Skip to content

Ada Larangan Bersepeda di Melbourne

19 Oktober 2010

Seorang pesepeda melintas di Melbourne, Australia, Sabtu 916/10/2010). (foto:edo)



BERSEPEDA di Melbourne, Victoria, Australia terasa nyaman. Di kota berpenduduk sekitar lima juta jiwa itu, pemerintah setempat menyediakan jalur khusus sepeda yang tidak diusik oleh kendaraan lain.

Tak heran, jika selama empat hari berkunjung di kota yang banyak diminati mahasiswa Indonesia itu, saya melihat beragam pesepeda. Dari pagi, siang, sore, hingga malam hari, ada saja pesepeda yang melintas. Jumlahnya relatif lebih banyak ketimbang pengguna sepeda motor. “Di saat libur yakni hari Sabtu dan Minggu, banyak juga yang bersepeda bersama,” tukas Kevin, seorang mahasiswa Monash University asal Indonesia, saat berbincang dengan saya, di Melbourne, Minggu (17/10/2010).

Jalur sepeda berada di sisi paling kiri jalan. Sebagai tanda, diberi gambar pesepeda dengan warna cat putih. Hampir seantero kota Melbourne, kita mudah menemui jalur sepeda. Saya jadi ingat di Yogyakarta yang juga memiliki jalur seperti itu. Hanya di Jakarta yang masih langka, ada jalur khusus bagi pesepeda.

Selain sehat, bersepeda juga bisa mengurangi polusi udara dan tentu saja bisa mengurangi kemacetan lalu lintas jalan.

Bagi pesepeda di Melbourne, bisa dengan mudah memarkirkan sepedanya di sisi-sisi jalan raya. Tentu saja harus dikunci, agar tidak raib. ”Bersepeda itu sehat, saya suka,” ujar Mike, seorang warga setempat saat bertemu di salah satu sudut kota Melbourne. Dia berdua dengan temannya bersepeda lengkap dengan helm dan baju khusus bersepeda.

 

 

Penyewaan sepeda

Bagi turis atau orang yang berkunjung ke Melbourne, bisa dengan mudah menemui penyewaan sepeda. Di sudut jalan pusat kota, dengan mudah kita melihat sebuah tempat parkir warna biru cerah yang bertuliskan penyewaaan sepeda.

Kios penyewaan sepeda di Melbourne, Australia. (foto:edo)

 

”Caranya mudah, dengan memasukkan nomor kartu kredit dan jati diri maka bisa bersepeda keliling kota,” ujar Kevin lagi.

Ya. Bagi penyewa memang harus siap-siap merogoh kocek 2,5 dolar Australia untuk bersepeda seharian. Dengan sistem elektronik, administrasi penyewa didata oleh mesin. ”Fasilitas ini disediakan oleh pemerintah kota Melbourne,” tutur Kevin yang sudah sekitar tiga tahun menetap di kota Melbourne.

Penyewa bisa mengembalikan di mana saja yang ada kios penyewaan. Artinya, saat mengambil sepeda di titik atau kios A, bisa mengembalikannya di titik atau kios lain.

Dilarang masuk, harus berjalan kaki. (foto:edo)

 

Tapi, tidak semua tempat ternyata bisa dimasuki oleh pesepeda. Selain ruas jalan tol, yang ini sudah pasti, di taman kota seperti Fitzroy Gardens, pesepeda harus memarkir sepedanya lalu berjalan kaki keliling taman yang masih menyisakan rumah James Cook, sang perintis Australia. (edo rusyanto)

About these ads
7 Komentar leave one →
  1. 19 Oktober 2010 14:40

    Mantep Bener….

  2. f41z permalink
    19 Oktober 2010 15:57

    eh ada jalur khusus sepeda juga ya. klo disini buat tempat ngetem bemo & bajaj (rd3 loh). he…

  3. 19 Oktober 2010 16:02

    WNA gag punya duit beli motor….. :D
    Yamaha Honda gag laku….. :D
    parkirnya bayar ya bro?

  4. softech_niQ permalink
    19 Oktober 2010 19:39

    coba nanti d usulkn k pemerintahn kita,,,bikin jalur psepeda,bg yg mlanggar hrs dtindak tegas,ga pake nego aplg diskon,,,bs dmulai dr kota2 kecil dl,atw daerah yg pny lokasi pariwisata,,,

    • 19 Oktober 2010 19:41

      dah lihat segmen sport versi detail kan bro? besok tunggu skutik dan bebek, hehehe…

  5. Juragan Cendol permalink
    20 Oktober 2010 18:45

    buset,kalo di indonesia mah gak mungkin..kecuali jalur khusus sepeda tiap meter ada polisi yang jagain,baru steril dari kendaraan…

    trotoar aja di embat…

    • 20 Oktober 2010 19:03

      hehehehe…masih kurang disiplin yah pengguna jalan di kita, smoga ke depan kian disiplin. trims

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.401 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: