Langsung ke isi

Bijak Kredit Sepeda Motor

9 Oktober 2010

foto:edo

SEORANG eksekutif di perusahaan sepeda motor menuturkan, hampir sekitar 90% skema pembelian sepeda motor menggunakan fasilitas kredit. Produk yang diminati terutama adalah tipe bebek. Hanya sedikit konsumen yang membeli secara kredit di segmen sepeda motor sport, terutama untuk kelas 400cc ke atas. Walau, saat ini ada fasilitas kredit untuk pembelian sekelas sepeda motor Harley-Davidson.

Apa faedah membeli sepeda motor secara kredit? Inilah jawaban dari beberapa konsumen yang saya ajak berbincang-bincang. Pertama, meringankan daya beli konsumen. Kedua, prosesnya cukup mudah. Ketiga, mendapat asuransi tanpa perlu mengurus premi yang dianggap berbelit.

Mari kita tengok uraian dari masing-masing alasan tersebut. Pertama, meringankan daya beli konsumen. Pernyataan ini ternyata lebih banyak kepada unsur keringanan dalam penyediaan uang muka dan besaran cicilan per bulan. Di lapangan, untuk sepeda motor tipe bebek, ada dealer yang berani memasang tarif uang muka Rp 500-600 ribu. Untuk cicilannya berkisar Rp 400 ribu hingga Rp 600 ribu per bulan. Tentu tergantung besaran uang muka dan tenor yang dipakai. Sebagai ilustrasi, untuk sepeda motor Supra X 125 standar seharga Rp 14,365 juta, dengan uang muka Rp 600 ribu, konsumen cukup membayar Rp 585 ribu per bulan selama 34 kali. (lihat tabel)

Sekilas memang meringankan konsumen. Namun, jika dihitung cicilan dikalikan tenor dan uang muka, total yang dikeluarkan konsumen sebesar Rp 20,49 juta.

Faedah kedua, proses pembelian dengan sistem kredit cukup mudah dari segi persyaratan administrasinya. Konsumen cukup melampirkan foto kopi kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK), foto kopi rekening listrik atau telepon, slip gaji, dan foto kopi buku tabungan.

Terkait faedah ini, sesungguhnya untuk mekanisme pembelian tunai memang lebih sederhana. Maklum, konsumen tidak perlu membuktikan kemampuan mencicilnya, wong dia sudah menyediakan uang tunai. Tinggal bayar, beres.

Faedah ketiga, dengan membeli secara kredit, sepeda motor yang diangsurnya mendapat perlindungan asuransi selama masa angsuran. Berbeda dengan pembelian secara tunai, konsumen harus mengurus sendiri pengajuan asuransinya. Kadang, karena dianggap berbelit, konsumen akhirnya tidak mengasuransikan sepeda motornya.

 

Lebih Mahal

Menjadi sebuah kewajaran jika konsumen membeli secara mencicil maka dia memikul biaya yang lebih besar ketimbang membeli tunai. Dari ilustrasi sepeda motor Supra X 125 standar di atas, selisih biaya yang dipikul konsumen sekitar Rp 6,1 juta dibandingkan dengan sistem pembelian tunai.

Semakin tinggi harga sepeda motor, semakin besar selisih biaya yang ditanggung konsumen. Sekadar ilustrasi, untuk pembelian secara kredit sepeda motor Kawasaki Ninja 250 R yang dibanderol Rp 46,5 juta, selisih antara membeli tunai dengan kredit mencapai sekitar Rp 21,7 juta.

Selisih itu dengan perhitungan uang muka Rp 10 juta dengan tenor 32 bulan sehingga cicilan per bulan sekitar Rp 1,8 juta.

Bagi perusahaan leasing yang menanggung pembayaran ke dealer, tentu saja ada risiko. Karena itu, bunga yang dibebankan kepada konsumen cukup masuk akal.

Persoalannya, bagaimana konsumen secara bijak membeli sepeda motor idamannya. Secara umum bisa dengan menyiapkan uang muka lebih besar, sehingga sisa kreditnya lebih ringan. Misal, untuk membeli sepeda motor Yamaha Byson yang dibanderol Rp 19,9 juta, jika dengan uang muka Rp 3 juta dan tenor 35 bulan, maka besaran cicilan sekitar Rp 879.800. Artinya, selisih harga tunai dengan harga kredit nyaris sekitar Rp 13,89 juta. Selisih harga itu sudah bisa membeli satu unit Suzuki New Shogun.

Namun, jika konsumen menyediakan uang muka Rp 5,5 juta, dengan tenor 11 bulan, selisih harganya sekitar Rp 3,5 juta. Tapi, risikonya, besaran cicilan Rp 1,63 juta per bulan.

Tentu saja, langkah paling bijak adalah membeli secara tunai. Nah, di sini butuh ketekunan untuk menabung. “Tapi, untuk ukuran saya sulit pak, bisa-bisa malah gak bisa beli motor. Anggap saja cicilan itu tabungan,” ujar Yono, seorang penjaga rumah makan suatu ketika. Dia mencicil satu unit sepeda motor bebek dengan cicilan sebesar Rp 450 ribu per bulan selama 35 kali.

Bagaimana strategi Anda untuk membeli sepeda motor? (edo rusyanto)

About these ads
36 Komentar leave one →
  1. 9 Oktober 2010 07:20

    Orang sekarang susah nabung..susah liat duit nganggur di tabungan sendiri..

  2. 9 Oktober 2010 07:57

    wah, justru malah bikin nyesek.. 1-2-3bulan masih enak, diatas itu “mengkiz-mengkiz”

    lebih baik nunggu duit ngumpul dulu, kalo bisa cash.. nek temene selak butuh ning duite rung cukup, yo piye meneh.. kredit :mrgreen:

    kalo mau lebih enak, pinjem ke bank, bunga nya lebih masuk akal

    • 9 Oktober 2010 09:02

      Jika nilai ekonomisnya sebanding masih mending, tapi jika kurang ada baiknya seperti shu_enk bilang. Trims bro.

  3. 9 Oktober 2010 08:13

    kalo trpaksa kredit, mending DP nya diperbanyak, misal harga cash 21 jeti dp nya 12 jeti jgn lupa tenor jgn lama2 jd hargnya lebih murah :mrgreen:

    • legenda Rider permalink
      10 Oktober 2010 11:29

      tp tenro 23 bulan ma 11 bulan sama lo, watu liat pricelist motor honda di bogor.

  4. Redbiker permalink
    9 Oktober 2010 09:13

    Solusi paling masuk akal ya…beli bebek second..hehe

  5. 9 Oktober 2010 09:35

    tp skarang leasing pinter juga pak, setelah mau beli cash agak susah, mau kredit DP jg dibatasi – pngalaman pribadi

    • 9 Oktober 2010 09:47

      berapa pembatasan DP nya bro?

  6. ladygagap permalink
    9 Oktober 2010 10:10

    pengalaman pribadi : mending cash aja,uangnya sebagian dr kita (minimal setengahnya),kekurangannya ngutang ke kantor,itung2 perpanjangan kerja secara tdk langsung hehe,lagian utang ke kantor tanpa bunga,nyicilnyapun bisa kompromi ma bos

    • 9 Oktober 2010 10:16

      ide yang cerdas. bisa ditiru nih, trims sharingnya yah.

  7. 9 Oktober 2010 10:17

    mau beli cash susah, prosesnya dipersulit,
    untuk motor b*s*n yg harga nya sekitar 20 jt, di dp maxsimal 16jt angsuran 12 kali 488rb, jatuhnya 21,8jt……..

    • 9 Oktober 2010 10:36

      wah…kenapa dipersulit yah? dimana tuh bro? trims dah sharing yah. salam

  8. 9 Oktober 2010 10:59

    kalo aku mending nabung.

    Tinggal liat tabungan berapa, kemungkinan pinjam bank berapa, pinjam sodara berapa. Atau perlu jual harta(misalnya emas).

    Kalo belum bisa beli baru ya beli second. Belinya jangan asal, dirawat, yang perlu ganti langsung ganti.
    Pikiran gak terbebani.

    Beli motor kan alasan utama karena kebutuhan, bukan keinginan.

    Jangan seneng bentar punya motor baru, gak dirawat, degradasinya cepet…tiap bulan kepikiran cicilan… Wah pusing!

    • 9 Oktober 2010 11:03

      ya. terpenting adalah sejauhmana sepeda motor mampu membantu kehidupan kita, jangan justeru merongrong kehidupan kita ya bro? hehehe….

      • 9 Oktober 2010 13:37

        LIke This

        Utamakan tujuan utama dibantu dengan sarana pendukung

        Bukan utamakan sarana pendukung dengan mengorbankan tujuan utama

  9. 9 Oktober 2010 11:59

    hampir mirip dg ini ya,pak? http://lekdjie.wordpress.com/2010/10/08/tigerdab/
    kalo aku sih mending nyari dudo nya sazzaa..malah kalo beruntung,bisa dapet untung saat dijual kembali.kalo beli baru pasti rugi deh.

    • 9 Oktober 2010 13:13

      jadi juragan dudo, hehehe…trims bro.

      • 9 Oktober 2010 13:39

        wkwkwkwk
        istilah baru
        bedane Dhudha vs randha untuk motor apa ya??

        • 9 Oktober 2010 13:53

          pokoknya, motor bekas pakai deh, hehehe…bekas test ride atau bekas dipakai konsumen yg menjual sepeda motornya. apa kabar nih? di jakarta?

  10. softech_niQ permalink
    9 Oktober 2010 12:03

    gw lbh milih cash,mskpn hrs nabung dl dcelengan batman,,hihihi.
    kl pke atm gw ga tahan..udh sring nyoba,gagal mulu…
    kl ada kredit setahun tnp bunga sih,lain lg ceritax,,,bungkuuuss

  11. softech_niQ permalink
    9 Oktober 2010 13:38

    menu penjualn atpm kmana nih?yg persegment jg,,,

  12. 9 Oktober 2010 13:47

    Betul.
    Kayaknya beat ini kredit untuk terakhir kalinya.
    Misal saya mau ambil/tukar mending nabung dulu.
    *semoga.

    Mana NYENYAK sih kalo didalam pikiran terbayang bayang hutang? :mrgreen:

  13. Neutrino Fermi permalink
    9 Oktober 2010 14:22

    saya lebih milih bijak mengatur pengeluaran pak e, klo kredit motor ngeri bunyi knalpotnya aneh (pengalaman pas kredit motor vario). ^^ thx

  14. az147r permalink
    9 Oktober 2010 14:23

    anggap kita menyewa aja tuh motor, 36 bulan kedepan jd milik kita, pas kita nyewa dah diansuransikan jg th :-D soalnya nabung sampai senilai harga motor lama,belum lg liat duit ada cash,bisa kepake ke lain.

  15. az147r permalink
    9 Oktober 2010 14:25

    maklum taon kemarin msh PTT mana ada uang cukup buat nabung or cash hahaha….

  16. 9 Oktober 2010 14:28

    @fermi: hehehe…trims sharingnya.
    @az14r: makasih dah mampir dan berbagi, salam.

  17. 9 Oktober 2010 15:31

    wahh kalau pedagang macam saya malah rugi bang kalau beli cash…sekedar share saja hehehe
    http://newmegapro.wordpress.com/2010/10/05/manfaat-kredit-l-menghindari-uang-mati/

  18. 9 Oktober 2010 15:37

    kalau “bakul” seperti saya malah rugi bang kalau beli cash…enak an kredit…
    http://newmegapro.wordpress.com/2010/10/05/manfaat-kredit-l-menghindari-uang-mati/

    • Arif rakhman a.k.a Penerjemah permalink
      9 Oktober 2010 19:51

      ah, baru saja aku akan merekomendasikan kau, lae, tentang pandangan kau tentang pembelian kredit, kau sudah bilang duluan. mantaplah lae ….. :)

      batak mode: ON

  19. FIFers permalink
    9 Oktober 2010 16:40

    absen,bos

  20. Arif rakhman a.k.a Penerjemah permalink
    9 Oktober 2010 19:55

    nabunglah. kelak kalian akan mencintai motor kalian, hasil jerih payah menanti berwaktu-waktu (bulan atau tahun). positifnya, ketika uang sudah terkumpul sebanyak harga jual motor incaran, hm, motor baru keluar dengan desain dan keunggulan lebih baik. rejeki nomplok tuh.

    *coba deh mulai sekarang nabung buat ngincer Tiger 2000 selama setahun ke depan. siapa tau pas duitnya udah cukup, eh VTR 250 ditongolin dah :mrgreen:

  21. 10 Oktober 2010 04:10

    Pengalaman motor kredit di tarik setelah cicilan ke 14 padahal terlambat cicil 1bulan mo masuk ke 2 eeeh ditarik,,bikin trauma. sejak itu saya bertekat enggak akan kredit lagi kalo enggak bisa beli tunai. Alhamdulillah pelan2 bs beli motor seken mocin truz ganti Vega R truz ganti thunder baru & sekarang msh inden Byson. yg penting sabar berusaha tak lupa Do’a dan sedekah.

  22. irman permana permalink
    14 Februari 2012 15:09

    mau nanya, aq mau beli suprax 125 R hrga 15.600.000 dengan DP 10 jta berapa ya selisihnya klo angsuran slama 5 bulan.trmksh,,,d tunggu jawabanna

  23. mulya permalink
    12 Desember 2012 13:51

    Kalo q lg nabung untuk beli motor sport….
    hobi banget naik motor..
    mungkin dibilang sering banget q dapet jempol di jalan waktu q make matic…
    impian saat ini kelar kuliah & punya motor sport.. heheee

  24. 26 April 2013 13:35

    kalo pebisnis/pedagang pasti lebih menyukai kredit, uangnya bisa diputerin lagi buat modal bisnis

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.239 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: