Skip to content

Gitu Dong, Balik Bareng Dikoordinasi

21 Agustus 2010

Peserta mudik bareng Honda tahun 2009. (foto:dok ahm)

PADA berbagai kesempatan, sejak tahun lalu, sering saya lontarkan usul kepada manajemen agen tunggal pemegang merek (ATPM) sepeda motor, agar mereka juga mengkoordinasikan arus balik yang menggunakan sepeda motor. Bukan semata mengkoordinasi arus mudik Lebaran yang memang sudah berjalan selama ini.

Tujuannya? Agar konvoy kendaraan bisa memperkecil risiko potensi kecelakaan lalu lintas jalan. Maklum, konvoy dikawal oleh pihak kepolisian sehingga bisa lebih tertib, selain tentunya sudah ada titik-titik peristirahatan yang memiliki fasilitas memadai untuk memulihkan stamina.

Sejumlah persyaratan tentu saja harus dipenuhi dalam program arus balik bareng. Misalnya, peserta program adalah warga yang memiliki kartu tanda penduduk DKI Jakarta. Hal ini, agar fasilitator balik bareng tidak dituduh menyuburkan arus urbanisasi. Selebihnya, persoalan teknis seperti kesehatan pengendara dan kelaikan jalan sepeda motornya.

PT Astra Honda Motor (AHM) yang tahun ini bakal menyelenggarakan mudik dan balik bareng mengaku, penyelenggaraan balik bareng diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi pemudik. ”Serta menekan angka kecelakaan,” ujar Direktur Pemasaran PT AHM Julius Aslan, seperti dikutip Antara, di Jakarta, Jumat (20/8/2010) malam.

AHM berniat memberangkatkan sekitar 2.500 pemudik bersepeda motor atau menurun sekitar 850 motor dibandingkan tahun 2009 yang sebanyak 3.350 sepeda motor. Tahun ini, AHM akan menggelar mudik bersama dari empat titik pada 7 September 2010 yaitu Jakarta-Semarang, Jakarta-Yogyakarta, Surabaya-Yogyakarta, dan Semarang-Yogyakarta. Selain itu, Balik Bareng Honda untuk arus balik pada 18 September dengan rute Semarang – Jakarta. “Berdasarkan data, tingkat kecelakaan lebih banyak terjadi saat arus balik, karena itu kami memutuskan mengadakan mudik bareng untuk arus balik,” ujar Kepala Divisi Honda Customer Care Center (HC3) AHM Istiyani Susriyati.

Truk dan Bus

Para pemudik yang berniat ikut program tersebut dipungut biaya pendaftaran Rp 50.000 dan memiliki kesempatan memenangi doorprize berupa empat sepeda motor Honda dan hadiah lain senilai Rp 100 juta.
Istiyani Susriyati menambahkan, pihaknya juga akan memberangkatkan tujuh truk yang diperkirakan akan mengangkut sekitar 350 unit sepeda motor. Pemilik sepeda motor akan mudik dengan menggunakan 14 unit bus yang disediakan produsen sepeda motor terbesar di Indonesia itu.

Penting menjadi perhatian kita potensi kecelakaan lalu lintas terhadap para pemudik yang menggunakan sepeda motor. Data Kepolisian menyebutkan, tahun lalu sekitar 60% yang terlibat kecelakaan adalah pemudik bersepeda motor. Tahun lalu, ada sekitar 3,1 juta pemudik bersepeda motor dan tahun ini sekitar 3,6 juta.

Langkah AHM menyelenggarakan mudik dan balik bareng, semoga bisa mengeliminasi potensi kecelakaan lalu lintas jalan yang tahun lalu merenggut sekitar 701 jiwa. (edo rusyanto)

About these ads
6 Komentar leave one →
  1. karena itu harus pake softech permalink
    21 Agustus 2010 13:39

    paraf aja dl,,,,br baca

  2. karena itu harus pake softech permalink
    21 Agustus 2010 14:08

    turut prihatin dgn kota2 yg super macet,smoga dgn adanya progrgm ini,jlnn bs lbh aman, lancar&tertib,,,& ada nilai GO GREEN/prangi GLOBAL WARMING..!!nya jg nih,,,
    truk skali jalan,bs mngurangi polusi dr puluhan motor yg d’angkut….lumayan sehat kn tuk kita&bumi ini…!!
    prlu dterapkn nih pd smua ATPM motor biar bs ikut bpartisipasi….

  3. 21 Agustus 2010 15:07

    apakah 50ribu untuk pp atau arus balik ada biaya lagi pa edo….

    • 22 Agustus 2010 10:23

      bro, untuk mudik dan balik bareng, totalnya rp 100 ribu. trims

  4. arinugroho84 permalink
    21 Agustus 2010 18:28

    Mana nih ATPM lain blm ada genderang pedulinya?

  5. Moncer permalink
    22 Agustus 2010 22:08

    Muga2 diikuti oleh ATPM lainnya, gak perlu malu atau takut dibilang ngekor, toh ini untuk kebaikan n bentuk tangungjawab kepada konsumen.
    Saya kalo pulang kampung ke arah barat/melawan arus mudik,jadi gak kebagian sensasinya mudik pake motor. Untuk membuktikan dahsyatnya sensasi mudik pake motor, 3 tahun lalu saya pernah sengaja mengikuti arus mudik dari arah Cirebon hingga Pekalongan menggunakan sepeda motor (gak ada kerjaan banget hehe… padahal kampung saya di Kuningan, jabar), dan memang bener2 gila. Ribuan manusia dengan bermacam-macam karakternya, bermacam2 skill, n bermacam2 pula perlengkapan n kondisinya berjibaku dengan maut. Banyak pengendara yg di tengah kepadatan arus mudik memacu motornya dengan kecepatan di atas 100kpj (terukurdr speedo motor sy). Tak jarang sya juga melihat pengendara2 motor yang mengalami insiden.
    Karena itu penting banget deh ribuan atau bahkan jutaan saudar2 kita itu dimanage dengan baik saat arus mudik maupun arus balik. apalagi biasanya pas arus balik, aparat keamanan plus unsur2 pendukung lainnya cenderung mulai longgar saat arus balik, ditambah pula kondisi pemudik yang sudah letih akan meningkatkan resiko kecelakaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.289 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: