeluarkan,” katanya. (edo)

 

About these ads
18 Komentar leave one →
  1. 20 Desember 2010 17:17

    PEMBODOHAN OTOMOTIF…!!!

    • pertamax permalink
      20 Desember 2010 17:37

      Coba sekarang kita pikir dari sisi UGM nya… kira2 kenapa2? ada bagusnya di tanya langsung saja kenapa dari pada narik kesimpulan yang masih belum jelas juga beritanya… Jangan sampai salah pengertian yang merugikan orang lain….

      Tanya kenapa?

      • aya ayu permalink
        14 Juli 2011 08:49

        setuju..

  2. 20 Desember 2010 17:36

    pembodohan parkirmotif

  3. kong permalink
    20 Desember 2010 17:56

    kampus ugm udah kayak jalan umum..seharusnya kenyamanan dan keamanan mahasiswa diutamakan..segala kebijakan yg mendukung kenyamanan dan keamanan mahasiswa sebaiknya didukung..

  4. 20 Desember 2010 18:31

    wah…nga bs koment dah…skrgkan jamanx komersil hehe…

  5. zukro permalink
    20 Desember 2010 19:19

    ane alumni ugm..dan sempat ngerasain sosialisasi dan penerapan awal larangan parkir di sekitar kampus.kalo dilihat dan ditelaah menggunakan ego pribadi,jelas itu menyusahkan.akan terasa lebih jauh n capek untuk berjalan menuju kampus.
    Tp setelah merasakan sendiri,mangtabs bro..udara disekitar kampus,terutama UC(yg digambar itu uc di bulaksumur) terasa lebih segar.dan nyaman untuk berjalan kaki.lagi pula di dalam kampus disediakan peminjaman sepeda GRATIS.
    mengenai ‘STNK UGM’ itu,menurut ane approach yg bagus.soalny di kampus sudah mulai rawan pencurian.jd pihak keamanan kampus dpt lbh mudah memantau keamanan di sekitar kampus.
    IMHO loh..

    • 20 Desember 2010 20:36

      udara yg bersih bisa mendukung suasana kuliah yg menyenangkan ya bro. mantabsss…trims dah mau berbagi bro, salam.

  6. ashley permalink
    20 Desember 2010 21:30

    Jalannya jauh….heheheheh….

  7. zukro permalink
    20 Desember 2010 22:13

    sebenernya ‘STNK UGM’ itu sudah lama diterapkan per jurusan ato fakultas,contohnya jurusan t.mesin menggunakan stiker parkir yg ditempel di motor,n yg g punya stiker,yah mikir2 mau parkir disana..hehehe..
    Ga tau perkemabangan nya sekarang..:-) ikut mantau aja.. :-)

    • aya ayu permalink
      14 Juli 2011 08:53

      untung g di UGM..

  8. satriafu150 permalink
    21 Desember 2010 08:25

    Mahasiswa Baru tidak diperbolehkan membawa kendaraan bermotor masuk ke area kampus????????
    Wah tukang parkir menjamur nih????

  9. 21 Desember 2010 08:55

    Mungkin lebih kealasan lingkungan dan keamanan. saya pikir aturan KIK dan larangan pengunaan kendaraan bermotor bagi angkatan 2011/2012 baik dilakukan bila didukung dengan pra sarana kampus yang memadai.

    Saya tak tahu, apakah di UGM ada juga bus “kuning” seperti di UI ? bila iya, berarti larangan bagi angkatan 2011/2012 itu sudah dipersiapkan dengan matang.

    Tentang KIK, bukannya aturan seperti itu sudah ramai dipakai diberbagai tempat. Bila ada yang mengkritik dengan alasan sifat eksklusifitas kampus, menurut saya kurang berkenan karena seyogyanya kampus adalah area bersih tanpa semua orang bisa masuk.

    bagaimana jadinya bila setiap orang yang tak ada urusan di kampus bisa masuk area kampus, menurut saya bila keadaan itu terus terjadi.. citra UGM tidak akan bisa menjadi kampus kelas dunia.

    Trims.

  10. 21 Desember 2010 10:10

    untung gue gak di UGM,,, ckckck :sad:

  11. 22 Desember 2010 14:08

    sedikit menambahi..
    kasus tersebut bukan hanya terjadi di ugm, beberapa perguruan tinggi negeri di Indonesia.
    di sebuah PTN ternama di kota Malang hal tersebut sudah berlaku, hanya bebeda motif.
    pihak kampus mewajibkan semua civitas akademianya, mulai dari dosen hingga mahasiswa
    membeli sticker tanda pengenal, harga kurang lebih 50rb yang tiap smesternya berganti.
    sedangkan untuk kendaraan yang tidak memiliki sticker tersebut, dikenakan biaya 1000 rupiah untuk roda dua dan 2000rupiah untuk roda empat, untuk bisa masuk kedalam lingkungan universitas.

  12. Benn permalink
    10 Maret 2011 06:28

    Sekarang bayar-membayar di portal KIK sudah terjadi. Bhubung aku pny KIK yg pd wktu tu ku mbuatnya gratis (cm biaya tuk fc stnk,foto,ktm), jd santai-santai aj kluar-msuk jalan berlaku KIK.

    Hal positif yg kurasa: makin nyaman, dan mrasa minim akan tjdnya kecelakaan. Contohnya di pertigaan depan GSP yg dulu emang rawan kecelakaan.

    Hal yg bikin ga sreg, pas mau keluar lwt portal keluar kadang ngantri krn trjadi transaksi pembayaran. Bisa tambah lama kalo petugas kelabakan nyari duit kembalian. Hhaha

    Diadakannya portal2 jstru mbuat pjalanan lebih jauh dan makan waktu. Bbrp axes jalur jalan diblokir. Tuk brgkt ke perpus fisipol, lwt portal trus muter GSP dulu. Kcuali kalo msuk lwt Jl. Sosio Yustisia dan kendaraan di parkir di utara kmpus fisipol. Saat ini, jln tu lom diberlakuin KIK. Jd mhsswa FH,Fisipol,pertanian,FTP belum begitu merasakan dampak KIK seperti halnya mhsswa FIB, FEB, Psikologi, & Filsafat.

    KIK pun dikenakan untuk satu kendaraan yg udah didaftarin pas ndaftar KIK. Kenapa ga ktm? Lucunya, bhubung dosen dan karyawan sudah ga diberi kartu ID lg, pas ada pertemuan mreka makek KIK-ny. So, yg ada nopol kendaraan gitu dg nama mreka yg lebih kecil di bwh nopol. Hhahah

    Secara desain, UGM berbeda dg kampus2 lainnya. Ia di desain bkn tuk jd univ exklusif tp bs diaxes oleh orang luar jg. Ad lg isu kalo mau diadakan “bis biru” ato apalah namanya. Lom keliatan dmn bisnya.

  13. 15 Juni 2011 12:33

    cuy….

  14. widya permalink
    8 Maret 2012 16:19

    gue baru mau masuk UGM nih.. ada yang bisa ngasi gue info mengenai tempas KOS yang dekat dari UGM gitu ??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.351 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: