Skip to content

Penampakan Honda CB dan Binter Merzy

6 Desember 2010

Suatu siang di sebuah hotel bintang lima di Jakarta saya memergoki sosok yang sudah lama tidak bertemu, Honda CB 100. Warna kuning cerah langsung memikat mata yang memandang.
Honda CB 100 pada zamannya merupakan salah satu bintang jalanan. Saya jadi ingat almarhum kakek saya pada tahun 1970-an. Saat itu, setiap pagi beliau memanaskan kendaraan favorit tersebut sebelum berangkat kerja. Saya yang masih kelas tiga SD sempat mencicipi dibonceng almarhum keliling kota. Dunia terasa indah.
Kembali pada si kuning. Penampilannya sudah berbeda. Lihat saja bagian shock belakangnya. Dan, oppsss…rem belakangnya memakai cakram. Tampilan yang trendy.

Tahun lalu, seorang rekan saya bahkan memakai Honda Benly untuk touring jarak pendek, Jakarta-Gn Bunder, Bogor. Perjalanan menelusuri jarak sekitar 120-an kilometer plus jalan menanjak dan berkelok, dilahap dengan nyaman.

Bahkan, saat saya melaju sekitar 50-60 kilometer per jam (kpj) di jalan lurus beraspal mulus, sang Honda Benly 125T melewati Vixion merah saya.


Sepeda motor produksi tahun 1970-an itu, bisa tetap kinclong tak terlepas dari perawatan yang maksimal dan teliti. Seorang rekan saya yang lain, pengguna Kawasaki Binter Merzy mengaku tidak terlalu sulit mencari suku cadang.

Sepeda motor besutan tahun 1983 itu, bisa memakai suku cadang sepeda motor Kawasaki lainnya seperti KLX 150, Ninja 150 RR, bahkan Ninja 250 R.

Kini, di era cepatnya perputaran sepeda motor baru, penampakan para maestro itu, memberi pelajaran kepada kita soal pentingnya perawatan yang rutin dan teliti. Tentu saja kalau sepeda motornya mau awet dan sedikit nyentrik. (edo rusyanto)

About these ads
14 Komentar leave one →
  1. 6 Desember 2010 08:45

    PENAMPAKAN PERTAMAX LAGI

  2. 6 Desember 2010 09:04

    barang yg dirawat dengan baik pasti akan awet. apalagi sekarang banyak orang memburu motor antik seperti cb atau xl. Harga cb 125 twin bahkan bisa seharga honda tirev. Saya sebenarnya tertarik untuk beli tapi hanya sayang harganya banyak yg tidak masuk akan.

  3. sofiyan permalink
    6 Desember 2010 09:56

    antik kren…

  4. f41z permalink
    6 Desember 2010 10:23

    harus pinter2 cari alternative suku cadangnya tuh

  5. 6 Desember 2010 10:30

    Sepakat dengan bro ekojuwono……
    Di t4 ane sampai saat ini,
    masih ada aja berseliweran motor2 lama di jalanan……
    kira-kira 1 minggu lalu, saya masih menemukan seorang Bapak
    yang mengendarai Honda C-70 lho, msh orisinil dan terawat banget tampilannya bro….
    Karena tertarik sekali, saya s4 berniat ‘beli’ tuch motor….
    Tp, dengan berat hati saya harus memahami alasan si Bapak bro…..
    Ternyata tuch motor adalah motor pertama yg dipake-nya hingga saat ini lho…..
    yang menjadi saksi bisu perjalanan dalam kehidupannya (comment Bapak)
    Saluuuuuttttt…….to Bapak bro…….

  6. deyachya permalink
    6 Desember 2010 10:36

    antik bagt brow……………

  7. softech_niQ permalink
    6 Desember 2010 10:56

    knp ya yg biasax jd maestro itu jenis motor sport?bkn motor bebek.

  8. akhya' permalink
    6 Desember 2010 12:12

    setuju…
    semua orang punya duit, semua orang bisa beli motor baru
    bisa beli motor bagus.. bukan karena tak memiliki uang, tapi lebih kepada
    nilai historis tunggangan lawas mereka.
    dimana pengorbanan untuk mendapatkan, membangun,
    dan merawat motor merupakan sebuah kebanggan sendiri.
    apalagi memiliki barang langka yang dicari banyak orang, menambah rasa bangga
    pemiliknya….

  9. 6 Desember 2010 12:37

    karena mudah dicari alternative partnya bro….karena dari generasi cb aka gl series terus berlanjut sampai tirev.

  10. Kotak hitam permalink
    6 Desember 2010 12:39

    Menurut sy ga hanya perawatannya bro, tapi manufaktur & cara pake motor nya juga punya andil besar agar motor awet

  11. Boombox Walker permalink
    6 Desember 2010 13:48

    Motor antik zaman-zaman dahulu memang membuat yang melihat jadi ingin memilikinya tapi karena antik hanya orang-orang tertentu saja yang memilikinya so untuk orang-orang tertentu itu pasti bakal rajin banget-banget merawat motornya itu toh harganya juga begitu wah pantas banget para pemilik merawatnya sebaik mungkin…

  12. 6 Desember 2010 20:20

    Motor antik bin unik n melegenda.

  13. Omar permalink
    7 Desember 2010 05:13

    Wah…. foto CB100 benar2 membawa saya kembali kezaman dulu.

  14. 7 Maret 2011 11:48

    Lestarikan yang antik2….dan tetep berkeliaran di jalan

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.562 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: